Internasional

Kisah Pilu Gempa Venezuela: Ibu Tewas Demi Menyelamatkan Putrinya

×

Kisah Pilu Gempa Venezuela: Ibu Tewas Demi Menyelamatkan Putrinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kisah Pilu Gempa Venezuela, Ibu Korbankan Nyawa Demi Lindungi Anaknya

jurnalistik.co.id – Gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela bukan hanya menimbulkan kerusakan besar, tetapi juga meninggalkan duka mendalam dari seorang ibu yang tewas saat berusaha memastikan putrinya selamat.

Kabar duka itu disampaikan pesepak bola profesional asal Venezuela, Hector Bello, yang mengutip pemberitaan BBC. Dalam unggahannya, Bello menyebut bahwa “cinta berharganya”, Andrea, telah mengorbankan nyawanya demi memastikan balita mereka selamat dari maut.

Andrea dilaporkan meninggal dunia ketika gempa melanda. Bello menulis bahwa ia kelak akan menceritakan kepada putrinya kisah tentang bagaimana Andrea menyelamatkan nyawanya.

Bello juga menuliskan kutipan yang menggambarkan kehilangan sekaligus penghargaan atas keberanian Andrea. “Aku akan menceritakan kepadanya kelak, kisah bagaimana engkau menyelamatkan nyawanya, sayangku,” tulis Bello, dikutip dari BBC, Jumat (26/6/2026).

Dalam lanjutan pesannya, ia mengungkapkan: “Bagaimana engkau menyerahkan hidupmu sendiri demi putri kita dan bagaimana engkau menjadi wanita pemberani yang tidak pernah melepaskannya, bahkan hingga embusan napas terakhirmu,” tulis Bello.

Di tengah proses pencarian, Bello menyatakan bahwa tim penyelamat internasional dan relawan masih berpacu dengan waktu untuk menemukan korban selamat di balik puing-puing bangunan. Rentetan gempa kembar yang berpusat di dekat Ibu Kota Caracas itu sejauh ini telah merenggut sedikitnya 920 korban jiwa dan menyebabkan lebih dari 3.000 orang luka-luka.

Gempa pertama dan kedua dilaporkan terjadi pada Rabu (24/6/2026) dengan magnitudo 7,2 dan 7,5. Getaran tersebut membuat banyak bangunan runtuh dan mempercepat operasi darurat di area terdampak.

Bello juga mengabarkan bahwa ia segera bertolak menuju Caracas, tempat putrinya saat itu tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Ia menulis, “Putri kecilku beserta bibinya dalam kondisi yang baik, namun mereka belum diperbolehkan pulang hari ini dan masih harus dirawat di rumah sakit. Terima kasih banyak atas segala dukungan dan doa Anda semua selama masa-masa sulit ini.”

Melalui unggahan di Instagram Story, Bello tidak mampu menyembunyikan rasa hancur dan penyesalannya. Ia mempertanyakan bagaimana caranya kelak menjelaskan kehilangan itu, sambil meminta kekuatan untuk menghadapi situasi yang terjadi.

“Bagaimana caraku menjelaskan kepada putri kita nanti bahwa engkau kehilangan nyawa demi menyelamatkan hidupnya, sementara aku tidak ada di sana untuk berbuat sesuatu? Bagaimana aku harus menjelaskannya? Tolong, beri aku kekuatan saat ini,” ratap Bello.

Ucapan belasungkawa juga datang dari organisasi pers dan media sepak bola lokal Venezuela, Cumana de Campeones. Mereka mengonfirmasi bahwa pasangan dari pesepak bola yang akrab disapa “Kike” itu ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan bangunan tempat tinggal keluarga mereka.

Meski Andrea meninggal, sang anak disebut berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup. Laporan serupa kemudian dirilis oleh jaringan media berbahasa Spanyol ternama di AS, Univision.

Di tengah upaya pencarian yang terus berlangsung, duka yang dibagikan Bello menyoroti satu titik paling sulit dalam bencana ini: keputusan seorang ibu untuk mengutamakan keselamatan anaknya bahkan saat waktu hampir habis. Kisah Andrea menjadi bagian dari catatan kelam gempa yang, hingga saat kabar itu disampaikan, telah meninggalkan ratusan korban jiwa dan ribuan korban luka.

Dalam postingan yang ia rujuk dari BBC, Bello menegaskan bahwa Andrea bukan sekadar menjadi korban gempa, melainkan juga sosok yang menempatkan keselamatan anaknya sebagai prioritas ketika keadaan berbalik begitu cepat.

Bello menggambarkan bahwa tim penyelamat dari berbagai pihak tetap bekerja di tengah reruntuhan, sementara informasi tentang korban terus berkembang. Ia menyebut gelombang gempa yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 turut memperparah kerusakan dan mempercepat penanganan darurat.

Di sisi lain, Bello menyampaikan bahwa putrinya dan bibinya sempat berada dalam kondisi baik, namun masih harus menjalani perawatan di rumah sakit sebelum diperbolehkan pulang. Ia kemudian membagikan rasa rapuh lewat unggahan lanjutan, seraya menyampaikan belasungkawa dari media dan komunitas sepak bola yang juga menyebut Andrea ditemukan meninggal di bawah bangunan tempat tinggal keluarga mereka.