Bisnis & Ekonomi

Omzet Rp 26 M BUMDes Sumber Kamulyan Dorong BPJS hingga THR Warga Desa Wunut, Klaten

×

Omzet Rp 26 M BUMDes Sumber Kamulyan Dorong BPJS hingga THR Warga Desa Wunut, Klaten

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cerita Sukses BUMDes Sumber Kamulyan Desa Wunut Klaten, Pendapatan Puluhan Miliar sehingga Ada BPJS hingga THR untuk Warga

jurnalistik.co.id – Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menunjukkan contoh bagaimana pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa mendorong kesejahteraan warga. Lewat BUMDes Sumber Kamulyan, pendapatan usaha ditargetkan berujung pada pemenuhan program bagi masyarakat, termasuk BPJS hingga THR.

Dari upaya yang dimulai bertahap, BUMDes Sumber Kamulyan yang berdiri sejak 2016 kini mencatat omzet yang terus bertumbuh. Pada 2025, omzetnya disebut telah mencapai sekitar Rp 26 miliar, dengan penggerak utama dari sektor wisata air.

Modal awal dan perjalanan usaha

Kepala Desa Wunut, Iwan Iwan Sulistiya Setiawan, menjelaskan bahwa pembangunan BUMDes dilakukan menggunakan dana desa. Ia menyebut ada alokasi dana desa sekitar 2,4 miliar secara bertahap yang digunakan sejak 2016 hingga periode berikutnya.

“Kita mulai membangunnya 2016 menggunakan dana desa. Dana desa yang kita alokasikan di BUMDes itu sekitar 2,4 miliar secara bertahap. Jadi dari 2016, 2017, 2018 sampai 2022,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com melalui telepon pada Kamis (30/7/2026) malam.

Iwan menambahkan, usaha yang mula-mula digarap berada pada layanan wisata air. Umbul Pelem Waterpark kemudian dibuka mulai tahun 2018, sebagai titik awal pengembangan usaha yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan pendapatan.

Ia melanjutkan penjelasannya dengan menggambarkan perkembangan omzet: “Seiring perjalanan waktu dari dana desa ini alhamdulillah bisa berkembang. Ini kalau modal kita Rp 2,4 miliar dari dana desa, itu omzet sampai tahun 2025 kemarin itu sudah sekitar Rp 26 miliar,” katanya.

Wisata air sebagai motor pendapatan

Pengelolaan wisata air tidak hanya berhenti pada satu unit. Desa Wunut juga mengembangkan wisata air dengan ciri khas, termasuk pemisahan area untuk pengunjung laki-laki dan perempuan.

Iwan menyampaikan bahwa pengembangan Umbul Pelem menghasilkan unit wisata tambahan bernama Umbul Gede. Ia menyebut Umbul Gede mulai dibuka pada Desember 2025.

“Pengembangan Umbul Pelem ini kita punya wisata air lagi. Cuma punya ciri khas tersendiri. Jadi kolam renang wanita dan laki-laki dipisah. Itu namanya Umbul Gede. Kita buka Desember tahun 2025,” jelas Iwan.

Di sisi lain, BUMDes Sumber Kamulyan juga menguatkan ketahanan pangan melalui sejumlah unit usaha. Iwan menyebut ada peternakan ayam, perikanan budidaya nila, serta pertanian sebagai bagian dari kegiatan ekonomi desa.

Untuk Umbul Pelem Waterpark, pengelolaannya dibangun di atas lahan sekitar 9.000-an meter persegi. Di dalam area itu terdapat enam kolam yang disiapkan dengan fungsi berbeda, mulai dari kolam renang dewasa hingga kolam terapi ikan.

Enam kolam tersebut terdiri atas kolam renang dewasa, kolam renang anak, kolam renang balita, kolam renang untuk waterboom dua, kolam renang mandi busa, serta kolam untuk terapi ikan. Pembagian fasilitas ini dimaksudkan agar pengunjung dari berbagai rentang usia mendapatkan layanan yang sesuai.

Jam operasional dan tren jumlah pengunjung

Umbul Pelem beroperasi mulai pukul 05.00–16.00 WIB. Sementara itu, untuk Umbul Gede disebut dibuka pada pukul 06.00–16.00 WIB.

Awal pembukaan pun masih menunjukkan dinamika. Iwan menuturkan bahwa pada fase awal, jumlah pengunjung masih sedikit, dengan sekitar 100 pengunjung per hari.

Seiring waktu berjalan, minat datangnya pengunjung meningkat. Saat ini, pada hari biasa jumlahnya bisa mencapai 500 sampai 1.000 pengunjung.

Ketika kalender sekolah memasuki masa libur, jumlah pengunjung dapat naik lebih tinggi. Dalam periode libur sekolah, Iwan menyebut sehari bisa mencapai sekitar 3.000 pengunjung.

Pada hari Sabtu dan Minggu, peningkatan juga terlihat jelas. Pengunjung pada akhir pekan dapat berada di atas 4.000 orang, bahkan mencapai sekitar 7.000 pengunjung per hari.

Struktur tiket untuk Umbul Pelem dan Umbul Gede

Kebijakan tiket disesuaikan dengan hari kerja maupun akhir pekan serta hari libur nasional. Iwan menjelaskan tarif untuk Umbul Pelem pada weekday (Senin–Jumat) sebesar Rp 8.000.

Adapun pada Sabtu-Minggu serta hari libur nasional, tarif Umbul Pelem menjadi Rp 10.000. Untuk Umbul Gede, pada weekday tarifnya disebut Rp 6.000, sedangkan pada weekend menjadi Rp 8.000.

Pendapatan yang terbentuk dari kegiatan wisata air tersebut menjadi bagian penting dari akumulasi omzet BUMDes yang disebut mencapai sekitar Rp 26 miliar pada 2025. Melalui skema usaha yang berkelanjutan, desa juga menempatkan hasil pengelolaan BUMDes sebagai landasan untuk program bagi warga, termasuk BPJS hingga THR.

Dari pengalaman Desa Wunut, terlihat bahwa perencanaan modal awal, pengembangan bertahap, hingga perluasan unit usaha dapat menjadi pola yang mendukung keberlangsungan ekonomi di tingkat desa. Dengan pengelolaan wisata yang terus ditingkatkan dan unit ketahanan pangan yang ikut diperkuat, BUMDes Sumber Kamulyan berupaya menjaga roda pendapatan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.