Internasional

Seruan pemilu lebih cepat untuk Andy Burnham dan panas ekstrem yang mengganggu tenis

×

Seruan pemilu lebih cepat untuk Andy Burnham dan panas ekstrem yang mengganggu tenis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newspaper headlines: 'Burnham election call' and 'Too hot for tennis'

jurnalistik.co.id – Edisi Sabtu sejumlah surat kabar Inggris memusatkan perhatian pada dua sorotan: seruan agar Andy Burnham memanggil pemilu lebih cepat, serta gelombang panas ekstrem yang berdampak hingga ke dunia olahraga.

Di tengah pembahasan politik yang makin memanas, muncul pula peringatan-peringatan dari sejumlah tokoh senior mengenai kesiapan Burnham menghadapi jabatan tertinggi.

Seruan pemilu lebih cepat untuk Andy Burnham

Daily Telegraph melaporkan, Lord Case—mantan Sekretaris Kabinet—mendesak Burnham agar bersikap “be honest” kepada publik dan menyerukan pemilu lebih awal.

Dalam wawancara dengan surat kabar tersebut, Lord Case menilai Burnham “walking a very difficult tightrope” karena menjanjikan perubahan, tetapi tidak memiliki mandat yang jelas untuk mewujudkannya.

Sementara itu, The i menempatkan angka-angka jajak pendapat sebagai fokus utama. Surat kabar ini menyebut kemungkinan Partai Buruh yang dipimpin mantan wali kota Greater Manchester akan “nudge ahead” Reform UK jika pemilu umum dipanggil pada saat ini.

The i juga menyebutnya sebagai “Burnham bounce”, namun sekaligus mengingatkan bahwa jarak antara dua pihak hanya “wafer thin”, atau sangat tipis.

Independent turut memberi peringatan. Mantan perdana menteri Sir John Major menyampaikan bahwa Andy Burnham mungkin belum siap menghadapi rangkaian ujian yang menyertai jabatan tertinggi di Inggris.

Sir John juga menyerukan agar Inggris bergabung kembali dengan pasar tunggal Uni Eropa dalam waktu lima tahun, serta meminta perdana menteri berikutnya memprioritaskan hubungan yang lebih dekat dengan Eropa.

Di sisi lain, The Guardian menggarisbawahi agenda kebijakan pemerintahan melalui seruan penguatan dukungan terhadap RUU imigrasi milik Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood.

Menurut laporan surat kabar itu, Mahmood akan memperkenalkan legislasi tersebut pada pekan depan, di tengah ketidakpuasan sebagian anggota parlemen Partai Buruh yang menilai batasan klaim suaka terlalu “draconian”.

Daily Mail menulis bahwa Mahmood mempertimbangkan “softening” terhadap kebijakan pengetatan imigrasi. Surat kabar ini mengaitkannya dengan situasi para menteri yang “scramble” untuk meyakinkan pemimpin potensial yang akan datang, yakni Andy Burnham.

Daily Mail juga melaporkan dugaan pengecualian bagi para pekerja perawatan asing. Disebutkan bahwa Home Office diperkirakan akan mengecualikan puluhan ribu pekerja perawatan beserta keluarga mereka dari aturan baru yang memaksa mereka menunggu 10 tahun sebelum memperoleh hak menetap secara permanen di Inggris.

Adapun The Times memuat pratinjau tentang pidato kebijakan pertama Andy Burnham pada pekan depan, sejak pengunduran diri Sir Keir Starmer.

Menurut rencana yang dipaparkan, Burnham diperkirakan akan berargumen bahwa wilayah selatan menanggung akibat kegagalan ekonomi di wilayah utara.

Burnham juga disebut akan mengumumkan rencana untuk mendelegasikan wewenang dan anggaran dari pemerintah pusat kepada wilayah-wilayah di Inggris.

Daily Express mengalihkan fokus pada pernyataan Dame Priti Patel. Dalam laporannya, Patel menyebut kebebasan Brexit berada dalam risiko besar, yakni “at great risk”, akibat “Labour’s chaos”.

Gelombang panas ekstrem mengganggu tenis dan aktivitas luar

Di luar politik, cuaca menjadi topik penting. Aryna Sabalenka, bintang tenis, terlihat mendinginkan diri di lapangan tenis meski menghadapi kondisi rekor.

Daily Express mengaitkannya dengan catatan 37,3C di Inggris pada Jumat, yang disebut sebagai “scorcher”.

Financial Times edisi akhir pekan menurunkan judul “Europe bakes in fierce heat”. Surat kabar itu melaporkan bahwa benua Eropa telah mengalami hari kelima berturut-turut suhu rekor, dengan termometer mencapai di atas 40C.

Dalam narasi yang sejalan, laporan-laporan lain menempatkan panas ekstrem sebagai gangguan yang meluas, termasuk pada jadwal dan kenyamanan olahraga.

Selain itu, The Sun menulis rencana Prince Harry membawa anak-anaknya ke makam ibunya, Diana, Princess of Wales, untuk pertama kali saat mereka berkunjung ke Inggris bulan depan.

Surat kabar itu menggambarkan perjalanan tersebut sebagai “poignant”, dan menyebut jadwalnya berlangsung hanya beberapa hari setelah hari ulang tahun ke-65 Diana.

Daily Star memindahkan sorotan ke dunia sepak bola. Surat kabar ini menyoroti Harry Kane dan menyatakan bahwa seorang “witch doctor” yang telah memasang kutukan melepaskannya dari “hex” untuk pertandingan berikutnya Inggris melawan Panama.

Terakhir, Daily Mirror melanjutkan liputan “World Cup fever”. Surat kabar ini melaporkan bahwa “an army of 30,000 fans” telah turun ke New York menjelang pertandingan Inggris melawan Panama.

Di tengah tema politik yang menuntut jawaban cepat dan cuaca yang menekan aktivitas publik, rangkaian pemberitaan itu memperlihatkan bagaimana Inggris menyambut akhir pekan dengan agenda ganda: keputusan politik yang diperdebatkan, serta panas ekstrem yang menguji rutinitas—hingga ke olahraga.