jurnalistik.co.id – Libur musim panas berdurasi enam minggu akhirnya dimulai. Bagi banyak orang tua, tantangan utamanya bukan hanya membuat anak sibuk, tetapi juga memastikan kegiatan tetap seru sekaligus ramah anggaran.
Bagi keluarga di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara, masa liburan baru saja dimulai. Sementara itu, anak-anak di Skotlandia sudah sempat menikmati waktu libur lebih dulu, namun mereka akan kembali ke sekolah lebih cepat dibanding wilayah lain di Inggris Raya.
Berikut lima panduan yang dibagikan untuk membantu anak-anak memaksimalkan beberapa minggu ke depan tanpa harus selalu bepergian mahal.
1) Tidak semua liburan harus ke luar negeri
Bila musim panas mendekat, banyak keluarga secara otomatis berpikir untuk memesan perjalanan ke luar negeri. Namun, meningkatnya biaya dan ongkos perjalanan membuat opsi tersebut tidak selalu realistis bagi semua orang.
Mags Rivett, direktur Family Holiday Charity, mengatakan ada banyak manfaat saat mengatur waktu liburan bersama anak tanpa harus menanggung perjalanan yang mahal. Rivett menekankan sisi sosial liburan bisa membantu anak mengembangkan kemampuan berkomunikasi.
Ia mencontohkan bahwa ada anak yang sebelumnya belum pernah mendapat kesempatan bertemu orang di luar komunitas mereka. Rivett menilai, kesempatan seperti itu bisa datang jika lokasi liburan menyediakan fasilitas sosial.
“Lots of kids have never really had the opportunity to meet people outside of their own community,” Rivett mengatakan. “But if you go somewhere that’s got social facilities, it’s a really important opportunity.”
Rivett menyarankan memulai dari rekomendasi teman dan keluarga. Ia juga memberi contoh Skegness, destinasi liburan pesisir di Lincolnshire, yang bisa dijangkau dengan kereta atau bus.
Menurut contoh yang disebutkan, akomodasi untuk keluarga berempat di taman liburan di Skegness pada Agustus dimulai sekitar ÂŁ750 untuk satu minggu. Sementara itu, tiket kereta pulang-pergi (off-peak) dari Manchester untuk empat orang diperkirakan sekitar ÂŁ280.
Sebagai perbandingan, perjalanan mendadak ke Majorca untuk keluarga berempat pada waktu yang sama disebut mulai dari sekitar ÂŁ2,000. Rivett juga mengingatkan bahwa kesepakatan yang lebih baik biasanya bisa didapat jika memesan lebih jauh hari.
2) Utamakan momen, bukan hanya biaya
Samantha Thomas, kreator Budget Mum UK, mengatakan ia lebih menaruh perhatian pada waktu yang bisa diberikan kepada anak dibanding uang yang akan dikeluarkan untuk kegiatan sehari-hari.
Thomas menyarankan orang tua lebih dulu menetapkan anggaran agar paham batas yang terasa nyaman. Setelah itu, susun aktivitas yang sesuai sehingga liburan tidak berubah menjadi tekanan atau rasa bersalah.
“Children don’t need a six-week programme of expensive activities,” kata Thomas. Ia menambahkan bahwa kenangan paling berharga sering muncul dari hal sederhana seperti aktivitas memasak bersama atau piknik di taman.
Ia juga mencontohkan membuat kue fairy cakes dengan icing: bahan-bahannya biasanya berkisar antara £10 dan £15, tergantung stok yang sudah tersedia di rumah. Untuk piknik atau “picky bits”, harga bisa bervariasi, tetapi kegiatan itu tetap bisa dilakukan dengan anggaran sekitar £5.
Thomas menyebut Tasneem Abdur-Rashid, penulis sekaligus ibu tunggal dua anak, juga sepaham dalam hal mengurangi tuntutan untuk setiap hari harus ada sesuatu yang berbeda. Abdur-Rashid menilai penting memberi jeda, menyingkirkan pekerjaan, dan meluangkan waktu satu lawan satu.
Waktunya bisa berbentuk pergi ke taman bermain atau berenang. Untuk opsi di sekitar tempat tinggal, biaya ke kolam lokal atau lido disebut berkisar sekitar ÂŁ6 untuk orang dewasa dan ÂŁ3.50 untuk anak.
Abdur-Rashid mengatakan setiap malam selama liburan ia akan bermain gim papan bersama anak-anak. Ia menyebut aktivitas itu menggabungkan kualitas waktu dengan kesenangan, dan permainan dapat ditemukan di toko amal setempat dengan harga yang sangat wajar.
“You don’t even have to leave the house for that,” katanya. “and they love it.”
3) Manfaatkan apa yang tersedia di daerahmu
Nilly Dahlia, content creator dan ibu dari tiga anak, membagikan kebiasaannya mencetak kalender aktivitas selama enam minggu. Ia memasukkan rencana tersebut ke dalam “summer bucket list” dan memberi prioritas pada kegiatan yang berbiaya rendah.
