jurnalistik.co.id – Warga dan pengguna jalan di Lubuk Buaya, Padang, mengeluhkan kondisi pelintasan sebidang kereta api yang kini dinilai makin mengkhawatirkan. Titik tersebut berada di Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, dan jaraknya ratusan meter dari Pasar Lubuk Buaya.
Menurut keluhan yang ramai beredar, kerusakan di sekitar rel itu menjadi perhatian khusus ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Pada Minggu (5/7/2026) sore, sejumlah unggahan di media sosial menyoroti bagaimana kondisi jalan di area pelintasan tampak mengalami kerusakan parah.
Lubang menganga di badan jalan memanjang hingga sekitar 100 meter
Di lokasi, terlihat belasan lubang menganga dengan ukuran bervariasi, yakni sekitar 10 hingga 60 sentimeter. Kedalaman lubang dilaporkan berkisar antara 5 hingga 20 sentimeter. Kerusakan itu tidak hanya muncul di satu titik, melainkan terlihat memanjang hingga kurang lebih 100 meter di sekitar area pelintasan.
Sejumlah pengguna jalan menilai, kerusakan tersebut membuat kendaraan yang melintas harus lebih berhati-hati, terutama karena posisi jalan berdekatan dengan permukaan rel. Saat kondisi permukaan tidak rata dan berlubang, kendaraan berpotensi kehilangan kestabilan atau tersangkut pada bagian yang rusak.
Permukaan besi rel menonjol dan menjadi licin saat hujan
Selain lubang, kontur di sela-sela rel juga disebut tidak seperti yang seharusnya. Permukaan tanah di area tersebut terpantau lebih rendah dibandingkan besi rel, sehingga kendaraan yang melintas dipaksa melewati bagian besi rel yang menonjol tajam.
Situasi bertambah berbahaya ketika hujan mengguyur kawasan itu. Air yang menggenang di badan jalan menutupi lubang-lubang, sehingga keberadaan lubang tidak lagi mudah terlihat oleh para pengendara. Pada saat yang sama, permukaan besi rel dilaporkan menjadi sangat licin, sehingga risiko tergelincir meningkat.
Berita Terkait
Dalam kondisi seperti ini, mobil yang melintas kerap menghantam lubang di sekitar rel. Akibat benturan tersebut, terdengar bunyi keras dari bagian ban dan kaki-kaki kendaraan. Bagi pengendara sepeda motor, mereka harus memperlambat laju secara drastis dan bermanuver mencari celah jalan yang dinilai lebih aman agar tidak terjatuh.
Keluhan berulang saat hujan deras
Pengendara yang melintas mengungkapkan kerusakan infrastruktur di area tersebut sudah lama dikeluhkan. Ia menyebut kecelakaan hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras mengguyur lokasi.
“Kalau sudah hujan pasti ada saja pengendara motor yang jatuh. Kalau mobil yang masuk lubang juga sudah puluhan,” ujar pengendara, Roby.
Menurut keterangan itu, meski kecelakaan juga kadang terjadi saat cuaca cerah, frekuensinya disebut melonjak ketika kondisi jalan basah dan hujan. Dengan kata lain, pelintasan sebidang tersebut cenderung memunculkan risiko lebih besar pada momen-momen ketika air membuat lubang tertutup dan permukaan rel menjadi licin.
Warga dan pengguna jalan berharap perbaikan dilakukan segera, mengingat pelintasan merupakan titik yang dilalui berulang oleh kendaraan. Dengan kondisi jalan berlubang, besi rel menonjol tajam, serta efek licin dan genangan saat hujan, area itu dinilai sudah tidak lagi layak menjadi lokasi yang dibiarkan tanpa penanganan.
Ketika hujan mengguyur, lubang yang semula terlihat di permukaan jalan dapat tertutup genangan, membuat pengendara terlambat menyadari ada kerusakan di sepanjang jalur pelintasan. Akibatnya, pengendara sering baru bereaksi saat ban sudah lebih dulu menyentuh area berlubang.
Kerusakan yang memanjang hingga sekitar 100 meter itu juga dikhawatirkan makin memperparah kondisi kendaraan. Lubang dengan ukuran kira-kira 10 hingga 60 sentimeter dan kedalaman sekitar 5 hingga 20 sentimeter dinilai cukup “menggigit” saat dilewati, apalagi karena jalan berada tepat berdekatan dengan bagian besi rel yang menonjol.
Pengguna jalan berharap penanganan segera dilakukan agar permukaan di sekitar rel tidak lagi tidak rata dan tidak licin saat hujan. Mereka menilai dibiarkannya kondisi tersebut berpotensi menambah kejadian jatuh atau benturan, baik bagi pengendara sepeda motor maupun mobil, mengingat pelintasan tersebut menjadi lintasan yang sering dilalui.












