Pendidikan

Minum Teh Hijau Tanpa Makan Tak Selalu Pas: Penyebabnya Bisa Memicu Mual

×

Minum Teh Hijau Tanpa Makan Tak Selalu Pas: Penyebabnya Bisa Memicu Mual

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tak Semua Orang Cocok Minum Teh Hijau Saat Perut Kosong, Ini Alasannya

jurnalistik.co.id – Sebagian orang merasa mual atau perut tidak nyaman setelah minum teh hijau ketika kondisi perut kosong. Keluhan ini tidak selalu dialami semua orang, tetapi bisa muncul pada mereka yang lambungnya lebih sensitif.

Menurut Head of Services, Clinical Nutrition and Dietetics Aster CMI Hospital Bengaluru, Edwina Raj, teh hijau memang dapat memicu keluhan tersebut pada sebagian orang. Pemicu utamanya berkaitan dengan tanin dan kafein yang ada di dalam minuman ini.

Teh hijau mengandung senyawa alami bernama tanin. Senyawa ini dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga ketika diminum tanpa makanan, tanin berpotensi mengiritasi lapisan lambung dan menimbulkan rasa mual.

Raj juga menjelaskan bahwa teh hijau “teh hijau juga mengandung kafein yang dapat memicu rasa tidak nyaman di lambung, refluks asam, atau mual, terutama pada orang dengan lambung sensitif atau yang belum terbiasa minum teh tanpa makanan,” ujar Raj, seperti disadur Only My Health, Jumat (24/7/2026).

Dalam praktiknya, Chief Dietitian KIMS Hospitals Mahadevapura, Archana, menilai kondisi serupa cukup sering ditemui. “Dalam praktik saya sebagai ahli gizi, kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada mereka yang sensitif terhadap kafein atau memiliki masalah kelebihan asam lambung,” katanya.

Mengapa terjadi saat perut kosong

Ketika tidak ada makanan di lambung, efek iritasi dari senyawa dalam teh hijau cenderung lebih mudah terasa. Asam lambung yang meningkat dapat membuat rasa tidak nyaman semakin cepat muncul, terlebih bila tubuh belum terbiasa dengan konsumsi teh hijau.

Kafein juga berperan melalui respons lambung, terutama pada orang yang mudah mengalami refluks asam atau gangguan terkait kelebihan asam. Karena itu, dua komponen yang sama—tannin dan kafein—bisa menghasilkan pengalaman yang berbeda, tergantung sensitivitas masing-masing.

Teh hijau tetap bermanfaat bila dikonsumsi tepat

Meski dapat memicu gangguan lambung pada sebagian orang, teh hijau tetap memiliki manfaat kesehatan. Sebuah penelitian tahun 2020 yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Namun, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa bukti mengenai manfaat teh hijau untuk mencegah diabetes maupun membantu penurunan berat badan masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Dengan kata lain, manfaat kesehatan yang diharapkan tetap bergantung pada cara konsumsi dan kecocokan dengan kondisi pencernaan.

Raj menekankan bahwa waktu dan pola minum menjadi faktor penting agar teh hijau bisa dimanfaatkan tanpa memicu efek samping pada sistem pencernaan. Jika seseorang mudah mengalami mual, penyesuaian strategi konsumsi biasanya perlu dilakukan sejak awal.

Cara mengurangi risiko mual

Raj menyarankan agar teh hijau dikonsumsi setelah makan ringan atau camilan, bukan saat perut kosong. Selain itu, ia juga menyarankan agar orang tidak langsung mengonsumsi beberapa cangkir teh hijau pada pagi hari.

Bila rasa mual tetap muncul, Raj menyarankan untuk mengurangi jumlah konsumsi atau memilih teh hijau dengan kadar kafein yang lebih rendah. “Apabila rasa mual terus muncul, ia menyarankan untuk mengurangi jumlah konsumsi atau memilih teh hijau dengan kadar kafein yang lebih rendah,” demikian arahan yang disampaikan dalam pemberitaan.

Jika keluhan berlanjut, langkah lanjutan yang dianjurkan adalah konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan pencernaan yang mendasarinya, sehingga penanganan bisa tepat sesuai kondisi.

Archana juga memberikan saran yang senada dengan praktik pemberian makan. “Jangan minum teh hijau saat perut kosong , terutama jika kamu memiliki masalah asam lambung. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dan memilih teh dengan kandungan kafein lebih rendah juga dapat membantu,” imbau dia.

Archana menambahkan bahwa teh hijau sebaiknya dikonsumsi setelah sarapan atau bersama makanan ringan, seperti kacang-kacangan maupun roti gandum. Dengan cara tersebut, potensi iritasi pada lambung bisa ditekan karena lambung tidak berada dalam kondisi kosong.

Pada akhirnya, teh hijau tidak otomatis bermasalah untuk semua orang. Yang menentukan adalah kecocokan tubuh, sensitivitas lambung, serta kapan dan bagaimana teh hijau dikonsumsi.