jurnalistik.co.id – Grand Prix Hungaria di Hungaroring menghadirkan rangkaian momen yang menentukan, mulai dari awal balapan hingga keputusan-keputusan di lintasan dan kotak pit. Lando Norris pada akhirnya meraih kemenangan dari posisi pole pada Minggu, sekaligus menutup penantian panjang bagi dirinya dan McLaren untuk kemenangan grand prix pertama musim 2026.
Norris sempat kehilangan kepemimpinan pada putaran awal ketika rekan setimnya, Oscar Piastri, mengambil alih posisi terdepan. Namun, Piastri kemudian harus meninggalkan persaingan setelah pensiun karena masalah gearbox, mengubah peta balapan menjelang bagian-bagian akhir.
Di belakang Norris, Max Verstappen tampil konsisten dalam kondisi yang terasa berat, dan finis di posisi kedua. Sementara itu, Kimi Antonelli mengunci podium terakhir di tempat ketiga dan memastikan hasil kuat bagi Mercedes.
Lewis Hamilton menjadi sorotan lain karena rangkaian penalti yang ia terima sebelum dan selama balapan. Ia mendapat hukuman turun tiga posisi pada grid akibat impeding Piastri saat kualifikasi, lalu pada balapan ia juga mendapatkan penalti lima detik untuk kelebihan kecepatan di pit lane. Akibatnya, start dari urutan keempat berubah menjadi finis kelima di bendera finis.
Dengan keseluruhan akhir pekan yang berisikan pertarungan jarak dekat, Harry Benjamin—komentator BBC Radio 5 Live F1 yang bertugas di Hungaroring—memberikan penilaian kepada penampilan para pembalap sepanjang akhir pekan. Berikut rating yang ia berikan berdasarkan performa di kualifikasi dan balapan.
Lando Norris — 9,5/10
Benjamin menilai Norris tampil seperti jawaban atas penantian yang sudah lama. Pole position berhasil diraih, kecepatan saat benar-benar mendapatkan ruang udara bersih juga sangat menonjol, lalu jalur balapnya dikendalikan dengan rapi hingga finis menjadi kemenangan grand prix pertamanya musim ini.
Meski Norris kehilangan posisi memimpin pada putaran pertama, catatan itu hanya menjadi “cacat kecil” dibanding kualitas dominan yang ia tunjukkan sepanjang akhir pekan.
Max Verstappen — 8,5/10
Untuk Verstappen, penilaian Benjamin datang dari konteks bahwa ia harus “menarik” sebuah situasi yang sempat tampak sulit. Setelah kualifikasi, hasil yang akhirnya diraih terasa lebih masuk akal jika dilihat sebagai hasil kerja keras di tengah persoalan yang terus muncul pada mobilnya.
Meski menemui gangguan yang berulang-ulang sepanjang akhir pekan, Verstappen tetap mampu berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan situasi saat Piastri pensiun. Ia pun berada di jalur yang benar untuk mewarisi posisi kedua.
Kimi Antonelli — 8/10
Antonelli mendapat nilai tinggi karena kemampuan mengurangi kerugian di saat kondisi tidak ideal. Dalam kualifikasi, kegagalan memperlambat cukup saat bendera kuning membuat posisinya tidak optimal, tetapi responsnya saat balapan dinilai kuat.
Ia memulai dari posisi ketujuh dan tetap melaju hingga podium ketiga, sekaligus mampu menahan laju Ferrari sehingga hasilnya benar-benar terlihat sebagai pemulihan yang efektif.
Charles Leclerc — 6,5/10
Leclerc dinilai tidak mampu mengubah potensi yang terlihat di Jumat menjadi hasil podium. Ferrari terlihat sangat cepat pada hari pertama, namun pada saat momentum balapan berlangsung, ia tak bisa menerjemahkan keunggulan itu ke posisi depan.
Ia kehilangan beberapa tempat pada awal balapan, termasuk terhadap Oscar Piastri dan Lewis Hamilton, lalu pada akhirnya menyelesaikan balapan di urutan kelima di lintasan sebelum Hamilton mendapat penalti yang kemudian mengangkat posisinya secara tidak langsung.
Lewis Hamilton — 6,5/10
Hamilton dipandang sebagai pengemudi Ferrari tercepat di sepanjang akhir pekan, tetapi dua penalti yang ia terima membuat banyak pekerjaan baik menjadi tidak maksimal. Ia hanya meleset tipis dari pole—hanya 0,012 detik—namun kualifikasinya terganggu oleh insiden impeding terhadap Piastri.
Di saat yang sama, kelebihan kecepatan pit lane membuatnya mendapat penalti lima detik. Kombinasi kedua hukuman ini mengubah peluang podium menjadi finis kelima.
Isack Hadjar — 7,5/10
Hadjar dinilai menjalani akhir pekan yang lebih tenang dibanding biasanya. Ia mampu mengamankan hasil di dalam zona poin dengan hasil akhir keenam, dan pada hari ketika rekan yang lebih berpengalaman menunjukkan betapa sulitnya mengemudikan Red Bull, Hadjar justru tampil stabil.
George Russell — 7,5/10
Russell memperoleh nilai tinggi berkat pemulihan yang ia lakukan setelah insiden di awal balapan. Setelah mengalami masalah anti-stall yang menjatuhkannya dari urutan keenam ke posisi 21, ia sempat terlihat kehilangan arah dalam beberapa detik pertama.
