jurnalistik.co.id – Saat suhu melonjak, ada sejumlah langkah praktis yang bisa dilakukan untuk membantu rumah dan tubuh tetap terasa lebih sejuk. Para ahli yang dirangkum BBC menekankan bahwa pendekatannya tidak selalu mahal, tetapi perlu dilakukan dengan cara yang tepat.
1. Masukkan udara dingin dan lancarkan sirkulasi
Buka jendela di sisi berlawanan rumah agar udara bisa bergerak, mengeluarkan udara hangat yang terperangkap dan mendatangkan udara yang lebih sejuk. Langkah ini sebaiknya dilakukan ketika suhu luar lebih rendah dibandingkan di dalam, yang biasanya terjadi pada malam hari atau di awal pagi.
Bagi hunian apartemen yang jendelanya hanya berada di satu sisi, buka pintu dan gunakan kipas untuk membantu aliran udara. Karena udara panas cenderung naik, membuka ventilasi loteng atau jendela di bagian atas juga dapat membantu melepas panas yang terkumpul.
Jika panas terperangkap, biasanya ia lebih terasa di lantai dua ketika Anda ingin tidur. Selain pengaturan sirkulasi, insulasi tambahan juga membantu menjaga panas tidak masuk di musim panas sekaligus mengurangi penggunaan dan tagihan energi saat musim dingin.
2. Tutup udara panas selama siang hari
Di tengah hari saat cuaca paling panas, dianjurkan untuk menjaga jendela tetap tertutup serta menutup tirai atau gorden. Upayakan terutama pada sisi rumah yang terkena sinar matahari langsung.
3. Gunakan kipas untuk memperkuat hembusan angin
Kipas merupakan cara yang relatif murah dan hemat energi untuk menjaga udara tetap bergerak. Menurut panduan terbaru Energy Saving Trust, penggunaan kipas berdiri selama 24 jam biasanya menelan biaya sekitar 15p hingga 31p.
Letakkan kipas menghadap ke arah jendela yang terbuka agar udara segar dari luar bisa ditiup menyebar ke seluruh ruangan, asalkan kondisi di luar memang lebih dingin. Jika memungkinkan, menaruh bongkahan es di depan kipas juga dapat membantu mendinginkan udara yang diarahkan ke tubuh.
Anda dapat memakai lebih dari satu kipas untuk menciptakan arus silang yang membuat udara lebih terasa menyeluruh di ruangan. Prof Mike Tipton dari University of Portsmouth juga mengingatkan cara kerja tubuh dalam merespons kipas.
“Fanning the face improves thermal comfort most, but fanning the whole body helps lower body temperature more,” katanya. Namun ia memberi peringatan bahwa penggunaan kipas ketika suhu di atas 35C dapat membuat kondisi lebih buruk, karena pada akhirnya kipas hanya mengarahkan udara panas ke tubuh.
Dibandingkan kipas, penyamanan udara (air conditioning) jauh lebih mahal. Energy Saving Trust menyebutkan penggunaan 24 jam secara kontinu menelan biaya sekitar ÂŁ4.84 hingga ÂŁ6.
4. Batasi aktivitas yang menghasilkan panas
Oven dan kompor menghasilkan banyak panas ke dalam rumah selama digunakan dan setelahnya. Karena itu, pada jam-jam paling panas sebaiknya bertahan dengan makanan yang tidak perlu dipanaskan, seperti salad.
Peralatan lain seperti mesin cuci dan mesin pencuci piring juga dapat ikut menambah panas, sehingga sebaiknya tidak digunakan ketika waktu terasa paling panas. Kelelahan akibat panas (heat exhaustion) juga bisa dipicu kelembapan tinggi, yaitu uap air di udara.
Karena itu, ada baiknya kelembapan diturunkan dengan langkah sederhana: mandi dengan durasi lebih singkat dan air yang lebih dingin, mengelap sisa air berlebih dari permukaan, serta memindahkan tanaman indoor ke luar ruangan.
Heat exhaustion umumnya tidak terlalu serius selama Anda masih bisa mendinginkan diri. Namun heatstroke merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera, sehingga jika Anda mencurigai seseorang mengalami heatstroke, hubungi 999.
5. Turunkan suhu tubuh dengan cara yang terukur
Mandi dengan air suam-suam kuku dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Langkah ini disebut bisa sekaligus menghemat uang dan energi.
Meski begitu, Prof Tipton mengingatkan agar tidak mendinginkan tubuh secara berlebihan. “The trick is to try and get the skin as cool as possible whilst maintaining maximum blood flow to it.”
Ia juga menambahkan, “Too cold and the body will shut down blood to the skin and trap the heat in the body making it harder to get out.” Artinya, terlalu dingin bisa membuat tubuh “menutup” aliran darah ke kulit sehingga panas lebih sulit keluar dari dalam tubuh.
Untuk bantuan cepat, Anda bisa meletakkan kompres es atau botol berisi air dingin pada tubuh. Anda mungkin perlu membungkusnya dengan handuk agar tidak bersentuhan langsung dengan kulit.
Pakaian juga memengaruhi cara tubuh merespons panas. Serat alami seperti katun dan linen membantu mengatur suhu tubuh, sementara pakaian yang longgar memberi ruang bagi angin untuk menyejukkan tubuh.
Inilah alasan mengapa seprai katun dapat membantu tidur ketika udara panas memenuhi ruangan. Dengan memilih bahan yang tepat dan memastikan sirkulasi udara berjalan, kenyamanan biasanya lebih mudah dicapai.
6. Cari ruang alternatif yang lebih sejuk
Jika rumah terasa terlalu panas, Anda bisa beralih ke ruang publik ber-AC yang biasanya tersedia di fasilitas seperti perpustakaan, pusat kegiatan rekreasi, dan pusat perbelanjaan. Keberadaan ruang semacam ini dapat menjadi penolong ketika kenyamanan di rumah tidak tercapai.
Beberapa otoritas setempat juga membentuk jaringan yang disebut “cool spaces”, tempat masyarakat bisa pergi untuk mencari tempat yang lebih sejuk. Dalam laporan tersebut, disebutkan contoh kota seperti London, Manchester, dan Bristol.
Dengan menggabungkan pengaturan ventilasi, penyesuaian kebiasaan saat siang, pemanfaatan kipas secara benar, serta langkah pendinginan tubuh yang terukur, Anda dapat membantu diri dan rumah melewati gelombang panas dengan cara yang lebih praktis dan bertanggung jawab.