Dahlia mengatakan ia merasa ada tekanan yang kuat agar liburan terlihat “Instagram-worthy”. Baginya, liburan tidak harus selalu jauh; tinggal di Inggris, menikmati waktu sampai sore, naik sepeda, atau pergi ke sungai pun bisa menjadi pengalaman yang bermakna.
Berita Terkait
Ia menjelaskan keinginannya agar anak merasakan “a nostalgic summer.” Dahlia juga menekankan banyak pilihan yang tidak membuat dompet jebol, termasuk “free kids’ meals in cafes” dan diskon untuk perjalanan lokal.
Ia turut menyebut kadang ada penawaran di tempat bowling dan bioskop. Namun, keluarganya juga punya rutinitas movie night di rumah setiap Jumat, lengkap dengan popcorn dan camilan.
Menurut Dahlia, setiap anak mendapat “a bowl of popcorn and treats” dan mereka mengubah ruang duduk dengan menggeser sofa menjadi dua baris supaya suasananya terasa seperti bioskop.
James Gray, communications and advocacy manager di Libraries Connected, menambahkan bahwa liburan musim panas juga membuat perpustakaan “come alive”. Gray mengatakan di berbagai wilayah Inggris akan ada Summer Reading Challenge yang mendorong anak membaca dalam format yang menyenangkan.
Ia juga menyebut perpustakaan sering mengadakan acara seperti seni dan kerajinan, pertunjukan, serta workshop kreatif yang banyak di antaranya gratis.
4) Seimbangkan istirahat dengan sedikit belajar
Dahlia menyiapkan bahan bacaan untuk membantu anak menghadapi tahun ajaran berikutnya. Anak bungsunya menerima buku bab untuk mendukung transisi ke Year 3, sedangkan anak tertua sedang menuju sekolah menengah.
Dahlia menjembatani jarak dari sekolah dasar ke sekolah menengah dengan memilih buku yang sesuai. Ia juga menyiapkan “summer baskets” berisi puzzle book, reading books, dan snacks untuk meredakan kebosanan.
Ia menegaskan, “It’s so important because by reading, they’re still engaging their brain so they can go back to school in September, already having vocabulary in them.”
Abdur-Rashid, yang juga sibuk sebagai orang tua, mengatakan ia tidak selalu punya waktu melakukan semua hal yang ia ingin lakukan bersama anak-anak. Karena itu, ia menata hari dengan struktur agar mereka tetap menjalani aktivitas.
Ia menyediakan satu jam setiap hari untuk gaming yang disukai anak laki-lakinya, lalu mengisi sisanya dengan bermain, membaca, atau menulis. Ia juga ingin menumbuhkan kecintaan membaca dengan cara membiarkan anak tidak menyelesaikan buku yang tidak mereka nikmati.
Abdur-Rashid menganggap penting agar membaca tidak berubah menjadi “punishment”.
Gavin Morgan, education psychologist dari University College London, menambahkan bahwa memberi ruang agar anak merasa “bored” juga penting saat liburan.
“It’s really important that they have opportunities to switch off from school and from that structure in order to experience and explore new things and get bored, because for some kids, that can really spark that creativity.”
Bagi anak yang akan memasuki tahun ujian, Morgan menyarankan orang tua mengadakan percakapan tentang kebutuhan anak dan apa yang paling cocok. Ia memperingatkan agar anak tidak berada di bawah tekanan.
“The worst thing for parents to do is put their child under any kind of pressure, because they’ll end up being switched off from learning,” katanya. Morgan juga mengajak orang tua mendorong anak beristirahat dari pendidikan supaya mereka kembali ke sekolah pada September dengan kondisi yang lebih siap.
Menurut Morgan, tujuannya agar anak kembali “feeling really confident and refreshed”.
5) Mulai merencanakan sejak jauh hari untuk liburan berikutnya
Thomas menutup daftar dengan kebiasaan merencanakan anggaran musim panas jauh-jauh hari. Ia melakukan ini dengan menabung sedikit demi sedikit ke dalam “sinking fund”, yaitu dana yang disiapkan khusus untuk tujuan tertentu.
Pada musim panas ini, anggarannya disebut ÂŁ500. Thomas kemudian duduk bersama anak-anak untuk membahas berapa yang sudah mereka siapkan, serta mengajak anak-anak memikirkan aktivitas yang bisa dilakukan bersama.
Ia mengatakan dialog terbuka membantu anak memahami bahwa uang yang tersedia jumlahnya terbatas, sekaligus ada rencana tentang cara terbaik memanfaatkannya.
“You’ve got that open dialogue, so they understand there’s only a finite amount of money, and we’ve got a plan on how to do that best,” tutur Thomas.
Thomas juga memanfaatkan situs cashback untuk mendapatkan kembali uang dari pembelian. Ia menyebut cashback itu “brilliant for hotels or travel”.
Jika berencana bepergian, baik ke luar negeri maupun tetap di Inggris, Thomas menekankan pentingnya merencanakan dan memesan lebih awal agar memperoleh penawaran yang lebih baik. Ia juga merekomendasikan melihat atraksi di area lokal lebih dulu sebelum bepergian lebih jauh.












