jurnalistik.co.id – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berkelakar soal kemampuan tim di lapangan mini soccer. Dalam kesempatan itu, ia menyebut PKB lebih menjanjikan dibanding Partai Golkar jika pertandingan berlangsung dalam format tersebut.
Wakil rakyat yang akrab disapa Cak Imin menyampaikan candaan itu berdasarkan pengalaman menghadapi Golkar saat bermain. Namun, ia juga memberi catatan bahwa kondisi di pemilu tidak bisa disamakan dengan permainan di lapangan.
“Kalau pengalaman main dengan Golkar, insyaallah PKB lebih unggul. Tapi belum tentu di pemilu ya, kalau pemilu masih kalah. Tapi kalau di mini soccer , barangkali, barangkali,” ujar Cak Imin, yang disambut tawa para peserta.
Cak Imin menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Final Mini Soccer Tournament Panji Bangsa dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di BRIlian Stadium, Jakarta Selatan, pada Jumat (17/7/2026). Turnamen itu menjadi ruang pertemuan lintas partai sekaligus ajang pertandingan ekshibisi.
Selain dihadiri kader dan peserta, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pimpinan partai politik. Di antaranya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Sarmuji, Sekretaris Jenderal Partai Prima R. Gautama Wiranegara, serta perwakilan Partai NasDem dan Partai Demokrat.
Dalam agenda yang sama, panitia juga menampilkan pertandingan ekshibisi Amputee Football. Cak Imin lantas mengaitkan kegiatan olahraga itu dengan pesan tentang semangat dan kebugaran, agar para peserta tidak hanya menikmati permainan, melainkan juga mengambil pelajaran dari para atlet penyandang disabilitas.
Ajakan mengambil pelajaran dari Amputee Football
Berita Terkait
Ia berharap kebersamaan dalam turnamen persahabatan dapat memperkuat sikap saling menghargai dan menjaga kesehatan. “Saya berharap kita belajar banyak dari teman-teman Amputee Football . Pertama, bersyukur, bahagia, bangga, dan terima kasih kepada Partai Golkar, Partai PKS, Partai Prima, dan partai-partai lain yang berkenan hadir dalam rangka Hari Lahir PKB untuk bersama-sama menjaga kebugaran sekaligus bermain mini soccer ,” kata Cak Imin.
Cak Imin juga menyampaikan bahwa dirinya sudah lama tidak bermain, sehingga ia mendorong peserta untuk ikut merasakan suasana pertandingan. “Yang saya sendiri sudah sangat lama tidak main ini, Saudara-saudara. Moga-moga bisa ikut main. Dan tentu apresiasi atas kehadiran Bapak-bapak sekalian,” imbuh dia.
Melalui rangkaian kegiatan itu, ia menekankan agar hubungan antarpartai makin hangat sekaligus menguatkan optimisme menjelang cita-cita yang ingin diraih. Suasana acara, menurutnya, tidak berhenti pada persahabatan sesaat, melainkan diharapkan memberi energi baru.
Dalam penutup sambutannya, Cak Imin menyampaikan harapan agar Indonesia tampil di Piala Dunia. “Insya Allah Indonesia akan bermain di Piala Dunia. Cita-citanya Pak Prabowo itu, 2030,” kata Cak Imin.
Ia kemudian merangkum tujuan utama turnamen tersebut sebagai penguatan persahabatan serta perhatian pada kebugaran. “Kita ingin hari ini persahabatan semakin dalam, kesehatan semakin baik. Alhamdulillah,” ujar dia.
Lebih dari sekadar pertandingan, rangkaian Final Mini Soccer Tournament Panji Bangsa pada Harlah ke-28 PKB itu juga menampilkan semangat kebersamaan antarkomunitas politik. Kehadiran berbagai pimpinan partai menjadi penanda bahwa olahraga bisa menghadirkan suasana yang lebih cair, sekaligus membuka ruang komunikasi di luar agenda resmi. Dalam konteks itulah, candaan Cak Imin tentang permainan tim di lapangan diposisikan sebagai cara untuk mencairkan suasana, tanpa menghilangkan pesan bahwa tiap kontestasi memiliki cara pandang yang berbeda.
Pada bagian lain acara, panitia menyuguhkan pertandingan eksibisi Amputee Football yang kemudian dihubungkan Cak Imin dengan pentingnya menjaga kesehatan dan membangun mental. Ia menyoroti bahwa para atlet penyandang disabilitas tidak hanya menunjukkan kemampuan bermain, tetapi juga menampilkan keteguhan sikap dalam menjalani aktivitas fisik. Dari sana, Cak Imin mengajak peserta untuk mengambil nilai, agar kebugaran dipahami sebagai bagian dari penghargaan terhadap diri sendiri sekaligus dorongan untuk terus bersemangat menghadapi rutinitas.
Di penutup sambutannya, Cak Imin juga menegaskan harapannya agar suasana persahabatan yang terbangun pada momen tersebut tidak berhenti pada hari pertandingan saja. Ia berharap hubungan antarpihak politik makin hangat dan optimistis, seiring langkah menuju target jangka panjang yang disebutnya, termasuk cita-cita Indonesia tampil di Piala Dunia pada 2030. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang hadir, sekaligus mendorong agar peserta tetap menikmati permainan serta memanfaatkan acara itu sebagai pengingat bahwa sportivitas dan kesehatan layak dijaga bersama.












