jurnalistik.co.id – Timnas Maroko resmi mengumumkan 26 pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia 2026 pada Juni hingga Juli 2026. Dalam daftar yang dirilis melalui Instagram resmi tim, Achraf Hakimi dan Brahim Diaz kembali menjadi dua nama yang paling disorot untuk memimpin langkah Singa Atlas di turnamen tersebut.
Skuad yang dipilih pelatih Mohamed Ouahbi itu berisi hampir seluruh pemain yang sebelumnya tampil di Piala Afrika 2025. Maroko datang ke Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjadi juara Piala Afrika 2025 secara dramatis, usai Senegal terbukti melakukan pelanggaran berat yang membuat gelar berpindah ke Brahim Diaz dkk. Status itu membuat ekspektasi terhadap Maroko ikut meningkat, terlebih mereka akan bersaing di grup yang tidak ringan.
Andalan di setiap lini
Di bawah mistar, Yassine Bounou tetap menjadi pilihan utama. Mantan kiper Sevilla itu masih memegang posisi penting sebagai penjaga gawang utama Maroko, dengan Munir El Kajoui dan Ahmed Reda Tagnaouti melengkapi sektor kiper. Pada lini belakang, Mohamed Ouahbi menempatkan Achraf Hakimi sebagai pemimpin pertahanan bersama pemain-pemain yang sudah terbiasa tampil di level Eropa, seperti Noussair Mazraoui dan Nayef Aguerd. Kehadiran Anass Salah-Eddine dan Issa Diop juga memberi tambahan opsi yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Di lini tengah, Maroko mengandalkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman. Sofyan Amrabat dan Neil El Aynaoui diprediksi menjadi kunci permainan tim berkat pengalaman mereka di kompetisi elite Eropa bersama Betis dan Roma. Di sektor ini pula ada Bilal El Khannouss, Azzedine Ounahi, Ayyoub Bouaddi, Ismael Saibari, dan Samir El Mourabet yang siap memberi variasi dalam distribusi bola maupun transisi permainan. Dengan komposisi seperti itu, Maroko memiliki banyak pilihan untuk menjaga ritme dan intensitas di sepanjang pertandingan.
Di lini depan, Brahim Diaz akan menjadi salah satu tumpuan utama bersama Ayoub El Kaabi dan Chemsoine Talbi. Kehadiran Ayoube Amaimouni, Soufiane Rahimi, Gessime Yassine, dan Abdessamad Ezzalzouli membuat Maroko punya cukup banyak opsi untuk menekan lawan dari berbagai sisi. Dengan materi pemain yang tersebar di sejumlah klub Eropa dan Timur Tengah, Singa Atlas terlihat punya kedalaman skuad yang cukup merata di semua lini.
Uji coba sebelum masuk grup berat
Sebelum tampil di Piala Dunia 2026, Maroko dijadwalkan menjalani dua laga uji coba. Mereka akan menghadapi Madagaskar pada 3 Juni dan Norwegia pada 8 Juni. Dua pertandingan itu akan menjadi ajang pemanasan sekaligus kesempatan terakhir bagi Mohamed Ouahbi untuk mematangkan komposisi terbaiknya, sebelum turnamen resmi dimulai.
Di Piala Dunia 2026, Maroko tergabung di Grup C. Lawan pertama yang akan mereka hadapi adalah Brasil pada 14 Juni, disusul Skotlandia pada 20 Juni, dan Haiti pada 25 Juni. Dengan jadwal seperti itu, Maroko dipastikan langsung diuji sejak laga pembuka. Kombinasi lawan dari Amerika Selatan, Eropa, dan Karibia membuat perjalanan mereka di fase grup akan menuntut konsentrasi penuh.
Berikut daftar 26 pemain timnas Maroko di Piala Dunia 2026: kiper Yassine Bounou (Al Hilal), Munir El Kajoui (RS Berkane), dan Ahmed Reda Tagnaouti (FAR Rabat); bek Achraf Hakimi (PSG), Noussair Mazroui (Man United), Anass Salah-Eddine (PSV), Youssef Belammari (Al Ahly), Issa Diop (Fulham), Chadi Riad (Crystal Palace), Zakaria El Ouahdi (RKC Genk), Redouane Halhal (KV Mechelen), dan Nayef Aguerd (Marseille); gelandang Neil El Aynaoui (Roma), Bilal El Khannouss (Stuttgart), Azzedine Ounahi (Girona), Ayyoub Bouaddi (Lille), Ismael Saibari (PSV), Sofyan Amrabat (Real Betis), dan Samir El Mourabet (Strasbourg); serta penyerang Brahim Diaz (Real Madrid), Ayoube Amaimouni (Frankfurt), Soufiane Rahimi (Al Ain), Chemsoine Talbi (Sunderland), Gessime Yassine (Strasbourg), Ayoub El Kaabi (Olympiacos), dan Abdessamad Ezzalzouli (Real Betis).
Dengan susunan itu, Maroko datang ke Piala Dunia 2026 membawa campuran pengalaman, kualitas individu, dan modal juara yang tidak kecil. Achraf Hakimi dan Brahim Diaz memang menjadi sorotan utama, tetapi kedalaman skuad yang mereka miliki menunjukkan bahwa Maroko tidak hanya bertumpu pada dua nama tersebut. Tim ini akan mencoba menjaga momentum dan membuktikan bahwa status juara Piala Afrika 2025 bukan sekadar hasil kebetulan.












