jurnalistik.co.id – Lima penumpang KM Nurul Salsa ditemukan selamat setelah bertahan selama empat hari di tengah laut dengan berpegangan pada rumpon milik nelayan.
Mereka kemudian dievakuasi tim SAR gabungan dan menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada keluarga.
Ditemukan di perairan Selayar
Kelima korban ditemukan pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 17.00 WITA di perairan sekitar Pulau Matallang, sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Penemuan itu berawal dari informasi kapal yang melintas di area tersebut. Korban ditemukan oleh Kapal Motor Nelayan (KMN) Sinar Mattoanging 04 asal Kabupaten Bulukumba.
Setelah mengetahui adanya korban, nahkoda kapal berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi. Proses itu dilakukan menggunakan KN SAR Kamajaya.
āAlhamdulillah kami kembali menerima kabar bahwa lima korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh KMN Sinar Matoanging 04 di sekitar Pulau Matallang,ā kata Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Basarnas Makassar, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu.
Kepala Basarnas menjelaskan bahwa tim segera mengevakuasi para korban agar mendapatkan penanganan medis sekaligus pendataan lanjutan. āSaat ini KN SAR Kamajaya telah berada di lokasi untuk melaksanakan intercept dan mengevakuasi para korban agar segera mendapatkan penanganan medis serta pendataan lebih lanjut,ā dia.
Adapun lima korban yang ditemukan selamat yakni Sitti Amang (55), warga Dusun Parang, Desa Bontomalling, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Selayar; Andi Samad (62), warga Dusun Parang, Desa Bontomalling, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Selayar.
Berikutnya, Bau Asseng (23), warga Dusun Marege, Desa Ma’munasa, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Selayar; Diska Yanti (7), warga Dusun Marege, Desa Ma’munasa, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Selayar; serta Sri Ardita (17), warga Dusun Bonelambere, Desa Lembang Baji, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Selayar.
Berita Terkait
Menurut informasi yang dihimpun, kelima korban mampu bertahan hidup dengan berpegangan pada rumpon nelayan hingga akhirnya ditemukan kapal yang melintas di sekitar lokasi.
āPenemuan ini menjadi penyemangat bagi seluruh unsur SAR gabungan yang masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban lainnya. Kami berharap masih ada korban lain yang dapat ditemukan dalam kondisi selamat,ā ujar Muhammad Arif Anwar.
Insiden tenggelam dan pencarian lanjutan
Insiden tersebut bermula saat KM Nurul Salsa berangkat dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal tenggelam pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA saat berada sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng.
KM Nurul Salsa mengangkut 78 penumpang. Hingga proses penyelamatan berlangsung, 57 penumpang telah berhasil diselamatkan, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan setelah ditemukannya lima korban selamat, masih terdapat 15 penumpang yang belum ditemukan serta masih dalam pencarian.
Basarnas Makassar memastikan proses evakuasi dilakukan sesuai prosedur. Setelah dievakuasi, para korban menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dulu sebelum diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban lainnya terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Mereka menyisir perairan dan memantau area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban berdasarkan analisis arus serta kondisi cuaca.
Dengan bertambahnya lima korban yang ditemukan selamat, tim SAR tetap melanjutkan pencarian untuk memastikan tidak ada penumpang yang terlewat dan peluang keselamatan bagi korban lain tetap terbuka.
Informasi awal mengenai keberadaan korban pertama kali muncul dari laporan kapal yang melintas di sekitar perairan tempat kejadian. Setelah itu, komunikasi antara nahkoda kapal nelayan dengan tim SAR gabungan membuat respons pencarian bisa segera digerakkan di lokasi kejadian.
Begitu para korban berhasil dievakuasi, petugas langsung melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus pendataan untuk mencocokkan identitas dan memantau kondisi fisik mereka. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan sebelum para korban dipertemukan kembali dengan keluarga.
Meski lima penumpang kembali ditemukan dalam keadaan selamat, Basarnas tetap melanjutkan operasi pencarian terhadap penumpang lain yang belum terdata. Tim terus menyisir area perairan serta mengoptimalkan pemantauan berdasarkan dugaan jalur hanyut, agar tidak ada korban yang terlewat dan peluang keselamatan tetap terbuka.












