Olahraga

Kate O’Connor Raih Emas Heptathlon: Medali Emas Pertama Irlandia Utara di Commonwealth Games 2026

×

Kate O’Connor Raih Emas Heptathlon: Medali Emas Pertama Irlandia Utara di Commonwealth Games 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Commonwealth Games 2026: Kate O'Connor wins NI's first gold in heptathlon

jurnalistik.co.id – Kate O’Connor menorehkan capaian bersejarah untuk Irlandia Utara di Commonwealth Games 2026. Ia meraih medali emas nomor heptathlon di Scotstoun Stadium, sekaligus menyumbang emas pertama Irlandia Utara pada pesta olahraga tersebut.

Atlet yang tercatat pernah menjadi peraih perak dunia di nomor indoor maupun outdoor itu menyelesaikan seluruh rangkaian heptathlon dengan total 6.569 poin. Kemenangan ini sekaligus menjadi yang pertama melahirkan juara heptathlon baru dalam delapan tahun terakhir di ajang tersebut.

Kompetisi heptathlon di Glasgow menghadirkan persaingan ketat dari para pesaingnya. Jade O’Dowda dari Inggris finis dengan perolehan cukup untuk medali perak, sementara Tori West dari Australia keluar sebagai pemegang medali perunggu.

Bagi O’Connor, ini merupakan emas senior pertamanya di nomor outdoor. Ia juga menghadirkan emas di Commonwealth Games untuk kali pertama dalam upayanya yang ketiga, setelah pada edisi 2018 ia harus puas di posisi kedelapan dan pada 2022 meraih perak.

Dengan hasil tersebut, O’Connor menjadi peraih medali ke-12 bagi Irlandia Utara di Commonwealth Games 2026. Untuk cabang atletik, ini juga menjadi emas pertama Irlandia Utara sejak 1986, menandai jeda panjang yang akhirnya terputus.

Masuk ke nomor heptathlon, O’Connor berstatus favorit menjelang persaingan. Keyakinan itu menguat setelah pengunduran diri belakangan dari atlet Inggris, Katarina Johnson-Thompson, yang sebelumnya meraih medali emas pada edisi 2022.

Memimpin sejak dua nomor pertama

Di hari pertama kompetisi pada Selasa, O’Connor langsung menunjukkan kendali. Ia memimpin klasemen setelah menjalani dua nomor awal, yaitu lari 100 meter gawang dan lompat tinggi.

Pada nomor 100 meter gawang, O’Connor mencatat waktu 13,54 detik. Setelah itu ia melesat di lompat tinggi dengan raihan 1,82 meter untuk mengumpulkan poin penting di fase awal.

Sesi berikutnya berlangsung pada sore hingga malam dengan kondisi hujan yang membuat performa semakin menantang. Di tengah cuaca yang berubah, ia menjalani nomor tolak peluru dan mencatat jarak 12,85 pada percobaan yang ia hadapi.

Setelah penampilan tersebut, O’Connor menyatakan bahwa ia merasa “gutted”. Kendati demikian, ia tidak membiarkan momentum negatif berlarut-larut dan segera melakukan pemulihan strategi.

Langkah perbaikan itu terlihat ketika ia turun pada nomor 200 meter. O’Connor membukukan waktu terbaik musimnya, 24,14 detik, hanya terpaut 0,07 detik dari rekor personalnya, sekaligus membuatnya unggul saat melintasi garis finis di heat.

Secara akumulasi, ia mengumpulkan 3.731 poin dari empat nomor yang telah dijalani. Dengan catatan tersebut, O’Connor menutup hari pertama dengan menempati puncak klasemen menuju hari kedua pada Rabu.

Keunggulan O’Connor pada fase ini tercatat 49 poin di atas O’Dowda. Perbedaan itu membuat posisinya tampak berada dalam jalur yang nyaman menuju emas, setidaknya hingga kompetisi bergerak ke nomor-nomor berikutnya.

Loncat jauh dan lempar lembing menjaga jarak

Pada Rabu pagi, O’Connor kembali menambah jarak yang sebelumnya sudah ia bangun. Ia menorehkan lompatan 1,82 meter pada nomor lompat jauh dan memperpanjang momentum dengan lempar lembing yang menjadi catatan terbaik musimnya, yaitu 52,85 meter.

Hasil pada dua nomor tersebut membuatnya semakin jauh di klasemen dengan margin 258 poin. Dengan angka itu, O’Connor berada pada posisi yang sangat kuat untuk memastikan medali emas pada nomor penutup.

Nomor 800 meter menjadi penentu akhir. O’Connor menuntaskan balapan 800 meter dengan waktu 2:10.45 untuk memastikan finis pertama sekaligus membawa pulang emas bagi Irlandia Utara.

Kemenangan ini juga membawa makna historis tersendiri. Irlandia Utara akhirnya memperoleh medali emas multi-nomor sejak Dame Mary Peters menjuarai pentathlon pada 1974, sebuah jeda yang kini berakhir lewat penampilan O’Connor.

Rekan setim dan jadwal pengalungan medali

Di antara atlet Irlandia Utara lainnya, Anna McCauley mencatat penampilan yang turut diperhatikan. Ia menutup heptathlon di posisi kedelapan dalam klasemen, walaupun pada nomor 800 meter ia tercatat sebagai yang tercepat kedua di belakang O’Connor.

Dengan demikian, O’Connor menjadi wajah utama kesuksesan Irlandia Utara di Scotstoun Stadium. Ia akan menerima medali emasnya pada Kamis pukul 18:30 BST, menutup rangkaian kompetisi heptathlon Commonwealth Games 2026 di Glasgow.

Medali yang diraih O’Connor tidak hanya menambah koleksi untuk negaranya, tetapi juga mengakhiri penantian panjang atletik Irlandia Utara di ajang tersebut. Di sisi lain, hasil yang ditorehkan O’Dowda dan West mengunci persaingan ketat di posisi teratas, sementara debut juara baru heptathlon menjadi penanda bahwa perburuan medali di Glasgow tetap menyajikan kejutan.