Peristiwa

Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang, Asap Hitam Membubung

×

Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang, Asap Hitam Membubung

Sebarkan artikel ini
Pabrik Sandal di Tangerang Terbakar, Asap Hitam Membubung News 22 Juni 2026
Ilustrasi: Pabrik Sandal di Tangerang Terbakar, Asap Hitam Membubung

jurnalistik.co.id – Asap hitam pekat membumbung dari lokasi kebakaran pabrik sandal di Batuceper, Kota Tangerang, Banten, pada Senin (22/6/2026) dini hingga malam hari. Kobaran api terlihat melahap bangunan pabrik, sementara warga berada di sekitar lokasi untuk menyaksikan dari jarak aman.

Keterangan mengenai kejadian itu disampaikan dalam siaran langsung dari akun TikTok @Ochim. Dalam rekaman tersebut, asap berwarna hitam pekat tampak terus naik ke langit, seiring api yang masih berkobar.

Di tengah pengamatan warga, kobaran api terlihat terus membesar dan menerangi suasana malam di sekitar area kejadian. Visual yang terekam menunjukkan api yang makin intens, sementara kumpulan warga terlihat berkerumun di titik pandang yang mereka anggap aman.

Ochim juga menggambarkan kedekatan lokasi kebakaran dengan titik penting di sekitar area tersebut. “Dekat stasiun, tapi gak dekat banget,” ujarnya dalam siaran langsung.

Selain jarak, Ochim turut menyebutkan kesan yang muncul dari lokasi kebakaran. “Bau karet kebakaran banget,” kata Ochim, mengisyaratkan bahwa material yang terbakar menimbulkan aroma menyengat di sekitar lingkungan.

Dari rekaman yang sama, warga tidak hanya memperhatikan tinggi kepulan asap, tetapi juga memantau perubahan ukuran nyala api dari waktu ke waktu. Saat asap semakin tebal, kobaran api terlihat tetap aktif, sehingga warga memilih tetap mengamati dari luar area terdampak.

Upaya pemadaman juga disebut masih berlangsung pada saat siaran langsung berlangsung. “Damkar sudah datang dari tadi,” ujar Ochim, menandakan petugas pemadam kebakaran telah tiba lebih awal sebelum ia melakukan pengamatan.

Hingga saat laporan disampaikan, petugas pemadam kebakaran terus berupaya memadamkan api yang tampak terus membesar. Pernyataan itu menggambarkan kondisi yang belum sepenuhnya terkendali pada momen pemberitaan.

Meski tidak disertai detail teknis mengenai sumber api, ukuran kepulan asap dan gambaran kobaran yang terus menyala menjadi indikator utama situasi darurat yang terjadi di lokasi pabrik tersebut. Di sekitar kawasan, keberadaan warga yang menyaksikan langsung menunjukkan perhatian tinggi terhadap perkembangan pemadaman.

Dalam pemberitaan, Kompas.com juga menyebut komitmen untuk menyajikan informasi yang jernih, tepercaya, dan berimbang. Dengan dasar itu, laporan kejadian kebakaran ini pada intinya merangkum kondisi di lapangan sebagaimana terpantau melalui siaran langsung serta keterangan dari Ochim.

Berdasarkan keterangan yang tercatat, kebakaran pabrik sandal di Batuceper, Kota Tangerang, menjadi peristiwa yang memunculkan kepulan asap hitam tebal dan kobaran api yang terlihat terus membesar. Situasi tersebut diikuti dengan adanya petugas pemadam kebakaran yang telah datang, sementara warga tetap mengamati perkembangan dari jarak aman.

Dalam rekaman yang sama, pengamatan tidak hanya berhenti pada warna asap, tetapi juga mengikuti dinamika di lokasi dari waktu ke waktu. Asap hitam yang terus menguat membuat kerumunan warga tetap berada di titik pandang mereka, sambil sesekali menilai apakah nyala api berubah intensitas. Aktivitas kobaran yang terlihat belum mereda ikut memengaruhi pilihan warga untuk menonton dari jarak aman, bukan mendekat ke bangunan yang terdampak.

Ochim dalam siaran langsung turut menekankan pengalaman langsung di sekitar area kebakaran, termasuk kesan jarak yang terasa “dekat stasiun” namun tetap tidak sedekat itu. Ia juga menyebut aroma “bau karet kebakaran” yang tercium dari sekitar lokasi, sehingga suasana di lingkungan tampak semakin tegas sebagai tanda material terbakar menghasilkan bau menyengat. Pada saat yang diberitakan, kedatangan pemadam kebakaran disebut sudah berlangsung sejak lebih awal, namun upaya pemadaman yang terus dilakukan menggambarkan bahwa kondisi saat laporan disampaikan masih dalam proses penanganan.