jurnalistik.co.id – Kebakaran melanda SDN Kawalo di Pulau Taliabu, Maluku Utara. Peristiwa itu terjadi di Desa Kawalo-Woyo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, pada Senin (29/6/2026) sore sekitar pukul 16.50 WIT.
Api menghanguskan satu bangunan sekolah yang di dalamnya dibagi menjadi tiga ruangan. Dari total tiga ruang tersebut, seluruhnya terdampak oleh kebakaran.
Warga setempat bergerak cepat saat insiden terjadi. Salah seorang guru SDN Kawalo, Amin Rais Umagap, menyebut upaya pemadaman dilakukan dengan peralatan yang tersedia seadanya.
Menurut Amin, kobaran api akhirnya bisa dikendalikan sekitar satu jam setelah kejadian. Penanganan darurat itu membuat proses pembelajaran yang masih berlangsung di area sekolah tetap diupayakan agar tidak sepenuhnya berhenti.
Amin menjelaskan, bangunan yang mengalami kebakaran memang digunakan untuk kebutuhan sekolah. Di dalamnya, satu ruangan dimanfaatkan sebagai gudang tempat menyimpan barang bekas yang sudah tidak terpakai, sedangkan dua ruangan lain masih dipakai untuk kegiatan belajar siswa kelas 1 dan 2.
“Satu bangunan tapi didalamnya dibagi tiga ruangan, satu kami jadikan gudang untuk simpan barang bekas yang sudah tidak pakai, dan dua bangunan lainnya kami masih pakai untuk proses belajar untuk siswa kelas 1 dan 2,” kata Amin saat ditemui pada Selasa (30/6/2026).
Ia menambahkan, pihak sekolah belum mengetahui penyebab kebakaran secara pasti. Amin juga menilai dampak kerusakan dapat berupa kerugian yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, mengingat bangunan yang “rata” terkena api.
Di lapangan, personel Polres Pulau Taliabu turun ke lokasi kejadian untuk memeriksa kondisi bangunan. Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi faktor penyebab kebakaran.
Informasi yang dirilis pada Selasa (30/6/2026) menunjukkan bahwa penyelidikan masih berlangsung, dan hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan pemicu kebakaran.
Keterangan guru disampaikan pada Selasa (30/6/2026), sehari setelah peristiwa terjadi. Pada waktu itu, upaya pemadaman telah selesai dan perhatian beralih ke pemeriksaan serta penanganan dampak kebakaran.
Masuk program rehabilitasi Kemendikbud
Di tengah penyelidikan, Disdikbud Pulau Taliabu menyampaikan kabar terkait rencana pemulihan fasilitas sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Taliabu, Damruddin Rahman, menyebut tiga ruangan yang terdampak sebelumnya sudah terdata untuk direhabilitasi.
Damruddin menjelaskan informasi tersebut tersedia dalam dasbor Kemendikbud. Ia menyampaikan bahwa bantuan yang dimaksud tercatat untuk skema revit rehab. “Sudah di dasbor kemendikbud untuk bantuan revit rehab,” ujarnya.
Menurut Damruddin, anggaran revitalisasi bangunan sekolah bersumber dari APBN. Namun, ia menegaskan pihaknya belum dapat menyebut besaran nominal bantuan maupun rencana waktu pelaksanaan, karena masih menunggu tahapan lanjutan.
Ia menyatakan nilai bantuan akan diketahui setelah proses tertentu dilakukan, yakni ketika pihak terkait dipanggil dalam kegiatan bimbingan teknis. “Anggarannya ada setelah dipanggil bimtek,” pungkasnya.
Dengan demikian, kebakaran tersebut membawa konsekuensi pada dua tahap yang berjalan bersamaan: pemeriksaan kepolisian untuk mengetahui sebab insiden, serta pengelolaan rehabilitasi fasilitas sekolah sesuai program yang tercatat di Kemendikbud.
Detail pelaksanaan bantuan juga belum dipaparkan secara lengkap. Sampai hasil pemeriksaan polisi keluar dan tahapan bimbingan teknis dilakukan, sekolah dan pemerintah daerah masih menunggu informasi lanjutan mengenai nilai anggaran serta jadwal perbaikan.
Pihak Disdikbud menekankan sumber pendanaan berasal dari APBN. Meski demikian, rincian nilai bantuan tetap mengikuti mekanisme setelah pemanggilan dalam bimtek.
Sementara itu, kepolisian masih bekerja di lokasi untuk mengungkap pemicu kebakaran yang menimpa SDN Kawalo. Prosesnya menjadi dasar bagi langkah penanganan lanjutan setelah kejadian.












