jurnalistik.co.id – Dua perempuan yang pernah menjadi korban begal di Pasuruan kini mengaku lega setelah sepeda motor mereka ditemukan kembali dan diserahkan oleh Polres Pasuruan Kota.
Penyerahan itu dilakukan pada Selasa (30/6/2026) sore di Mapolres Pasuruan Kota, saat kedua korban datang membawa bukti kepemilikan.
Nur Maulidiyah (34), warga Rejoso, menjadi salah satu korban yang paling lama menunggu. Ia membegal motornya pada 28 Maret 2025, dan saat kejadian berlangsung ia sedang mengandung besar dengan usia kandungan sekitar 8 bulan.
Nur menceritakan momen ketika pelaku melakukan perampasan. “Saya masih ingat, setelah dipepet saya didorong dan terjatuh di parit. Kemudian diancam dengan celurit saat merebut tas juga,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Menurut Nur, ia sempat berupaya melawan agar tas yang dibawanya dapat diselamatkan. Namun pelaku justru melakukan kekerasan, termasuk memasukkan kepalanya ke dalam kubangan air.
Setelah pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor, Nur kemudian hanya bisa menunggu kabar. Ia menuturkan, lokasi kejadian berada di area persawahan, dan pelaku akhirnya memilih mengambil motor saja setelah merasa takut tepergok.
Nur menambahkan, tasnya berhasil selamat. “Kejadian di area persawahan, mungkin pelaku takut tepergok akhirnya mereka membawa kabur motor saja. Tas saya selamat,” kenang Nur.
Ketika mendengar motornya ditemukan dari Satreskrim Polres Pasuruan Kota, Nur mengaku sangat senang karena Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) motornya masih ada. “Alhamdulillah, syarat utama membawa-bawa motor kan bawa BPKB dan itu masih ada, terima kasih semoga Pasuruan aman tanpa begal” ucapnya dengan syukur.
Kholifa Nur Jannah (26), perawat asal Kecamatan Grati, turut merasakan kebahagiaan yang sama. Motor yang hilang sejak 7 April 2025 itu akhirnya kembali berada di tangannya.
Ia mengatakan saat pembegalan terjadi, ia memilih melawan dan berusaha merebut motor pelaku meski kendaraannya lebih dulu raib. “Sesaat salah satu pelaku berhasil merebut motor saya, kemudian saya beranikan menarik motor pelaku lainnya kemudian terjatuh,” katanya.
Setelah salah satu pelaku terjatuh, Kholifa melanjutkan upayanya dengan mencabut kunci motor yang ada di genggaman pelaku. Selanjutnya, kedua pelaku sempat membawa kabur motor matik keluaran 2023.
Dengan ditemukannya kendaraan itu, Kholifa mengungkapkan rasa terima kasihnya karena ia kembali bisa menjalankan aktivitas kerja. “Alhamdulillah, hari ini sudah ditemukan polisi dan saya mengucapkan terima kasih karena bisa saya pakai kerja,” ujarnya dengan penuh bahagia.
Polres mengembalikan dua motor setelah menangkap pelaku
Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga, menjelaskan pengembalian dua motor milik perempuan tersebut dilakukan setelah pihaknya menangkap dua pelaku pembegalan.
Decky menyebut identitas pelaku yang sudah diamankan dan perkembangan perkara. “Kedua pelaku yakni S dan SU, dua pelaku yang masih tercatat suami istri asal Malang. Satu pelaku lainnya MI masih dalam pengejaran,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setelah penangkapan, pihaknya mengundang korban dengan membawa bukti kepemilikan motor. “Setelah pemeriksaan selesai dan barang bukti (motor) sudah sesuai dengan bukti kepemilikan ya kami serahkan kepada korban. Dan ini gratis,” pungkas Decky.
Di momen penyerahan itu, kedua korban datang membawa dokumen sebagai bukti kepemilikan sehingga proses pemeriksaan barang bukti dapat dipastikan sesuai sebelum motor dikembalikan. Bagi keduanya, kepulangan kendaraan yang sempat hilang dalam kurun waktu cukup lama itu tidak hanya soal barang, tetapi juga menyangkut kepastian untuk melanjutkan aktivitas harian tanpa harus menunda rencana yang sempat terganggu.
Kabar bahwa dua pelaku telah diamankan turut memberi rasa lega, apalagi setelah dilakukan pengecekan setelah penangkapan. Penjelasan pihak kepolisian yang menyebut salah satu pelaku masih dalam pengejaran membuat korban berharap proses hukum dapat terus berjalan. Dengan pengembalian yang dilakukan secara langsung dan dinyatakan tanpa dipungut biaya, ucapan terima kasih pun mengarah pada harapan agar wilayah Pasuruan semakin aman dan warga lebih nyaman beraktivitas di jalan.












