jurnalistik.co.id – Memulai bisnis dari skala rumahan hingga mampu bertahan hampir satu abad bukanlah perkara mudah. Namun, Worcas menunjukkan bahwa konsistensi dan komitmen terhadap kualitas bisa membawa usaha lokal menembus pasar modern, sampai akhirnya mempekerjakan 1.000 karyawan.
Perjalanan panjang itu dirayakan melalui Worcas Gala Dinner 2026, sebuah malam apresiasi yang dihadirkan untuk membawa kopi luwak Indonesia ke level dunia. Momentum tersebut sekaligus menandai usia 91 tahun perjalanan Worcas, dari akar usaha kecil di Riau hingga menjadi jenama yang kini lebih dikenal luas.
Berawal dari kopi rumahan
Kisah Worcas tidak lahir dalam waktu singkat. Berawal dari usaha kopi rumahan di Riau pada 1935, bisnis ini tumbuh dari skala sederhana di Pulau Sumatra sebelum perlahan masuk ke pasar yang lebih besar.
“Worcas sudah 91 tahun. Berawal dari usaha kopi rumahan yang bernama Kopi Piala Mas di Rokan Hilir Riau Bagan Siapi api berlanjut ekspansi ke Jakarta tahun 2011 dan membuat branding nama Worcas tahun 2012,” ujar Roysevelt, Direktur Worcas Group dalam rilisnya, Selasa (26/5/2026).
Ekspansi ke Jakarta pada 2011 menjadi titik balik penting. Dari sana, rebranding menjadi Worcas membuat kopi rumahan tersebut tampil dengan wajah baru yang lebih modern dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Transformasi nama itu juga mengubah cara perusahaan ini dipandang. Dari usaha rumahan, Worcas perlahan masuk ke jalur bisnis yang lebih besar dengan identitas yang lebih kuat sebagai produk kopi premium.
Hantaman pandemi dan strategi bertahan
Perjalanan Worcas tidak selalu mulus. Perusahaan sempat menghadapi ujian berat ketika pandemi Covid-19 melanda dan membuat pasar ekspor maupun impor mengalami hambatan.
“Tantangan terbesar Pandemi Covid-19 menyebabkan pasar ekspor dan impor mengalami hambatan, sehingga jalur perdagangan internasional sempat terhenti,” tutur Roysevelt.
Di tengah situasi itu, Worcas bertahan dengan fondasi nilai perusahaan yang dijaga kuat, yakni kualitas, kepercayaan, dan konsistensi. Tiga prinsip tersebut menjadi penopang saat arus perdagangan melambat dan bisnis harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang tidak menentu.
“Kami selalu menjaga standar produk agar tetap premium, khususnya dalam menghadirkan kopi luwak asli Indonesia dengan cita rasa yang khas dan bernilai tinggi. Kami juga terus mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan, partner bisnis, dan seluruh tim yang menjadi bagian dari perjalanan perusahaan,” papar Roysevelt.
Berkembang pesat dan menjangkau pasar lebih luas
Kini, Worcas berkembang menjadi salah satu pemain utama dalam industri kopi premium tanah air, dengan fokus pada lini kopi luwak berkualitas tinggi. Skala produksinya meningkat tajam, dan pertumbuhan itu ikut membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.
Saat ini total karyawan Worcas seluruh area mencapai 1.000 karyawan. Angka itu menjadi penanda bahwa usaha yang berawal dari kopi rumahan di Riau pada 1935 telah berubah menjadi perusahaan dengan operasi yang jauh lebih besar dibanding masa-masa awalnya.
Produk-produk Worcas juga tidak lagi dinikmati secara terbatas. Kini, distribusinya menjangkau multi-channel melalui store resmi, marketplace seperti Tokopedia dan Shopee, serta jaringan partner bisnis di toko offline dan supermarket mall.
Perjalanan 91 tahun ini memperlihatkan bagaimana sebuah usaha bisa bertahan lintas generasi ketika kualitas dijaga dan identitas merek terus disesuaikan dengan zaman. Dari Kopi Piala Mas hingga Worcas, perusahaan ini tetap berada di jalur yang sama: menjaga cita rasa, menjaga hubungan dengan pelanggan, dan memperluas jangkauan pasar.










