jurnalistik.co.id – Veda Ega Pratama mencatatkan hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 yang menempatkannya di posisi ketujuh, sehingga ia akan memulai balapan dari baris ketiga.
Start dari baris ketiga menjadi konsekuensi dari perjalanan Veda selama sesi kualifikasi yang berlangsung ketat. Pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, harus melewati dua tahap penentuan kecepatan sebelum memastikan posisi grid untuk balapan resmi.
Di awal, Veda menjalani sesi kualifikasi pertama (Q1). Ia tampil tanpa beban namun tetap agresif, mengitari lintasan dengan presisi yang tinggi untuk mengamankan tempat sebagai pebalap tercepat ketiga pada fase pembuka.
Catatan positif di Q1 memberi modal penting bagi Veda menjelang tantangan yang lebih berat di tahap berikutnya. Dengan hasil tersebut, Veda memiliki tambahan motivasi untuk menargetkan peningkatan pada kualifikasi kedua (Q2).
Memasuki Q2, Veda langsung menggeber motornya untuk memperketat catatan waktu. Waktu 15 menit yang disediakan penyelenggara dimanfaatkan sejak menit-menit awal, dengan fokus pada upaya peningkatan posisi.
Pada awal perburuan waktu di Q2, momentum bagus langsung muncul. Veda berhasil merangsek ke posisi kedua ketika sesi baru berjalan sekitar lima menit, menandai respons cepat terhadap strategi putaran yang ia jalankan.
Konsistensi pebalap muda ini kemudian menjadi salah satu faktor pembeda. Veda mampu bertahan cukup lama di urutan kedua, sementara gaya balapnya yang rapi membantu menjaga posisinya dari upaya pergeseran oleh rival-rival di belakang.
Meski demikian, dinamika lintasan membuat persaingan terus bergerak. Seiring berjalannya sesi, para pesaing mulai menemukan ritme terbaik untuk mengikis selisih waktu yang sempat tercipta.
Ketegangan semakin terasa ketika sesi memasuki menit ke-11 menjelang kualifikasi berakhir. Di fase krusial tersebut, Veda terpaksa turun ke posisi ketiga setelah Brian Uriarte melakukan putaran luar biasa dan melesat ke posisi pertama.
Situasi di papan atas pun terus berubah akibat jarak waktu yang rapat. Saat sisa waktu yang krusial tinggal sedikit, Veda justru menghadapi kesulitan untuk kembali mempertajam catatan waktu terbaiknya.
Ketika bendera finis dikibarkan, persaingan yang ketat membuat hasil akhir bergerak signifikan. Para rival Veda mampu menjalankan flying lap terakhir dengan lebih mulus, sehingga waktu yang lebih tajam berhasil dibukukan pada detik-detik akhir.
Konsekuensinya, posisi Veda yang semula masih berada dalam radar perolehan hasil lebih tinggi perlahan tergeser. Pada akhirnya, ia merosot hingga menempati posisi ketujuh pada klasemen kualifikasi.
Secara angka, Veda menyelesaikan sesi dengan catatan waktu 1:40.690 atau terpaut +0.560 dari pole position. Maximo Quiles tercatat menjadi yang tercepat dengan waktu 1:40.130, disusul Joel Kelso di urutan kedua (1:40.155, +0.025) dan Brian Uriarte di urutan ketiga (1:40.430, +0.300).
Setelah itu, urutan keempat hingga keenam ditempati Marco Morelli (1:40.454, +0.324), Adrian Cruces (1:40.456, +0.326), serta David Almansa (1:40.615, +0.485). Di belakang Veda, Alvaro Carpe menempati posisi kedelapan dengan waktu 1:40.720 (+0.590), sementara Guido Pini berada di urutan kesembilan (1:40.739, +0.609).
Meski harus memulai balapan dari posisi yang tidak ideal, perjalanan kualifikasi Veda tetap menunjukkan daya saingnya dalam persaingan ketat. Pengalaman menghadapi perubahan situasi hingga menit-menit akhir menjadi bagian dari pembelajaran penting untuk balapan resmi yang akan segera dimulai.
Dengan hasil ini, fokus Veda selanjutnya adalah memaksimalkan peluang saat start nanti. Modal yang ia bawa dari Q1 dan ketahanannya cukup lama di papan atas saat Q2 diharapkan dapat diterjemahkan menjadi performa yang lebih baik di lomba Moto3 Belanda 2026.












