jurnalistik.co.id – LIV Golf kembali menghadapi tekanan setelah tiga tur putra terkemuka mengumumkan pembentukan aliansi global baru. Kemitraan tersebut melibatkan PGA Tour, DP World Tour, dan Asian Tour, sekaligus memukul posisi kompetisi yang selama ini menjadi alternatif dari jalur tradisional.
Pengumuman ini muncul sebagai kelanjutan dari pergeseran yang terus terjadi di lanskap golf profesional putra. Asian Tour yang sebelumnya memiliki hubungan dengan sirkuit LIV kini berada di bawah payung kerja sama yang lebih luas dengan PGA Tour dan DP World Tour.
Rory McIlroy menyambut langkah itu melalui unggahan di media sosial. “Positive news,” tulisnya, “Great to see the respective tours working together for the good of international golf.”
McIlroy mengaitkan kemitraan tersebut dengan kepentingan golf internasional. Menurutnya, kerja sama antartur memberi ruang untuk saling memperkuat jalur kompetisi di level global.
Detail kesepakatan ini ditegaskan melalui pertemuan yang berlangsung pekan lalu saat Open Championship di Royal Birkdale. Dalam konteks itu, PGA Tour dan DP World Tour memutuskan untuk memperluas aliansi yang sebelumnya sudah ada dengan Asian Tour.
Kerja sama PGA dan DP World Tour yang telah berjalan sebelumnya juga disebut diperpanjang hingga setidaknya tahun 2029. Skema tersebut sempat diperkirakan akan berakhir lebih cepat, namun pembicaraan di beberapa bulan terakhir mengarah pada perpanjangan.
Asian Tour sendiri pernah mengarah pada kerja sama dengan LIV pada 2021, sebelum liga LIV diluncurkan setahun berikutnya. Di periode lama, Asian Tour menyediakan jalur promosi dan degradasi menuju turnamen LIV bernilai total $30m.
Di bawah skema yang lama, dua pemain teratas dari peringkat (order of merit) Asian Tour mendapatkan promosi ke LIV untuk musim 2026. Ada pula peran skema turnamen lain yang didanai Arab Saudi, yakni Saudi-funded International Series, yang memberi peluang bermain bernilai tinggi bagi bintang-bintang LIV yang diban dari PGA Tour.
Namun, rangkaian peristiwa itu juga memicu kontroversi. Sebagian turnamen disebut digelar di Eropa, yang dinilai “infringing on territory” yang sebelumnya menjadi wilayah tradisional DP World Tour.
Perubahan mulai berlaku: peluang komersial dan jalur bermain baru
Mulai berlaku secara langsung, PGA Tour dan DP World Tour—melalui aliansi strategis yang sudah mereka miliki—akan bermitra dengan Asian Tour untuk menyediakan peluang komersial sekaligus peluang bermain. Langkah ini turut menata ulang cara Asian Tour berhubungan dengan ekosistem turnamen global.
Berita Terkait
Ada juga jalur yang disiapkan untuk pemain papan atas di Asia agar memperoleh playing rights mulai musim 2027 di DP World Tour. Dengan demikian, arah karier pemain Asia kembali terkonsentrasi pada jalur yang lebih terhubung dengan tur utama Eropa dan Amerika.
Selain itu, sejumlah turnamen disebut akan kembali berstatus co-sanctioned antara rangkaian acara DP World dan Asian, seperti yang terjadi sebelum Asian Tour menjalin kerja sama dengan LIV. Perubahan ini berimplikasi pada bagaimana kesempatan tampil di panggung global didistribusikan untuk para pemain.
Langkah baru tersebut juga memperjelas alasan kemunduran LIV. LIV yang agenda berikutnya dimulai di JCB Club, Staffordshire, pada hari Kamis, sebelumnya sudah mengalami guncangan setelah dukungan finansial Arab Saudi ditarik.
Arab Saudi disebut telah menyalurkan lebih dari ÂŁ3.75bn untuk membiayai tiga tahun awal LIV. Penarikan dukungan itu menjadi salah satu faktor yang memperlemah keberlanjutan liga, dan kini tekanan bertambah dengan adanya aliansi tur utama.
Ini menjadi pukulan tambahan bagi pimpinan LIV, Scott O’Neil. O’Neil, yang menjadi CEO pada Januari 2025, sedang mencari investasi sebesar $350m agar sirkuit tersebut tetap hidup.
Di dalam rencana itu, O’Neil disebut mengidentifikasi national opens di berbagai negara untuk mengisi jadwal baru, sementara pemberhentian di Asian Tour dinilai krusial dalam rencana tersebut. Saat Asian Tour kini bergerak dengan PGA Tour dan DP World Tour, jalur yang dirancang untuk menopang LIV ikut melemah.
Cho Minn Thant, CEO Asian Tour, menyampaikan alasan mereka mendorong kolaborasi tersebut. “We feel the time is now right to collaborate with the DP World Tour and PGA Tour to enhance the Asian Tour for our members, fans and partners,” katanya.
Cho menambahkan bahwa “Bringing the three Tours together under one partnership will increase the bandwidth of the professional game in Asia.” Menurutnya, kemitraan itu juga membuka ruang bagi agenda kompetisi yang lebih luas di kawasan.
Cho juga menegaskan dampaknya pada turnamen puncak. “Not only will co-sanctioning events see our members competing regularly on the global stage, but we are excited to welcome players from the other tours to our pinnacle events.”
Dari sisi DP World Tour, Ben Cowen, chief tournament and operations officer, menggambarkan perubahan itu sebagai langkah positif. Ia menyebut, “a hugely positive step for golf in Asia, but also an exciting new era of collaboration for our game globally”.
Pihak PGA Tour melalui Christian Hardy, yang menjabat sebagai pimpinan urusan internasional, turut menilai kesepakatan ini sebagai contoh kolaborasi. “This agreement is another example of what can be accomplished when organisations come together with a shared vision for the future of professional golf. We are excited to welcome the Asian Tour into that effort.”
Dengan deretan pernyataan tersebut, aliansi global yang terbentuk kini bukan sekadar penataan ulang struktur kompetisi, tetapi juga sinyal bahwa jalur golf profesional di Asia sedang ditarik kembali menuju ekosistem tur utama. Bagi LIV, situasi ini berarti tekanan berlapis yang makin menyulitkan upaya mempertahankan daya tarik sirkuit mereka.












