jurnalistik.co.id – Prancis bersiap menghadapi gelombang panas yang makin intens, dengan lebih dari separuh wilayahnya masuk status peringatan panas merah. Kondisi ini juga memaksa langkah darurat terkait aktivitas warga, termasuk penutupan sekolah di sejumlah daerah.
Menurut prakiraan cuaca dari Météo-France, suhu di sebagian wilayah barat Prancis diperkirakan menembus lebih dari 40 derajat Celsius pada Senin. Di Bordeaux, suhu bahkan diprediksi mencapai 42 derajat Celsius.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan melaporkan sekitar 845 sekolah ditutup untuk hari itu. Sementara itu, sekitar 1.800 sekolah lainnya memilih mengizinkan siswa mengakhiri kelas lebih awal.
Di tengah penutupan dan penyesuaian jadwal tersebut, lebih dari satu juta siswa sekolah menengah masih dijadwalkan mengikuti ujian akhir lisan untuk jenjang baccalaureate. Penyelenggaraan ujian ini berlangsung ketika panas ekstrem terus dipantau, terutama di wilayah yang masuk kategori peringatan tertinggi.
Dalam peringatan kepada publik, Menteri Kesehatan Stéphanie Rist mengatakan banyak warga akan terdampak. Ia menekankan bahwa mereka yang berada di sekitar perlu tetap waspada, dengan menyampaikan, banyak “fellow citizens will suffer”, serta mengimbau untuk menjaga “close eye” pada keluarga dan tetangga.
Pemerintah juga mengingatkan warga agar tidak mencari cara mendinginkan diri di area tanpa pengawasan seperti danau dan sungai. Pernyataan itu disampaikan setelah 13 kasus kematian akibat tenggelam terjadi pada akhir pekan.
Selain status merah, puluhan wilayah lain di Prancis berada pada peringatan panas oranye. Secara total, perkiraan menyebut sekitar 63 juta orang terdampak di seluruh negeri.
Dampak cuaca panas juga terasa pada layanan transportasi. Operator kereta nasional SNCF meminta kelompok “vulnerable” untuk menghindari atau menunda perjalanan kereta pada pekan ini. Di Paris, beberapa jalur kereta mengurangi layanannya pada Senin akibat kondisi panas.
Di Belgia, operator kereta juga mengumumkan pembatalan sejumlah kereta pada jam sibuk untuk Senin dan Selasa. IRM, lembaga meteorologi setempat, menyebut suhu di Belgia diperkirakan mencapai level rekor dalam pekan mendatang.
Gelombang panas yang meluas ini dipicu oleh udara panas yang bergerak ke utara dari Gurun Sahara. Udara panas tersebut kemudian terperangkap di atas Eropa barat dan tengah, sehingga prakiraan menyebut kondisi dapat berujung pada salah satu gelombang panas terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.
Météo-France juga mencatat bahwa dari 51 gelombang panas yang tercatat di Prancis sejak 1947, 34 di antaranya terjadi setelah tahun 2000. Dari periode itu, 26 gelombang panas tercatat sejak 2011.
Di Spanyol, layanan cuaca nasional Aemet memperingatkan adanya suhu “extremely high” untuk musim tersebut hingga Rabu. Peringatan itu menyebut kisaran 5 hingga 10 derajat Celsius di atas nilai yang lazim untuk periode waktu yang sama.
Basque Country menerima peringatan merah, dengan prakiraan suhu di San Sebastian naik hingga 40 derajat Celsius. Angkanya disebut hampir dua kali rata-rata untuk waktu tahun ini. Sementara itu, Madrid diperkirakan mencapai 39 derajat Celsius pada Senin dan Italia memprediksi 37 derajat Celsius di Roma.
Situasi serupa juga muncul di kawasan Eropa lainnya. Pada Rabu dan Kamis, Inggris menghadapi peringatan panas merah yang jarang terjadi untuk sebagian wilayah Inggris dan Wales, dengan prakiraan suhu bisa mencapai 38 derajat Celsius. Peringatan Met Office berlaku dari pukul 09.00 pada Rabu hingga pukul 21.00 pada Kamis (BST), untuk wilayah yang ditetapkan.
Di Wales, peringatan panas merah juga berlangsung dari Rabu pukul 09.00 BST hingga Kamis pukul 21.00 BST, sebagaimana diumumkan Met Office. Perkiraan menunjukkan suhu dapat mencapai 38 derajat Celsius pada beberapa area selama periode itu.
Di Prancis, gelombang panas terkini berlanjut setelah akhir pekan dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius. Kondisi tersebut menjadi pemicu larangan alkohol pada festival tahunan FĂŞte de la Musique, yang biasanya diikuti kerumunan besar di jalan-jalan kota.
Larangan diterapkan untuk semua acara yang diselenggarakan oleh negara Prancis dan badan-badan agensinya. Pemerintah menyebut tujuan kebijakan tersebut adalah “to preserve emergency and healthcare services and allow medical staff to focus on caring for the most vulnerable”.
Pada akhir pekan sebelumnya, di wilayah Gironde bagian barat daya, otoritas setempat menyatakan tiga orang berusia antara 80 hingga 95 tahun meninggal pada Minggu. Penyebabnya disebut terkait, sebagian, dengan panas yang intens.
Météo-France memperkirakan gelombang panas akan bersifat “widespread, long-lasting and intense”. Prakiraan juga menyatakan suhu tidak diharapkan turun hingga akhir pekan.
Sementara suhu paling panas diprediksi terjadi di kawasan pantai barat, bagian besar wilayah lain di Prancis diperkirakan berada di kisaran 36 hingga 40 derajat Celsius. Cuaca panas ini mendorong penguatan langkah pengamanan dan anjuran agar warga mengurangi aktivitas berisiko serta memperhatikan orang-orang yang lebih rentan.












