Teknologi

Rusia Perbarui Drone Shahed dengan Mesin Jet, Ukraina Siapkan Pencegat

×

Rusia Perbarui Drone Shahed dengan Mesin Jet, Ukraina Siapkan Pencegat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rusia Modif Drone Shahed Pakai Mesin Jet, Ukraina Siapkan Lawan

jurnalistik.co.id – Rusia mempercepat upaya penyesuaian drone kamikaze Shahed di medan perang Ukraina dengan memasukkan penggerak jet. Langkah itu memicu balapan teknologi pencegatan, sementara Ukraina merancang respons dengan interceptor berkecepatan lebih tinggi.

Fokus dinamika ini menjadi sorotan di ajang kedirgantaraan internasional Farnborough Airshow pada Senin (20/7/2026). Di sana, sejumlah produsen pertahanan menampilkan arah pengembangan yang sama: meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman udara yang berkembang.

Menurut laporan tersebut, intensitas penggunaan drone Shahed bermesin jet oleh Rusia turut mendorong percepatan industri. Modifikasi yang dilakukan Rusia berangkat dari desain drone rancangan Iran yang sebelumnya sudah dikenal sebagai senjata berbiaya relatif rendah.

Jet meningkatkan laju Shahed hingga mendekati Kyiv

Dengan menyematkan mesin jet, kecepatan Shahed disebut melonjak hingga 500 kilometer per jam. Kecepatan yang lebih tinggi ini, sebagaimana dijelaskan dalam laporan, memberi peluang untuk menembus pertahanan Ukraina lebih jauh hingga mendekati Kyiv.

Komandan senior Angkatan Udara Ukraina, Yuriy Cherevashenko, menyebut bahwa proporsi varian baru terus bertambah di lapangan. “Sekitar 15-20 persen Shahed yang dikerahkan Rusia kini bertenaga jet,” ujar Cherevashenko.

Pernyataan itu menegaskan bahwa perubahan pada platform serangan tidak berhenti pada uji coba, tetapi mulai masuk pada komposisi gelombang yang dikerahkan. Dengan demikian, upaya pencegatan juga dipaksa menyesuaikan diri terhadap karakter ancaman yang berubah.

Ukraina meluncurkan Jetkiller dengan kecepatan 370 km/jam

Merespons tren tersebut, produsen drone asal Ukraina, SkyFall, memperkenalkan pencegat terbarunya bernama P1-SUN Jetkiller. Sistem ini dirancang untuk bergerak jauh lebih cepat dibanding model terdahulunya yang sudah digunakan di Ukraina sejak akhir tahun lalu.

Jetkiller diklaim mampu menembus sasaran dengan kecepatan hingga 370 kilometer per jam. Angka itu disebut meningkat drastis dari model lama yang memiliki kecepatan maksimum 310 km/jam.

Juru bicara SkyFall menjelaskan kepada Reuters bahwa riset dan pengembangan varian anyar ini telah berjalan sekitar tiga bulan. Menurut penjelasan tersebut, hasilnya juga diuji langsung di lapangan dengan menjatuhkan lebih dari selusin Shahed bertenaga jet.

Setelah tahapan pengujian, produksi massal Jetkiller ditargetkan mulai berjalan pada Agustus mendatang. Dalam laporan yang sama, varian standar P1-SUN disebut telah menghancurkan lebih dari 5.500 unit Shahed sejak November 2025.

Kapasitas produksi P1-SUN reguler juga disebut telah mencapai 50.000 unit per bulan. Meski demikian, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi klaim angka-angka tersebut secara independen.

Persaingan pencegat makin menarik perhatian global

Perlombaan kemampuan pencegatan bukan hanya terjadi di Ukraina, tetapi juga menarik perhatian kemampuan pertahanan dari berbagai negara. Dalam konteks yang sama, disebutkan adanya drone pencegat bernama Merops yang dibawa Tentara Amerika Serikat saat pengujian di Nowa Deba, Polandia, pada 18 November 2025.

Laporan tersebut menambahkan bahwa Amerika Serikat mendatangkan Merops untuk melawan serbuan drone Shahed dalam perang Iran. Informasi itu menggambarkan bahwa tantangan melawan Shahed memiliki resonansi lintas wilayah dan mendorong pengembangan interceptor oleh lebih dari satu aktor.

Dengan demikian, baik Rusia maupun Ukraina sama-sama bergerak cepat untuk mengubah parameter pertempuran udara. Modifikasi mesin pada drone serangan dan peningkatan kecepatan pada sistem pencegat menjadi dua sisi yang saling mengejar, sementara verifikasi independen atas sejumlah klaim produksi masih menunggu pembuktian lebih lanjut.

Perubahan pada komposisi gelombang serangan ini turut mengubah cara perhitungan jarak dan waktu bagi sistem pertahanan udara. Ketika proporsi varian bertenaga jet naik di lapangan, respons tidak cukup lagi hanya mengandalkan pola lama, melainkan perlu menyesuaikan karakter kecepatan ancaman yang makin tinggi.

Di saat yang sama, perhatian industri kedirgantaraan global ikut terseret pada klaim-klaim performa yang dipaparkan dalam berbagai forum, termasuk alasan mengapa sejumlah angka produksi masih menunggu verifikasi independen. Contoh yang disorot adalah pengembangan pencegat seperti Merops oleh Amerika Serikat yang diuji di Polandia pada 18 November 2025 untuk menghadapi serbuan drone Shahed, sekaligus menegaskan bahwa perlombaan pencegatan kini menjadi isu lintas pelaksana perang.