Politik & Parlemen

Siapa Andy Burnham? Mantan Wali Kota Manchester Raya yang ingin memimpin negara

×

Siapa Andy Burnham? Mantan Wali Kota Manchester Raya yang ingin memimpin negara

Sebarkan artikel ini
Who is Andy Burnham? Ex-Manchester mayor who wants to lead the country
Ilustrasi: Who is Andy Burnham? Ex-Manchester mayor who wants to lead the country

jurnalistik.co.id – Andy Burnham adalah figur politik yang kembali menarik perhatian setelah pengunduran diri Sir Keir Starmer, dengan banyak anggota Parlemen Partai Buruh yang beralih mendukung langkah politiknya menuju kepemimpinan nasional. Burnham telah menegaskan niatnya untuk maju dalam pemilihan kepemimpinan Partai Buruh, membuka peluang yang lebih besar baginya untuk memimpin pemerintahan.

Kesempatan Burnham menguat setelah ia memenangkan pemilihan sela di Makerfield, serta memperoleh dukungan dari Wes Streeting, mantan sekretaris kesehatan era Starmer yang sebelumnya juga tertarik untuk merebut posisi puncak. Langkah politik itu membuat Burnham tampil sebagai salah satu kandidat utama untuk peran pemimpin Partai Buruh sekaligus calon Perdana Menteri.

Namun, perjalanan Burnham menuju panggung nasional tidak terjadi dalam satu malam. Ia telah beberapa kali mencoba memimpin Partai Buruh, dua kali kandas, dan kini menghadapi skenario yang berpotensi membuka jalan bagi upaya ketiga kalinya.

Dari target pemimpin Buruh ke posisi di Westminster

Burnham pernah berupaya menjadi pemimpin Partai Buruh sebanyak dua kali, masing-masing kali gagal pada tahap persaingan internal. Kini, setelah Starmer menyatakan mundur, momentum tampaknya bergeser ke Burnham, terutama karena banyak anggota parlemen Buruh memilih untuk berkumpul di sekitarnya.

Di sisi lain, ia juga memperoleh legitimasi tambahan dari hasil pemilihan sela Makerfield. Pada kontestasi tersebut, Burnham mengalahkan kandidat Reform UK yang berada di peringkat kedua, dengan jarak lebih dari 9.000 suara dari Buruh.

Selain memenangkan kursi, Burnham juga memperbesar perolehan suara Partai Buruh di daerah itu. Pangsa suara Buruh meningkat dari 45% pada pemilihan umum 2024 menjadi hampir 55% di pemilihan sela Makerfield.

Burnham merupakan anggota parlemen dari Partai Buruh yang pertama kali terpilih ke Parlemen pada tahun 2001. Ia dijadwalkan bersumpah di Parlemen pada Senin siang, menjadi bagian dari proses transisi politik setelah ia memastikan kembali ke Westminster.

Jejak awal: Liverpool, dorongan keluarga, dan ketertarikan pada politik

Andy Burnham lahir di Liverpool pada tahun 1970. Ia dibesarkan di Culcheth, sebuah wilayah pinggiran yang tenang di Cheshire dekat Warrington.

Ayahnya bekerja sebagai teknisi BT, sementara ibunya berprofesi sebagai resepsionis klinik umum (GP). Keduanya merupakan pendukung Partai Buruh yang teguh, dan minat Burnham pada politik tumbuh sejak usia muda.

Burnham pernah menjelaskan bahwa ia mulai tertarik bergabung dengan Partai Buruh pada usia 14 tahun, setelah tersentuh oleh drama televisi BBC berjudul “Boys from the Blackstuff”, yang menggambarkan kehidupan masyarakat yang bergantung pada tunjangan di Liverpool.

Sejak kecil, ia dikenal sebagai penggemar Everton seumur hidup. Lingkungan pertemanannya mengingat Burnham sebagai anak yang sangat kompetitif, menyukai olahraga, serta menjadi fast bowler untuk tim kriket anak sekolah Lancashire.

