Bisnis & Ekonomi

PT KAI Divre IV Tanjungkarang Hadirkan Ekonomi Premium di KA Rajabasa Tanpa Kenaikan Tarif

×

PT KAI Divre IV Tanjungkarang Hadirkan Ekonomi Premium di KA Rajabasa Tanpa Kenaikan Tarif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tanpa Kenaikan Tarif, KAI Hadirkan Ekonomi Premium di KA Rajabasa

jurnalistik.co.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre IV Tanjungkarang mulai mengoperasikan rangkaian ekonomi premium untuk KA Rajabasa. Langkah ini dilakukan tanpa perubahan tarif perjalanan bagi penumpang.

Mulai 4 Juli 2026, sarana yang digunakan pada KA Rajabasa mengalami pembaruan dari kereta ekonomi sebelumnya menjadi kereta ekonomi premium modifikasi. Perubahan itu diharapkan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi penumpang.

Manajer Angkutan Fasilitas dan Pelayanan Penumpang KAI Tanjungkarang, Eko Dodit Hertanto, menjelaskan bahwa penyesuaian paling terasa ada pada tata letak kursi. Eko menyampaikan, “Hari ini secara resmi rangkaian ekonomi premium KA Rajabasa dioperasikan. Perubahan paling mencolok terdapat pada konfigurasi tempat duduk,”.

Pada konfigurasi lama, rangkaian ekonomi menggunakan formasi kursi 3-2. Kini, konfigurasi tersebut diubah menjadi 2-2 agar penumpang memperoleh ruang gerak yang lebih longgar selama perjalanan.

Selain perubahan jumlah tempat per baris, KAI juga menerapkan model kursi baru untuk meningkatkan kenyamanan. Eko menambahkan, “Selain itu, kursi yang digunakan kini merupakan reclining seat atau kursi yang dapat disandarkan. Dengan desain baru tersebut, penumpang tidak lagi duduk dengan posisi tegak sepanjang perjalanan maupun saling berhimpitan,”.

Dengan reclining seat, posisi duduk penumpang tidak lagi harus tegak terus-menerus sepanjang waktu perjalanan. Desain ini juga mengurangi situasi saling berhimpitan antarpenumpang di ruang yang sama.

KAI menegaskan bahwa peningkatan fasilitas tidak diikuti kenaikan tarif. Untuk relasi Tanjungkarang–Kertapati, harga tiket tetap dipatok Rp32.000, sama seperti sebelumnya.

Eko menyatakan komitmen tersebut melalui kutipan berikut, “Tarif tetap, tidak ada kenaikan. Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan yang lebih baik dengan harga yang tetap terjangkau,”. Menurutnya, kebijakan ini mencerminkan upaya menghadirkan kualitas layanan yang lebih baik tanpa membebani pengguna jasa.

Respons masyarakat terhadap rangkaian baru disebut tinggi sejak hari pertama pengoperasian. Eko menyampaikan bahwa seluruh kapasitas kursi langsung habis terjual.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pada hari pertama, seluruh 640 kursi yang tersedia terjual habis,” kata Eko. KAI kemudian berharap peningkatan kualitas sarana ini dapat mendorong masyarakat agar menjadikan kereta api sebagai pilihan utama transportasi antardaerah.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo, menilai rangkaian baru tersebut sejalan dengan kebutuhan penguatan layanan transportasi publik. Ia menyebut perubahan ini bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan yang diterima masyarakat.

Dengan kombinasi konfigurasi kursi yang lebih lapang serta reclining seat, KAI menempatkan KA Rajabasa sebagai layanan yang lebih nyaman pada kelas ekonomi premium. Langkah ini diharapkan memperkuat kepercayaan penumpang bahwa peningkatan layanan dapat berjalan beriringan dengan tarif yang tetap terjangkau.

Dalam rangkaian ekonomi premium modifikasi itu, KAI juga menyoroti perubahan aspek kenyamanan yang dapat dirasakan langsung ketika penumpang menempati kursi. Konfigurasi yang lebih lega memberi ruang untuk pergerakan kaki dan mengurangi rasa sempit selama perjalanan.

Reclining seat yang diterapkan pada kursi memungkinkan penumpang mengatur posisi sandaran sesuai kebutuhan selama waktu di perjalanan. Dengan begitu, aktivitas duduk tidak selalu menuntut postur tegak terus-menerus, sekaligus membantu menciptakan suasana yang lebih rileks.

KAI menempatkan pembaruan sarana ini sebagai bagian dari layanan tanpa penyesuaian harga. Relasi Tanjungkarang–Kertapati tetap memakai tarif Rp32.000, sehingga peningkatan pengalaman perjalanan diharapkan berjalan seiring dengan prinsip keterjangkauan bagi pengguna jasa.

Sementara itu, respons awal dari masyarakat disebut sangat positif. Sejak hari pertama pengoperasian, seluruh kapasitas 640 kursi yang tersedia langsung terjual habis, dan KAI berharap contoh peningkatan layanan tersebut dapat mendorong minat masyarakat untuk menjadikan kereta api sebagai prioritas transportasi antardaerah.