Bisnis & Ekonomi

Mengapa Harga BBM Inggris Kembali Naik Usai Runtuhnya Kesepakatan Damai AS–Iran?

×

Mengapa Harga BBM Inggris Kembali Naik Usai Runtuhnya Kesepakatan Damai AS–Iran?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Why are UK fuel prices rising again?

jurnalistik.co.id – Harga bahan bakar Inggris kembali menunjukkan kenaikan setelah pembicaraan damai yang ditujukan untuk mengakhiri perang AS–Israel dengan Iran runtuh. Kenaikan ini muncul di tengah gangguan yang sempat mengguncang produksi serta pengangkutan energi di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan BBC, ketika konflik mulai meletus pada 28 Februari, harga bahan bakar sempat melonjak. Setelah itu, harga sempat turun tajam ketika AS dan Iran menyepakati kerangka kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran pada Juni, tetapi laju kenaikan kembali muncul ketika ketegangan kembali tersingkap.

Simon Williams, kepala kebijakan RAC, menilai bahwa kenaikan cenderung terus berlanjut. Ia menyebut, “the increases are likely to keep coming thick and fast”.

Biaya minyak grosir menjadi pengungkit utama

Pergerakan harga minyak grosir berpengaruh langsung pada harga bensin dan diesel di pom bensin. Minyak mentah merupakan bahan kunci dalam produksi kedua jenis bahan bakar tersebut, sehingga ketika biaya di tingkat grosir naik, biaya isi kendaraan ikut terdorong naik.

Analisis yang dikutip menyebut, setiap kenaikan harga minyak sebesar $10 (£7.53) mendorong harga pom kira-kira naik sekitar 7p per liter. Artinya, meskipun kenaikan terlihat di akhir rantai pasok, pemicunya sering kali berasal dari fluktuasi harga minyak di pasar global.

Sejak perang dimulai, harga minyak mentah Brent—patokan global untuk harga grosir minyak—berubah sangat cepat. Sebelum konflik, Brent berada di sekitar $70 per barel, namun konflik membuatnya sempat mencapai puncak di atas $120 per barel.

Memasuki awal Juli, setelah kerangka kesepakatan ditandatangani, harga kembali turun mendekati level sekitar $70 per barel. Namun setelah itu, harga kembali bergerak naik hingga sekitar $87 per barel, dan justru lonjakan inilah yang kemudian ikut merembet pada harga bahan bakar di Inggris.

Rekor kenaikan bensin dan diesel selama konflik

RAC mencatat, harga rata-rata bensin mencapai puncak pada masa perang akibat konflik Iran, yakni 159.53p per liter pada 28 Mei. Untuk diesel, RAC menyebut harga rata-rata tertinggi selama periode konflik terjadi pada 15 April, yaitu 191.54p per liter.

Di awal Juli, RAC menyatakan harga diesel sempat turun ke titik terendah. Pada fase itu, bensin rata-rata mencapai 150.50p per liter, sedangkan diesel rata-rata berada di 164.52p per liter.

Sejak saat itu, harga kembali bergerak naik. Data RAC yang lebih baru memperlihatkan bensin kini berada di 152.54p per liter, sementara diesel mencapai 167p per liter.

Williams dari RAC menghubungkan potensi kenaikan lanjutan dengan lonjakan harga Brent crude. Ia menyatakan bahwa faktor harga minyak mentah akan tetap menjadi pendorong, meski dinamika kenaikan dan penurunannya mengikuti ritme pasar.

Masih di bawah level musim panas 2022

Meskipun harga saat ini meningkat, tingkatnya disebut masih berada di bawah level yang sempat terjadi pada musim panas 2022, ketika invasi Rusia ke Ukraina membuat harga bahan bakar mencapai puncak lain. Pada periode itu, bensin sempat menyentuh 191.5p per liter dan diesel pernah mencapai 199p per liter.

Perubahan harga pada pasar grosir juga tidak langsung tampil di pom bensin. Karena pengangkutan dan rantai pasok membutuhkan waktu, pergerakan harga di tingkat grosir memakan waktu sekitar dua pekan untuk terlihat pada harga yang dibayar pengendara.

Penolakan tuduhan “price gouging” dan respons skema perbandingan

Peritel bahan bakar membantah tuduhan “price gouging” selama konflik. Regulator pasar resmi menyatakan pihaknya tidak melihat bukti bahwa peritel secara aktif mengubah strategi penetapan harga untuk memanfaatkan krisis.

Pemerintah juga menjalankan skema bernama Fuel Finder, yang memungkinkan pengemudi membandingkan harga bahan bakar yang ditawarkan stasiun-stasiun pom di seluruh Inggris. Luke Bosdet, kepala kebijakan AA, mengatakan pihaknya terkejut karena harga bisa turun begitu cepat, dan ia mengaitkannya dengan skema perbandingan tersebut.

Selain itu, pada 20 Mei, Perdana Menteri Sir Keir Starmer menyampaikan bahwa kenaikan tarif cukai bahan bakar yang direncanakan sebesar 5p pada September akan ditunda sampai 31 Desember. Keputusan penundaan itu disebut terkait konflik yang sedang berlangsung.

Kenapa perang berdampak ke minyak: jalur Hormuz

Konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak dunia naik karena jalur logistik utama untuk minyak dan gas cair mengalami tekanan. Laporan tersebut menjelaskan bahwa konflik secara efektif menutup Strait of Hormuz, salah satu rute transportasi air paling penting untuk minyak, LNG, dan komoditas esensial lainnya.

Sekitar 20% minyak dan LNG dunia dilaporkan melewati jalur perairan tersebut. Meski ada kesepakatan antara AS dan Iran, para ahli memperingatkan bahwa kembalinya pengiriman menuju kondisi normal tidak akan instan. Dampak perang terhadap ekonomi global diperkirakan masih bisa berlanjut hingga berpotensi beberapa bulan.

Ketergantungan impor membuat Inggris sensitif terhadap harga global

Inggris masih sangat bergantung pada pasokan minyak dan gas dari luar negeri. Sebagian besar impor berasal dari AS dan Norwegia, sehingga harga di pasar global turut menentukan berapa besar biaya yang harus dibayar Inggris untuk energi tersebut.

Walau Inggris memperoleh sebagian minyak dari North Sea, sebagian besar produksi itu diekspor untuk proses penyulingan di tempat lain. Dengan demikian, perubahan harga minyak mentah global tetap menjadi penentu penting bagi biaya energi di Inggris.

Dalam konteks itu, kenaikan harga bahan bakar yang kembali terjadi menggambarkan bagaimana konflik geopolitik dapat langsung meresap ke urusan domestik—dari fluktuasi harga Brent, hingga penyesuaian harga bensin dan diesel yang akhirnya dirasakan pengendara di pom.