Di sekolahnya, sebuah sekolah Katolik Roma (comprehensive), guru bahasa Inggrisnya mengingat bahwa Burnham berdiri sebagai kandidat Partai Buruh dalam pemilihan tiruan dan memenangkan kontes tersebut dengan kemenangan telak.

Burnham juga menjadi bagian dari keluarga yang pertama mengenyam pendidikan universitas bersama dua saudaranya. Ia menempuh studi Bahasa Inggris di Cambridge.

Dalam bukunya yang berjudul “Head North”, Burnham menulis bahwa ia kesulitan merasa menjadi bagian dari suasana di universitas dan merasa seperti “imposter”. Meski begitu, ia juga menyatakan bahwa minatnya pada musik—khususnya band indie utara seperti The Smiths dan The Stone Roses—membentuk identitasnya, serta memberinya keuntungan dalam membangun kepercayaan diri.

Dari jurnalisme dan riset politik hingga jabatan kementerian

Setelah lulus, Burnham memulai karier di bidang jurnalisme. Ia bekerja untuk majalah-majalah perdagangan, termasuk Tank World dan Passenger World.

Pada awal usia dua puluhan, ia mendapatkan terobosan pertama dalam dunia politik dengan menjadi peneliti bagi Tessa Jowell, yang saat itu menjadi anggota parlemen untuk Dulwich dan West Norwood, serta kelak menjadi menteri di masa Tony Blair dan Gordon Brown.

Meskipun kemudian menunjukkan sikap kurang suka terhadap dinamika Westminster, Burnham tetap bergerak cepat dalam struktur politik. Ia menjadi penasihat khusus untuk Menteri Kebudayaan Chris Smith sebelum terpilih sebagai anggota parlemen untuk kampung halamannya di Leigh, Greater Manchester, pada tahun 2001.

Ia memulai dengan peran menteri junior pada masa pemerintahan Blair, sebelum kemudian bergabung ke kabinet sebagai chief secretary to the Treasury. Setelah itu, ia juga menjalankan peran sebagai sekretaris negara bidang kebudayaan, media, dan olahraga, serta kemudian sekretaris negara bidang kesehatan di bawah pemerintahan Brown.

Dalam kapasitasnya sebagai sekretaris negara kebudayaan, media, dan olahraga, Burnham pernah mendapat ejekan saat sebuah acara peringatan yang menandai dua puluh tahun tragedi Hillsborough. Peristiwa tersebut menewaskan 97 penggemar Liverpool dalam insiden desak-desakan di stadion pada tahun 1989.

Ejekan itu, menurut kisah yang tercatat dalam teks sumber, mendorong Burnham mengangkat isu tersebut di kabinet, yang turut berkontribusi pada peluncuran penyelidikan kedua terhadap tragedi itu.

Burnham juga tercatat sebagai penggemar sepak bola yang aktif, termasuk sebagai figur yang kerap tampil dalam pertandingan tahunan antara anggota parlemen Partai Buruh dan jurnalis politik.

Upaya memimpin partai: dua kali kalah, kini kembali bersaing

Pada tahun 2010, setelah Brown mengundurkan diri seusai kekalahan Partai Buruh pada pemilihan umum, Burnham mendaftar untuk memperebutkan posisi pemimpin Partai Buruh. Ia meraih peringkat keempat dari lima kandidat, dan kalah dari Ed Miliband.

Setelah itu, selama lima tahun berikutnya, Burnham berusaha membangun dukungan lewat akar rumput partai. Pada 2015, ia kembali mencoba, tetapi kali ini kalah oleh Jeremy Corbyn.

Para pengkritiknya menilai Burnham adalah sosok yang “mengikuti angin” politik, pandangannya disebut bisa bergeser mengikuti arus yang memberi peluang terbaik. Dalam teks sumber juga disebut bahwa Burnham merupakan pendukung kubu “Remain” pada referendum Brexit dan menyatakan keinginannya agar Inggris kembali bergabung dengan Uni Eropa dalam masa hidupnya.

