Daerah

Libur Idul Adha, 5.460 Penumpang KA Padati Stasiun Malang

0
×

Libur Idul Adha, 5.460 Penumpang KA Padati Stasiun Malang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Libur Idul Adha, 5.460 Penumpang Kereta Api Padati Stasiun Malang

jurnalistik.co.id – MALANG — Suasana di Stasiun Malang, Jawa Timur, terlihat lebih padat pada momen libur Idul Adha, Rabu (27/5/2026). PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 5.460 penumpang memadati stasiun tersebut dalam satu hari, gabungan dari arus kedatangan dan keberangkatan.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa angka itu merupakan akumulasi total aktivitas penumpang di Stasiun Malang selama libur Idul Adha. Dari jumlah tersebut, 2.749 penumpang berangkat dan 2.711 penumpang tiba.

“Total jumlah penumpang di Stasiun Malang pada libur Idul Adha hari ini sebanyak 5.460, terdiri dari 2.749 orang berangkat dan 2.711 orang tiba,” kata Mahendro, Rabu.

Lonjakan perjalanan diprediksi berlanjut

KAI Daop 8 Surabaya memperkirakan total penumpang yang datang dan berangkat melalui Stasiun Malang selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026 mencapai 29.837 orang. Dalam proyeksi itu, jumlah penumpang yang berangkat diperkirakan sebanyak 15.269 orang, sedangkan penumpang yang tiba mencapai 14.568 orang.

Prediksi itu menunjukkan bahwa arus mobilitas masyarakat masih akan tinggi selama masa libur panjang Idul Adha. Stasiun Malang pun menjadi salah satu titik pergerakan penting di wilayah operasional Daop 8 Surabaya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI mengoperasikan 12 perjalanan kereta api dengan total kapasitas sekitar 40.000 tempat duduk. Langkah ini disiapkan agar kebutuhan perjalanan masyarakat tetap terlayani selama periode liburan.

Kereta api yang dijalankan melayani sejumlah relasi favorit masyarakat. Di antaranya Malang-Bandung, Malang-Surabaya, Malang-Pasar Senen, Malang-Ketapang Banyuwangi, Malang-Purwokerto, hingga Malang-Gambir.

Kehadiran berbagai relasi itu membuat Stasiun Malang tetap menjadi simpul perjalanan yang ramai, terutama saat libur panjang ketika permintaan tiket meningkat. Jalur-jalur tersebut juga menjadi pilihan utama bagi penumpang yang hendak bepergian antarkota dengan moda transportasi kereta api.

KAI tak hanya menambah kapasitas perjalanan, tetapi juga mengoptimalkan pelayanan di area stasiun. Petugas keamanan dan pelayanan disiagakan di sejumlah titik untuk membantu memperlancar proses boarding sekaligus menjaga arus penumpang tetap tertib.

Menurut KAI, pengaturan itu diperlukan agar kepadatan tidak mengganggu kenyamanan penumpang selama masa liburan. Dengan jumlah mobilitas yang tinggi, kehadiran petugas menjadi bagian penting dalam menjaga alur naik-turun penumpang tetap berjalan lancar.

KAI juga mengimbau calon penumpang datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan. Imbauan tersebut disampaikan agar penumpang tidak terlambat dan bisa menghindari antrean maupun kepadatan di area stasiun.

“Kami mengimbau agar penumpang mengikuti arahan petugas sehingga proses keberangkatan berjalan tertib dan lancar,” ujar Mahendro.

Dengan jumlah penumpang yang sudah mencapai ribuan dalam satu hari, Stasiun Malang menjadi gambaran tingginya animo masyarakat menggunakan kereta api saat libur Idul Adha. Di sisi lain, KAI menyiapkan kapasitas dan pelayanan tambahan agar arus perjalanan tetap terkendali sepanjang periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026.

Situasi itu juga menegaskan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi pilihan banyak warga untuk bepergian saat hari besar keagamaan dan libur panjang. Di Stasiun Malang, arus kedatangan dan keberangkatan berlangsung beriringan, dengan pola perjalanan yang diperkirakan terus ramai hingga akhir periode libur.

Dengan komposisi kedatangan dan keberangkatan yang hampir seimbang, aktivitas di Stasiun Malang pada hari libur itu memperlihatkan lalu lintas penumpang yang terus bergerak tanpa jeda. Kondisi ini membuat pengelolaan arus di ruang tunggu, pintu masuk, dan area boarding menjadi semakin penting agar pelayanan tetap rapi.

Dalam situasi seperti ini, disiplin penumpang untuk mengikuti jadwal dan arahan petugas menjadi kunci menjaga kelancaran perjalanan. Pada saat volume pengguna meningkat, ketepatan waktu dan keteraturan di stasiun membantu memastikan pengalaman bepergian tetap nyaman meski suasana jauh lebih padat dari biasanya.