jurnalistik.co.id – Fitria Gustina, pelaku UMKM asal Kota Bengkulu, memulai usaha Batik Besurek yang ia tangani selama 10 tahun hingga akhirnya produknya menembus pasar Malaysia dan Singapura.
Lewat Oase Gallery, rumah produksi yang ia kelola, Fitria juga menyerap tenaga kerja dari masyarakat lokal. Usaha ini secara rutin melakukan pengiriman ke luar negeri sebanyak tiga hingga empat kali setiap tahun dengan tujuan Malaysia dan Singapura.
Batik Besurek yang dihasilkan memiliki beragam motif. Di antaranya kaligrafi arab gundul, bunga rafflesia, serta ragam flora dan fauna lokal yang menjadi ciri khas Bengkulu.
Bagi Fitria, langkah membawa Batik Besurek melintasi batas negara merupakan kebanggaan tersendiri. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut sekaligus menjadi cara memperkenalkan produk khas daerah ke mancanegara.
Perkenalkan Besurek ke pasar luar negeri
Fitria mengatakan, “Kami merasa sangat senang karena bisa memperkenalkan produk khas Bengkulu ke mancanegara. Ke depan, kami berharap dapat mengikuti lebih banyak event internasional, khususnya di Eropa, agar Batik Besurek semakin dikenal dunia,” ujarnya.
Dengan pengalaman yang terus berkembang, Oase Gallery tidak hanya menyiapkan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha agar mampu memenuhi permintaan pasar. Pada momen ketika permintaan meningkat, Fitria menggandeng perajin lokal untuk membantu proses produksi.
Di sisi lain, pengiriman yang terjadwal menjadikan usaha lebih terarah dalam menjangkau konsumen luar negeri. Upaya tersebut turut mendukung pelestarian Batik Besurek sebagai warisan budaya Bengkulu melalui kerja yang nyata di tingkat produksi.
Seiring bertambahnya penerimaan pasar, Oase Gallery kini mencatat omzet sekitar Rp 50 juta per bulan dan memberdayakan enam tenaga kerja. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari aktivitas usaha turut dirasakan masyarakat sekitar.
Pendampingan sejak 2019 membantu penguatan usaha
Perjalanan Oase Gallery menuju pasar global tidak terlepas dari pendampingan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sejak 2019. Dukungan yang diberikan meliputi penguatan sarana produksi, pelatihan manajemen usaha, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam berbagai pameran.
Fasilitasi pameran tersebut membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM di Bengkulu. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan membantu usaha menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kesiapan dalam merespons kebutuhan pasar ekspor.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi menilai perkembangan Oase Gallery menunjukkan potensi besar UMKM lokal untuk bersaing di tingkat internasional. Ia menyampaikan, “Sejak 2019 kami mendampingi Oase Gallery dan melihat pertumbuhannya yang sangat positif. Mereka tidak hanya menjaga warisan budaya Batik Besurek tetap lestari, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ini menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu naik kelas dan memiliki daya saing di pasar global,” ujar Rusminto.
Menurutnya, pembinaan berkelanjutan itu turut mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan dukungan yang terarah, upaya Fitria dan Oase Gallery terus bergerak memperkuat posisi Batik Besurek Bengkulu di mata pasar Malaysia dan Singapura.
Keunikan Batik Besurek terlihat dari pilihan motifnya yang menampilkan identitas Bengkulu. Keragaman pola, mulai dari kaligrafi arab gundul, bunga rafflesia, hingga ragam flora dan fauna lokal, membantu produk ini tampil khas dan mudah dikenali oleh pembeli di luar negeri.
Dalam menjalankan produksi, Oase Gallery membangun pola kerja yang selaras dengan ritme permintaan. Saat kebutuhan meningkat, Fitria menguatkan proses produksi dengan melibatkan perajin lokal agar pengerjaan tetap konsisten. Jadwal pengiriman yang rutin juga membuat pelaksanaan usaha lebih terarah ketika menyiapkan barang untuk tujuan Malaysia dan Singapura.
Pendampingan yang diterima sejak 2019 turut memberi ruang bagi penguatan kemampuan usaha. Dukungan yang mencakup penguatan sarana produksi, pelatihan manajemen, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam pameran membuat Oase Gallery semakin siap merespons kebutuhan pasar ekspor. Rusminto menegaskan bahwa perkembangan seperti ini menunjukkan bagaimana UMKM dapat naik kelas, menjaga keberlanjutan warisan budaya, sekaligus menghadirkan dampak ekonomi yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.