Burnham pernah duduk dalam kabinet bayangan Corbyn sebagai shadow home secretary, meski pada saat yang sama ia dilihat berada di sayap tengah-kanan Partai Buruh ala Blairite. Seiring waktu, ia digambarkan semakin bergerak ke kiri, termasuk mendukung nasionalisasi air dan energi.

Burnham tidak termasuk di antara mereka yang mundur pada 2016 sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Corbyn. Sebaliknya, ia mengundurkan diri pada 2017 untuk mencalonkan diri sebagai wali kota pertama Greater Manchester.

Wali kota Greater Manchester: Bee Network dan pengakuan publik

Burnham memenangkan kontestasi wali kota Greater Manchester dengan meraih lebih dari 60% suara. Ia kemudian terpilih kembali pada 2021 dengan margin yang lebih besar.

Selama menjabat, Burnham mendapat pujian karena perannya mengubah sistem transportasi di kawasan tersebut. Di bawah kepemimpinannya, Greater Manchester menjadi wilayah pertama di luar London yang membawa layanan bus kembali di bawah kendali publik.

Ia juga mengintegrasikan layanan bus ke moda transportasi lainnya dengan branding “Bee Network”.

Selain itu, terdapat komitmen lain yang pernah ia tekankan, termasuk upaya mengakhiri tempat tinggal sementara (rough sleeping) di wilayah itu pada 2020. Meski target tersebut tidak tercapai, program dan gagasan transportasinya tetap menjadi salah satu ciri kepemimpinannya.

Pada masa pandemi Covid-19, profil Burnham semakin menonjol. Ia menuduh pemerintah Konservatif memperlakukan bagian utara Inggris dengan “contempt” terkait pembatasan lockdown regional.

Konfrontasi yang muncul dari sikap tersebut membuatnya mendapat julukan “King of the North”.

Manuver politik menjelang puncak dan jalur kembali ke parlemen

Menjelang musim konferensi partai pada 2025, Burnham disebut sudah bergerak terbuka menuju posisi puncak. Ia menolak untuk mengesampingkan niat maju dalam pemilihan kepemimpinan.

Namun, intervensinya sempat memicu reaksi balik setelah ia menyampaikan bahwa pemerintah “in hock” kepada pasar obligasi, sebuah rujukan terhadap aturan pembatasan pengeluaran dan pinjaman yang diberlakukan sendiri oleh pemerintah.

Di awal tahun, peluang untuk kembali ke Westminster muncul ketika anggota parlemen Greater Manchester, Andrew Gwynne, mengumumkan akan mengundurkan diri sehingga memicu pemilihan sela di konstituensi Gorton dan Denton. Meski demikian, Burnham dicegah untuk ikut maju oleh badan pengurus Partai Buruh, dengan persetujuan dari perdana menteri saat itu.

Setelah itu, situasinya berubah. Partai Buruh mengalami hasil pemilihan yang buruk di Inggris, Skotlandia, dan Wales, sementara Reform UK disebut berada di posisi unggul dalam jajak pendapat. Di tengah dinamika itu, Partai Buruh juga menghadapi keberhasilan Reform di wilayah “kandang” Burnham.

Tekanan terhadap Sir Keir Starmer meningkat. Dalam teks sumber disebut ada sebagian anggota parlemen yang menyerukan perubahan, termasuk terjadinya pengunduran diri menteri. Josh Simons kemudian mengumumkan bahwa ia akan berhenti sebagai anggota parlemen Partai Buruh untuk Makerfield agar Burnham bisa mencalonkan diri untuk kembali ke Parlemen.

Burnham akhirnya terpilih menjadi kandidat Partai Buruh untuk konstituensi tersebut dan pada bulan berikutnya memastikan kembalinya ia ke Westminster. Dengan kombinasi kemenangan di Makerfield dan dukungan politik yang menguat, Burnham kini melangkah ke fase yang sama sekali berbeda: dari figur yang pernah dua kali gagal, menuju kemungkinan “upaya ketiga” yang lebih terbuka.