jurnalistik.co.id – MAYO akhirnya mematahkan kutukan penantian 75 tahun untuk meraih gelar All-Ireland Senior Football keempat. Di Croke Park, mereka menuntaskan laga final yang berlangsung menegangkan dengan menang 1-20 hingga 1-17 atas Kerry.
Kemenangan ini menandai momen bersejarah bagi Mayo, yang terakhir kali mengangkat Sam Maguire sejak 1951. Setelah rentetan kekalahan di banyak final—termasuk dua laga ulangan—Mayo menutup penantian panjang dengan performa yang tak kenal lelah hingga detik akhir.
Suasana di Croke Park sejak awal terasa panas, tetapi Mayo justru memulai laga dengan langkah yang berat. Mereka tertinggal 1-6 hingga 0-3 pada fase awal, menyusul gol David Clifford yang membuat Kerry segera terlihat lebih dominan.
Dalam pertarungan ketat itu, Paudie Clifford tampil menonjol di awal dan membantu Kerry menyerap tekanan dari Mayo. Tiga skor pembuka Kerry tercipta lewat momentum yang dibangun sejak menit-menit awal, termasuk dua kali David Clifford setelah Dylan Casey mengembalikan bola melewati mistar.
Kerry bahkan sempat makin menguat. Mayo sempat bernapas lega ketika Sean O’Brien melepaskan tembakan yang melenceng setelah menerima umpan fist dari Sean O’Shea, namun momen itu tidak langsung mengubah arah permainan.
Walau quarter pertama diwarnai upaya tinggi dari Mayo, mereka masih kesulitan menemukan ritme yang konsisten, termasuk ketika sederet tembakan berakhir tidak akurat. Dalam kondisi itu, Kerry terlihat semakin nyaman menekan dan mengatur laju serangan.
Namun, Mayo tidak menyerah. Mereka mulai bangkit dan perlahan memangkas jarak saat laga mendekati jeda. Pada akhir babak pertama, Kerry memimpin tipis dengan skor 1-8 hingga 0-10, hanya terpaut satu angka dari Mayo.
Pulihnya Mayo makin terasa pada periode setelah jeda waktu istirahat. Darragh Beirne menyumbang gol yang membantu tim “Westerners” membangun keunggulan lima poin pada fase ketiga, membuat laga berayun semakin cepat.
Kerry kemudian mencoba mengejar lewat momen-momen tepat. Saat mereka merapat hingga tinggal dua poin, Mayo masih mencari celah untuk mempertahankan keunggulan. Meski peluang untuk menyamakan kedudukan sempat hadir, Kerry tidak segera menemukan momen finishing terbaik.
Pada menit-menit krusial menjelang akhir, Tommy Conroy akhirnya mengunci kemenangan Mayo melalui skor yang menegaskan hari bersejarah tersebut. Dengan hasil ini, final tersebut sekaligus menjadi penutup yang tak terlupakan untuk musim pertama Andy Moran sebagai manajer, setelah ia sendiri pernah menjalani masa pemain yang penuh luka karena enam kekalahan di final.
“We kept the faith. We’re All-Ireland champions,” ujar kapten Mayo Jack Coyne dalam luapan emosi setelah pertandingan. Ia juga menambahkan, “This is what every day of my life I’ve dreamed of doing. To be able to do this, I can’t put it into words.”
Di awal babak kedua, Mayo tampil lebih rapat dan disiplin. Mereka bukan hanya menahan ruang gerak Kerry, tetapi juga membanjiri serangan dengan jumlah pemain yang lebih berani, membuat transisi mereka terasa lebih tajam.
Berita Terkait
Hasilnya mulai terlihat cepat setelah restart. Beirne menyumbang poin, lalu McDonald mencetak “45” sehingga Mayo berbalik unggul. Tak lama berselang, Beirne menuntaskan serangan dengan penyelesaian yang dingin ke gawang Kerry setelah Ryan O’Donoghue dan David McBrien merangkai serangan secara mengalir.
