Hukum & Kriminal

Bayi di Toilet KA Sancaka, Kotak Susu Formula (Sufor) Ditemukan Saat Dievakuasi Polisi

×

Bayi di Toilet KA Sancaka, Kotak Susu Formula (Sufor) Ditemukan Saat Dievakuasi Polisi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Misteri Bayi di Toilet Sancaka dan Teka-teki Temuan Susu Formula

jurnalistik.co.id – Polisi mengevakuasi bayi laki-laki yang ditemukan di toilet kereta api KA Sancaka 84B relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng pada Sabtu (4/7/2026). Saat proses evakuasi berlangsung, petugas juga menemukan satu kotak susu formula (sufor), meski asalnya masih belum dapat dikonfirmasi.

Bayi tersebut kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara. Kapolsek Banjarsari, Kompol Harno, menyampaikan bahwa kondisi bayi dipantau petugas medis dan dinilai sehat.

Dalam pengungkapan awal, bayi pertama kali ditemukan oleh salah seorang penumpang kereta kelas eksekutif. Setelah temuan itu, petugas memeriksa toilet yang dimaksud lalu melaporkannya ke Pusat Pengendalian Pelayanan.

Pusat Pengendalian Pelayanan kemudian berkoordinasi dengan stasiun terdekat, yaitu Stasiun Solo Balapan. Dari rangkaian penanganan tersebut, bayi akhirnya ditangani pihak terkait di lokasi pemeriksaan awal.

Bayi sempat diperiksa Mediska KAI Solo. Dari hasil pemeriksaan awal, bayi dinyatakan sehat, dan pihak kepolisian memperkirakan usianya sekitar satu minggu.

Kompol Harno menjelaskan bahwa perawatan dilakukan di ruang rumah sakit, bukan di ruang intensif khusus bayi. Ia menekankan bahwa bayi tidak mengalami masalah kesehatan yang berarti.

“Alhamdulillah sehat. Kalau bayinya enggak ada masalah, dirawat sama perawat-perawat di rumah sakit. Enggak di NICU, dirawat biasa aja. Karena sehat toh, bayinya sehat,” ujar Harno.

Selain kondisi kesehatan, perhatian kepolisian juga tertuju pada barang yang ditemukan saat evakuasi. Harno menyebut, ketika dievakuasi pihak kepolisian, ada satu kotak susu formula (sufor) yang ditemukan bersama bayi.

“Kemarin itu tak lihat ada susu kotak bayi, susu formula,” kata Harno saat dihubungi Kompas.com, Minggu (5/7/2026).

Namun, Harno mengaku belum dapat memastikan siapa yang meninggalkan sufor tersebut. Menurutnya, informasi awal yang tersedia belum cukup untuk menjelaskan apakah sufor datang dari dalam rangkaian kereta atau justru terkait pihak yang diduga membuang bayi.

“Itu yang ninggal siapa kita enggak tahu. Dari kereta atau dari anu (terduga pelaku yang membuang bayi). Belum bisa saya konfirmasi karena kita belum bertemu dengan yang menemukan saat itu, karena keretanya langsung jalan lagi ke Surabaya. Jadi belum bisa detail akses informasinya,” terangnya.

Harno juga menegaskan, selain sufor, petugas tidak menemukan barang lain yang menyertai bayi. Karena itu, kotak susu formula menjadi bagian dari teka-teki yang masih menyisakan pertanyaan.

Koordinasi evakuasi dan fokus penyelidikan

Setelah laporan temuan masuk dan koordinasi dengan Stasiun Solo Balapan dilakukan, polisi terus memantau perkembangan kondisi bayi. Dari sisi penyelidikan, perhatian utama diarahkan untuk mencari terduga pelaku pembuangan bayi.

Harno menyatakan, ketika ditanya kemungkinan adanya pihak yang berniat mengadopsi bayi tersebut, kepolisian masih memusatkan kerja pada upaya mencari siapa yang membuang bayi. Langkah itu dilakukan sambil memastikan bayi tetap dalam pengawasan tenaga medis.

Dengan demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai asal-usul kotak sufor yang ditemukan. Pihak kepolisian pun belum dapat mengonfirmasi informasi detail akses dari kronologi penemuan pertama, karena kereta langsung melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Sisa pertanyaan di balik temuan sufor

Rentetan peristiwa menunjukkan bahwa penemuan bayi terjadi di dalam kereta, tepatnya di toilet. Temuan tersebut kemudian mengarah pada pemeriksaan awal oleh Mediska KAI Solo dan penanganan selanjutnya melalui koordinasi layanan di Stasiun Solo Balapan.

Di tengah proses itu, kotak susu formula yang ditemukan saat evakuasi membuat peristiwa semakin sulit dijelaskan. Harno menuturkan bahwa pihaknya belum mengetahui siapa yang meniggalkan sufor tersebut, serta belum mendapat konfirmasi yang memadai dari pihak yang menemukan.

Sementara itu, kondisi bayi dinilai sehat dan dirawat dengan pengawasan di Rumah Sakit Bhayangkara. Polisi tetap melanjutkan pemantauan sambil mencari terduga pelaku yang diduga membuang bayi di kereta.