jurnalistik.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar menyampaikan masih ada kekurangan tenaga pengajar di sekolah dasar negeri. Kepala dinas, Hendro Prayitno, menyebut kebutuhan guru pada tingkat SDN mencapai sekitar 300 orang.
Pernyataan tersebut disampaikan Hendro saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Selasa (30/6/2026). Ia menegaskan, jumlah kekurangan itu bersifat kurang lebih, berdasarkan pendataan yang dihimpun.
Hendro menjelaskan, di Kabupaten Karanganyar terdapat total 485 sekolah dasar, meliputi sekolah negeri dan swasta. Dari total tersebut, SD negeri berjumlah 441 unit yang tersebar di 17 kecamatan.
Menurut Hendro, kekurangan guru SDN tidak terlepas dari adanya guru yang memasuki masa pensiun. Ia menyebut terdapat sekitar 25 hingga 30 guru yang pensiun setiap bulan.
Dalam kondisi tersebut, dinas menghadapi kendala pada sisi regulasi ketika berupaya merekrut guru baru. Hendro menyampaikan bahwa proses untuk menambah tenaga pengajar tidak selalu bisa berjalan cepat karena aturan yang perlu dipenuhi.
“SD itu memang kita kekurangan sekitar 300 (guru), kurang lebihnya itu,” kata Hendro kepada Kompas.com di lokasi yang sama.
Hendro menambahkan, kekurangan guru berdampak langsung pada proses belajar mengajar di kelas. Ia menjelaskan bahwa biasanya guru yang ada harus mengampu beberapa mata pelajaran sekaligus, sehingga beban penugasan menjadi lebih padat.
Langkah penguatan pengajar lintas jenjang
Untuk memaksimalkan sumber daya yang sudah tersedia, Disdikbud melakukan identifikasi terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang ditempatkan di Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Data yang disebut Hendro menunjukkan ada 96 guru yang bertugas di PAUD.
Hendro menerangkan, guru dari jenjang TK dan PAUD kemudian ditugaskan untuk membantu mengampu pelajaran di SD negeri. Ia menegaskan penugasan itu dilakukan agar sekolah memiliki dukungan tambahan saat kekurangan guru belum bisa sepenuhnya tertutup.
“Ada 96 guru yang bertugas di PAUD, TK kita tugaskan mengampu di SD,” ujarnya. Dengan pola tersebut, dinas berupaya agar keberlangsungan kegiatan belajar tetap berjalan, terutama menjelang tahun ajaran baru.
Selain memanfaatkan penempatan dari jenjang pendidikan anak usia dini, dinas juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. Hendro menyebut mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar dapat membantu proses mengajar di SD negeri.
Ia menekankan bantuan dari mahasiswa tersebut bersifat terbatas sesuai durasi kegiatan KKN. Meski demikian, dinas berharap kehadiran mereka dapat menjadi tambahan tenaga pengajar untuk mendukung kelas yang terdampak kekurangan.
Hendro menyampaikan harapannya agar proses kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru dapat berjalan maksimal. Langkah-langkah yang disebutkan dinas—mulai dari penataan guru lintas jenjang hingga kerja sama perguruan tinggi—ditujukan untuk meredam dampak kekurangan tenaga pengajar di SD negeri.
Bagi Disdikbud, situasi kekurangan guru ini menjadi perhatian karena jumlah pensiun yang terjadi setiap bulan terus memengaruhi ketersediaan tenaga pengajar. Di sisi lain, pembaruan rekrutmen yang diharapkan untuk menutup kebutuhan harus menyesuaikan regulasi yang berlaku.
Dalam keterangannya, Hendro menggambarkan bahwa kondisi SDN di Karanganyar berada pada fase yang menuntut strategi penguatan sumber daya secara bertahap. Dengan adanya penugasan guru dari PAUD dan TK, serta dukungan sementara dari mahasiswa FKIP yang KKN, dinas berupaya menjaga keberlanjutan pembelajaran di sekolah dasar negeri sambil menunggu ketersediaan rekrutmen dapat berjalan lebih optimal.