Kerry merespons lewat pergantian pemain yang mendongkrak daya kejut. Keith Evans masuk sebagai pengganti, tetapi Mayo tetap menemukan jalan untuk menambah angka. Jack Carney mempersembahkan dua poin untuk membuat Mayo unggul 1-14 hingga 1-9, sementara suara suporter di Croke Park terdengar makin membahana.
Tekanan Kerry kembali meningkat. Meski tertekan, Kerry mampu meraih empat skor berikutnya dan membuat selisih mengecil menjadi satu. Di saat yang menentukan, kiper Shane Murphy tampil brilian dengan menepis upaya yang mengarah ke gawang Kobe McDonald.
Setelah itu, Mayo kembali mengembangkan momentum. O’Donoghue mencetak dua poin, didukung oleh rangkaian serangan yang berawal dari skor McDonald. Poin-poin tersebut mengantar Mayo memimpin 1-19 hingga 1-14.
Meski tertinggal, Kerry tidak kehilangan nyali pada fase akhir. Dalam sepuluh menit penutup yang terasa luar biasa intens, David dan Paudie Clifford bekerja sama untuk menambah tiga poin sehingga Kerry kembali mendekat dan hanya tertinggal dua angka.
Dalam pengejaran peluang tembak terakhir, Kerry sempat menahan bola untuk mencari kesempatan terbaik. Namun, upaya Sean O’Shea dari luar garis dua poin justru belum menemui sasaran, dan tembakannya jatuh pendek.
Begitu penguasaan direbut kembali, Mayo segera berlari ke depan seperti yang berkali-kali mereka lakukan sepanjang pertandingan. Kali ini, Tommy Conroy menutup dengan skor penentu sebagai “asuransi” yang membuat kemenangan tidak lagi bisa digagalkan.
Beirne sendiri menggambarkan golnya dengan keyakinan yang berangkat dari gambaran yang sudah ia susun sejak latihan. Ia berkata, “I had envisioned during the week that the ball would get flicked across to me and I was going to hit it top right.” Ia melanjutkan, “When the ball came to me, I just put the foot through it, saw it nestle in the top corner and the rest is history.”
Final ini juga memberi catatan tersendiri bagi Kobe McDonald. Dengan usia baru 18 tahun, ia mengakhiri musim perjalanannya sebagai salah satu wajah muda yang berangkat ke Australia sebagai juara All-Ireland.
Wasit yang memimpin pertandingan adalah Martin McNally dari Monaghan.
Susunan Pemain
Kerry: Shane Murphy; Paul Murphy, Jason Foley, Dylan Casey (0-1); Graham O’Sullivan (0-1), Mike Breen, Gavin White; Mark O’Shea, Sean O’Brien; Joe O’Connor (0-1), Sean O’Shea (0-3), Tom O’Sullivan (0-1); Paudie Clifford (0-3, 1x’45), David Clifford (1-6, 1x2pt), Dylan Geaney. Cadangan: Evan Looney untuk Casey (28-30), Keith Evans (0-1) untuk T O’Sullivan (setengah waktu), Tomas Kennedy untuk Geaney (50), Brian O Beaglaioch untuk White (60), Evan Looney untuk P Murphy (61), Micheal Burns untuk O’Brien (63).
Mayo: Jack Livingstone; Jack Coyne (kapten), Donnacha McHugh, Eoin McGreal; Sam Callinan, David McBrien, Enda Hession; Bob Tuohy, Jack Carney (0-4, 2x2pt); Paul Towey, Diarmuid O’Connor, Jordan Flynn; Darragh Beirne- (1-3, 2f), Ryan O’Donoghue (0-5, 2x2pt, 1f), Kobe McDonald (0-3, 1x’45). Cadangan: Tommy Conroy (0-2) untuk Towey (25), Mattie Ruane untuk Tuohy (53), Rory Brickenden untuk McGreal (53), Conor Loftus untuk O’Connor (58), Paddy Durcan untuk Callinan (66).












