Peristiwa

Korsleting di SMPN 2 Karangpandan Bakar Kertas Ijazah, Kerugian Rp560 Juta

×

Korsleting di SMPN 2 Karangpandan Bakar Kertas Ijazah, Kerugian Rp560 Juta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mau Cetak Ijazah, Kepala SMPN 2 Karangpandan Karanganyar: Kertas Hangus Terbakar

jurnalistik.co.id – Kebakaran melanda SMPN 2 Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, pada Rabu (1/7/2026) pagi dan menghanguskan kertas ijazah serta sejumlah berkas serta peralatan di sekolah tersebut. Api juga merusak fasilitas di tiga ruangan sekolah yang menjadi pusat administrasi.

Peristiwa ini terjadi di ruang tata usaha, ruang arsip, serta ruang kepala sekolah. Dalam insiden tersebut, berbagai dokumen dan barang-barang yang tersimpan di ruangan-ruangan itu ikut terbakar.

Selain berkas, sejumlah perangkat elektronik yang berada di lokasi kejadian juga mengalami kerusakan. Di antaranya komputer, LCD, laptop, mesin scanner, dan peralatan penunjang administrasi lain yang ada di ruangan yang terdampak.

Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari ruang server di bagian tata usaha. Dugaan ini merujuk pada kondisi yang ditemukan setelah api merambat dan melalap isi ruangan.

Pasca kejadian, para guru terlihat memilah dokumen yang masih bisa diselamatkan. Sementara itu, perabot serta perangkat elektronik yang berhasil dipindahkan kemudian diletakkan di halaman sekolah.

Kertas ijazah terbakar, data nilai disebut aman

Kepala SMPN 2 Karangpandan, Evi Nurtiyana, menyatakan bahwa pihak sekolah saat ini masih melakukan pendataan dampak kebakaran. Ia menjelaskan bahwa pegawai tata usaha dan pihak-pihak terkait masih mengalami keterkejutan atas kejadian tersebut.

Dalam pendataan itu, sekolah juga memastikan bahwa kertas ijazah ikut hangus terbakar. Evi mengatakan pihaknya sedang berusaha menyiapkan pencetakan ijazah, namun seluruh kertas ijazah yang tersedia di sekolah terbakar dalam kebakaran.

Evi menyebut ada sekitar 182 anak yang lulus pada tahun ini. Ia juga menerangkan bahwa selain kertas ijazah, terdapat buku induk dan rapat anak pindahan yang saat ini masih dalam proses arsip, sehingga turut terdampak oleh kebakaran.

β€œKita mau print ijazah, kertas ijazahnya hangus semua,” ujarnya kepada Kompas.com pascakebakaran.

Kendati demikian, Evi menegaskan bahwa data nilai siswa dinyatakan aman. Dengan demikian, kendala utama yang dihadapi lebih pada dokumen fisik yang menjadi bahan pencetakan serta arsip yang tersimpan di ruangan terdampak.

Ia menambahkan bahwa sekolah akan terus mengolah hasil pendataan untuk menentukan langkah pemulihan administrasi yang diperlukan. Koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan agar proses penggantian dokumen dapat berjalan sesuai ketentuan.

Kerugian diperkirakan sekitar Rp560 juta

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan bahwa estimasi kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan sekitar Rp560 juta. Nilai tersebut merujuk pada kerusakan yang terjadi pada fasilitas dan peralatan di ruangan yang terbakar.

Menurut Hendro, dinas telah berkoordinasi dengan kementerian untuk kebutuhan pemulihan pascakebakaran. Tahap selanjutnya, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jateng akan melakukan survei ke lapangan.

Setelah survei dilakukan, hasilnya akan menjadi dasar untuk proses pengusulan bantuan revitalisasi. Hendro menyebut langkah itu diambil sebagai tindak lanjut agar pemulihan fasilitas sekolah dapat ditangani secara lebih terarah.

Dengan adanya koordinasi tersebut, pihak sekolah berharap proses pemulihan tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pada kelancaran administrasi akademik bagi para siswa yang menjadi lulusan tahun ini. Sementara itu, pendataan internal masih terus berjalan untuk memetakan dokumen yang terdampak dan menentukan kebutuhan penggantian.

Selama pendataan berlangsung, sekolah berfokus pada pemetaan dokumen yang terdampak serta menyusun langkah pemulihan administrasi untuk kebutuhan kelulusan tahun ini. Beberapa barang yang sempat dipindahkan kemudian ditata di halaman sekolah sebagai bagian dari proses penanganan pascakejadian.

Di sisi lain, Disdikbud Karanganyar menegaskan koordinasi dengan kementerian untuk kebutuhan pemulihan sudah dilakukan. Tahap berikutnya menunggu survei lapangan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jateng, yang hasilnya akan menjadi dasar pengusulan bantuan revitalisasi.

Dari hasil pendataan yang sedang dihimpun, pihak sekolah berharap proses pemulihan dapat menjawab kebutuhan fisik sekaligus kelancaran administrasi akademik. Dengan demikian, kendala yang muncul akibat hilangnya berkas fisik dan arsip di ruang terdampak dapat ditangani sesuai prosedur, tanpa menghambat layanan bagi para siswa lulusan tahun ini.