jurnalistik.co.id – Konser F*FOREVER 1st World Tour di Jakarta malam ini menjadi momen yang sudah lama dinantikan para penggemar F4. Di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2026), grup yang diwakili Jerry Yan, Van Ness Wu, dan Vic Chou bersama Ashin dari Mayday akan tampil pada hari pertama konser mereka di Indonesia.
Meski konser reuni ini tidak dihadiri Ken Chu, antusiasme penonton tetap tinggi. Bagi banyak penggemar, pertunjukan malam ini bukan sekadar menyaksikan para personel F4 naik panggung, tetapi juga bernostalgia dengan lagu-lagu yang dulu melekat kuat lewat era Meteor Garden.
Lagu yang paling identik dengan F4
Salah satu lagu yang paling kuat melekat dengan nama F4 adalah “Meteor Rain” atau “Liu Xing Yu”. Dirilis pada 2001, lagu ini bukan hanya menjadi identitas penting grup tersebut, tetapi juga dikenal sebagai soundtrack serial Meteor Garden. Lagu ini kerap muncul dalam adegan-adegan emosional drama itu, sehingga hingga kini masih sangat akrab di telinga para penggemar.
Lagu berikutnya yang juga wajib dihafal menjelang konser adalah “Jue Bu Neng Shi Qu Ni” atau “Baby Baby”. Lagu yang dirilis pada 2002 ini menjadi salah satu nomor populer F4 yang sejak era Meteor Garden begitu melekat di hati penggemar. Popularitasnya membuat lagu ini tetap sering diingat sebagai bagian dari masa kejayaan F4.
Nama F4 juga tak lepas dari lagu “Can’t Help Falling in Love”. Versi lagu ini sempat populer pada masa kejayaan mereka dengan nuansa yang santai dan mudah diingat. Lagu tersebut juga dikenal luas sebagai salah satu soundtrack Lilo & Stitch, sehingga punya daya tarik lintas generasi bagi pendengar yang mengenalnya dari berbagai konteks.
Nomor lain yang ikut menguatkan nostalgia
Selain tiga lagu itu, ada pula “Di Yi Shi Jian” yang juga termasuk hits F4 dan populer di kalangan penggemar. Video klip lagu ini menampilkan aktivitas keseharian para personel F4, membuatnya terasa lebih dekat dan personal bagi penonton yang mengikuti perjalanan mereka sejak awal.
Jelang konser malam ini, lagu-lagu solo dari para personel juga ikut jadi bahan nostalgia. Jerry Yan memiliki lagu “Wo Shi Zhen De Zhen De Hen Ai Ni” yang dirilis pada 2001. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang tetap mencintai meski pernah disakiti, dan menjadi salah satu karya solonya yang cukup dikenal.
Vic Chou juga punya lagu solo populer berjudul “Make a Wish” yang banyak digemari penggemar F4. Kehadiran lagu ini membuat daftar yang perlu diingat menjelang konser semakin lengkap, karena tak hanya menampilkan lagu-lagu grup, tetapi juga karya individual para personelnya.
Penantian panjang penggemar
Konser ini menjadi penantian panjang bagi penggemar di Indonesia. Bagi publik, nama F4 punya tempat tersendiri lewat serial Meteor Garden yang dulu ikut melambungkan popularitas mereka. Karena itu, konser reuni di Jakarta malam ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga pertemuan kembali dengan lagu-lagu yang membentuk kenangan banyak orang.
F4 sendiri dibentuk pada 2003 dan resmi berpisah pada 2009. Meski perjalanan grup itu sempat berakhir, lagu-lagu mereka tetap hidup di ingatan penggemar, terutama menjelang konser F*FOREVER yang kembali menghadirkan mereka di atas panggung Jakarta malam ini.
Karena itu, kehadiran konser ini terasa seperti jembatan antara masa lalu dan momen yang hadir kembali di Jakarta. Lagu-lagu yang dibawakan F4 maupun karya solo para personelnya bukan hanya pengisi setlist, tetapi juga pembuka ingatan bagi penonton yang tumbuh bersama popularitas mereka sejak awal 2000-an.
Di tengah absennya Ken Chu, sorotan tetap tertuju pada tiga personel yang naik panggung bersama Ashin dari Mayday. Kombinasi itu membuat konser reuni ini tetap memiliki daya tarik besar, terutama bagi penggemar yang menantikan kesempatan untuk mendengar kembali lagu-lagu yang selama ini identik dengan nama F4.






