jurnalistik.co.id – Seorang Ketua RW di Kota Tangerang menceritakan bahwa bendera Merah Putih sepanjang 400 meter di Perumahan Puri Dewata Indah 1, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, bisa rampung dan terpasang dalam waktu sangat singkat.
Momon Simon (45), Ketua RW 06, menjelaskan bahwa prosesnya dimulai dari pembelian kain hingga pemasangan di jalan lingkungan, dengan total waktu sekitar 20 jam.
Menurut Momon, ia membeli kain pada Kamis, lalu kain tersebut dibawa ke rumah dan sore harinya langsung dikerjakan oleh istrinya untuk menyambung potongan-potongan kain hingga panjang mencapai 400 meter.
“Untuk bendera ini cuma butuh waktu 20 jam dari mulai saya beli. Hari Kamis saya beli, nyampe rumah sore, langsung saya suruh istri yang menjahit untuk menyambung-nyambung sampai 400 meter. Malam itu juga langsung kita pasang,” ujar Momon saat ditemui di lokasi pada Selasa (4/8/2026).
Ia menyebut ide pembuatan bendera raksasa itu muncul menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia. Tidak ada persiapan panjang sebelum pekerjaan dimulai.
Setelah proses penjahitan selesai, bendera tersebut langsung dipasang pada malam yang sama dengan melibatkan warga serta pengurus lingkungan.
Dalam penuturannya, kebiasaan mengambil keputusan dengan cepat dianggap sudah menjadi bagian dari gaya kepemimpinannya sejak ia dipercaya menjadi Ketua RW pada 2022.
Momon mengatakan ia lebih mengandalkan insting dibanding terlalu lama memikirkan rencana sebelum eksekusi dilakukan.
Berita Terkait
Ia juga menyampaikan pesan yang biasa ia sampaikan kepada warga, sebagaimana kutipannya: “Saya selalu bilang ke warga, kalau mau dipimpin sama saya, siap-siap warganya ikut ‘Pe’a’ (pendek akal/nekat). Karena saya kalau ada ide tidak pernah direncanakan lama-lama, selalu insting dan langsung gas. Alhamdulillah warga dan pengurus RT/RW selalu mengikuti,” katanya.
Bagi Momon, tujuan membuat bendera sepanjang 400 meter tidak berhenti pada perayaan semata. Ia menilai, keberadaan dekorasi itu dapat membantu mengubah cara pandang masyarakat terhadap Perumahan Puri Dewata Indah yang sebelumnya kurang dikenal.
Sebelum menjabat sebagai Ketua RW, ia mengaku warga sering kesulitan menjelaskan lokasi tempat tinggal mereka. Menurutnya, ketika disebutkan, kawasan itu kerap dikaitkan dengan kompleks lain.
“Dulu Puri Dewata Indah ini tidak ada yang tahu. Kalau ditanya orang tinggal di mana, jawabnya di dekat kompleks sebelah yang jalannya jelek. Jadi selalu yang jeleknya keikut,” ujarnya.
Karena itu, ia memilih menghadirkan sesuatu yang berbeda agar wilayahnya memiliki identitas sendiri dan lebih mudah dikenali oleh orang luar.
Ia menyatakan pilihannya pada pendekatan yang ia sebut tidak biasa, seperti yang ia ungkapkan: “Begitu saya jadi RW di periode pertama tahun 2022, saya pengin Puri Dewata Indah ini lepas dari stigma itu. Makanya saya pakai cara-cara yang lebih ‘gila’ dari yang lain supaya wilayah ini dikenal,” kata Momon.
Bukan hanya bendera 400 meter yang dibuat. Momon juga menyebut, di lingkungan RW 06 terdapat dekorasi lainnya yang ikut meramaikan suasana menyambut HUT RI, dengan memanfaatkan barang-barang sederhana yang tersedia.
Ia menggambarkan bahwa semangat mengerjakan sesuatu yang cepat dan melibatkan warga menjadi kunci hingga akhirnya pemasangan bendera bisa dilakukan pada malam hari yang sama dengan selesainya penjahitan.
Dengan waktu total sekitar 20 jam, bendera raksasa itu kemudian menjadi bagian dari pemandangan di jalan lingkungan Perumahan Puri Dewata Indah 1, sekaligus menjadi upaya untuk membuat kawasan tersebut lebih dikenal masyarakat luas.












