jurnalistik.co.id – Inggris menutup Uji Coba kedua melawan Selandia Baru dengan kekalahan yang sangat telak di The Oval, sekaligus mengakhiri periode dua pekan yang penuh kekacauan. Hasil itu membuat perjalanan mereka berujung pada penentuan di Trent Bridge setelah kedua tim menyamakan kedudukan seri menjadi 1-1.
Di hadapan publik The Oval pada hari kelima, Selandia Baru tampil dominan sejak awal dan memastikan kemenangan mereka dengan margin 253 run. Rangkaian skor menunjukkan selisih yang jelas: Selandia Baru membukukan 391 dan 362, sementara Inggris masing-masing mencetak 291 dan 209.
Pada babak pertama, kontribusi utama Selandia Baru datang dari Tom Phillips yang mencetak 100. Di babak berikutnya, Selandia Baru menambah keunggulan lewat Nicholls dengan 121, didampingi Ravindra 76 dan Mitchell 68, sebelum akhirnya Inggris dikejar dalam posisi yang jauh dari aman.
Inggris memang memulai hari terakhir dengan harapan tipis untuk mengejar target, melanjutkan permainan pada 182-5 dengan angka tersisa yang secara hitungan sementara membutuhkan 463 untuk menang. Namun, laju Selandia Baru justru semakin tajam dan pertandingan cepat berubah menjadi ujian bagi barisan pemukul tuan rumah.
Kunci perubahan arah laga berada pada performa pelempar cepat Selandia Baru, Matt Henry. Dalam pertandingan ini, Henry mencatat angka 11-109 sekaligus menjadi penentu saat Inggris mulai kehilangan wicket dalam rentang waktu yang rapat. Inggris hanya bertahan kurang dari satu jam setelah resumption, sebelum peluang mereka benar-benar habis.
Henry membuka serangkaian masalah pada babak hari terakhir dengan menghentikan Joe Root pada 77. Root tumbang pada over ketiga hari itu, kembali lbw terhadap Henry, dengan penjaga gawang berdiri untuk mengamankan keputusan.
Berita Terkait
Setelah wicket Root jatuh, giliran pemain-pemain belakang Inggris ikut terekspos. Jofra Archer dibowled oleh shooter, Matthew Fisher dimainkan pada bola (played on), dan Josh Tongue tertangkap di first slip untuk memastikan golden duck bagi dirinya.
Runtutan wicket tersebut membawa arti penting tersendiri bagi Henry, karena momen itu menjadi tonggak pertamanya di level Test dengan 10 wicket dalam satu pertandingan. Ketika Jordan Cox kemudian dibowled karena melakukan sapuan yang mencoba mencari celah, kemenangan Selandia Baru pun kian menguat dengan Inggris harus menerima kekalahan.
Di sisi lain, kemenangan besar ini juga mengangkat latar belakang yang tidak jauh dari ruang ganti Inggris. Kontroversi terkait absennya kapten Ben Stokes ikut berada di bayang-bayang laga, dan Inggris yang tampil tanpa figur utama mereka justru terlihat kurang siap menghadapi kualitas permainan Selandia Baru.
Stokes dan Gus Atkinson sebelumnya ditangguhkan untuk Tes ini setelah keduanya melanggar aturan curfew tengah malam di Lord’s. Kejadian itu juga terkait insiden ketika seorang petugas keamanan terkena serangan oleh pemain rugby Saracens, sehingga keduanya harus menjalani penangguhan sementara sambil menunggu hasil investigasi.
Proses investigasi tersebut kini berada di tahap yang harus segera dituntaskan, karena Inggris juga perlu menyusun skuad untuk pertandingan penentuan di Trent Bridge. Meski pada akhirnya diyakini keduanya kemungkinan besar akan kembali—dengan Stokes berpotensi kembali sebagai kapten—petunjuk lebih jelas muncul pada Minggu pagi ketika Stokes dan Atkinson ditarik dari pertandingan county mereka.
Dengan demikian, Inggris melangkah ke Tes ketiga dalam situasi yang berbeda: mereka tidak hanya menutup Uji Coba kedua dengan hasil yang memukul mental, tetapi juga harus segera menata ulang komposisi tim menjelang laga penentuan. Sementara Selandia Baru membawa kepercayaan diri tinggi setelah menutup hari kelima dengan kemenangan telak, dan Matt Henry menjadi figur yang paling menonjol dalam memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.