Namun, kualifikasi juga tidak berjalan mulus karena adanya kebocoran air yang mengganggu, dan balapannya sempat tampak hancur sejak dini. Meski begitu, ia tetap berhasil memperjuangkan kembali posisi hingga finis ketujuh, sehingga poin yang berharga bisa diamankan.
Liam Lawson — 7,5/10
Lawson mengakui bahwa kualifikasi tidak sesuai harapannya, tetapi Benjamin menilai ia menebusnya dengan balapan yang sangat baik. Memanfaatkan ban yang lebih segar, Lawson melakukan sejumlah aksi yang efektif dan menyalip Arvid Lindblad di bagian akhir.
Ia kemudian memimpin Racing Bulls home dengan finis kedelapan.
Nico Hulkenberg — 8/10
Hulkenberg dinilai layak mendapat nilai tinggi karena penampilan yang menghasilkan finis poin. Ia sampai ke sesi Q3 dan mampu menjaga posisinya tetap berada di depan pada pertempuran kelas tengah.
Pada akhir balapan, ia juga menyalip Lindblad sebelum benar-benar menunjukkan keunggulan yang jelas dibanding Gabriel Bortoleto selama akhir pekan.
Arvid Lindblad — 7,5/10
Lindblad dinilai menghadirkan akhir pekan rookie yang kuat. Ia berhasil mencapai Q3 meski melewatkan sebagian besar latihan terakhir, lalu Benjamin melihat eksekusi satu kali strategi pit yang ambisius sebagai kunci untuk mengamankan poin terakhir.
Meski Lawson pada akhirnya lebih unggul darinya, performa Lindblad tetap terlihat menanjak dan cukup kompetitif untuk memanfaatkan peluang.
Gabriel Bortoleto — 6,5/10
Berita Terkait
- Tour de France 2026: Tadej Pogacar Menang untuk Gelar Kelima, Van der Poel Kuasai Etape 21
- GP Hungaria: Norris Raih Kemenangan Perdana 2026, McLaren Gemilang Saat Ferrari Ditandai “too many mistakes” Vasseur
- Mayo Akhiri Penantian 75 Tahun, Kalahkan Kerry 1-20–1-17 dan Amankan Gelar All-Ireland Senior Football ke-4 di Croke Park
Bortoleto mendapat nilai 6,5 karena pemulihan yang dilakukan setelah kualifikasi yang mengecewakan. Ia menampilkan balapan yang membuat satu pit strategy yang ia jalani “hampir” berbuah hasil besar.
Ia finis tepat di luar poin, namun Benjamin menekankan bahwa Hulkenberg menunjukkan keunggulan yang lebih jelas di kubu Audi.
Pierre Gasly — 6/10
Gasly dinilai menjalani akhir pekan yang relatif stabil bersama Alpine, tetapi mobilnya tidak tampak punya kemampuan untuk mengancam para pesaing di kelompok tengah terdepan. Ia berhasil kualifikasi dan finis di depan rekan setimnya, Franco Colapinto, meski ruang untuk mengejar hasil lebih tinggi dinilai terbatas.
Lance Stroll — 6,5/10
Stroll menghadapi kehilangan waktu latihan yang disebabkan kegagalan suspension dan harus memulai mendekati bagian belakang. Meski begitu, ia tetap mampu pulih hingga finis di posisi 13, yang bagi Benjamin tergolong lebih dari sekadar hasil “cukup solid”.
Peningkatan Aston Martin menjadi sinyal positif, dan Stroll memanfaatkan paket itu dengan cara yang wajar pada hari balapan.
Fernando Alonso — 7/10
Alonso mendapat penilaian baik karena pencapaian yang menandai progres. Ia mencapai Q2 untuk pertama kalinya musim ini, sebuah indikator bahwa Aston Martin sedang bergerak ke arah yang lebih kompetitif.
Ia finis di belakang Stroll walau memulai empat tempat lebih depan, tetapi Benjamin melihat ini sebagai salah satu akhir pekan paling bersaing yang diproduksi tim tersebut sepanjang 2026.
Franco Colapinto — 4,5/10
Colapinto diberi nilai rendah karena kecelakaan pada sesi latihan kedua yang langsung membuat Alpine tertinggal sejak awal. Pada kualifikasi ia masih bisa meraih posisi 13 yang dinilai “terhormat”, tetapi selama balapan ia turun di belakang Gasly dan juga kedua mobil Aston Martin.
Benjamin menyebut jalannya race itu sebagai pertandingan yang tidak begitu memuaskan, sehingga hasil akhir mencerminkan kesulitan yang menumpuk sejak insiden latihan.
Esteban Ocon — 6/10
Ocon dinilai memiliki akhir pekan yang setidaknya lebih efektif dibanding rekan setimnya. Ia mengalahkan Oliver Bearman di kualifikasi untuk pertama kalinya sejak Monaco, lalu juga memimpin Haas home.
Meski mobil tidak cukup cepat untuk berebut poin secara konsisten, Benjamin melihat Ocon tetap mampu mengambil lebih banyak dari akhir pekan yang sulit ketimbang Bearman.
Alex Albon — 5,5/10
Albon mendapatkan nilai 5,5 karena kenyataan bahwa Hungaroring justru mengungkap kelemahan mobil Williams sesuai ekspektasi. Ia finis dengan hasil yang tidak menunjukkan kemampuan untuk benar-benar menantang, baik dalam proses kualifikasi maupun saat perlombaan berjalan.
Albon memang berhasil memimpin timnya saat balapan—mengungguli Carlos Sainz—tetapi Benjamin menegaskan bahwa dua mobil itu sama-sama tidak terlihat kompetitif.
Carlos Sainz — 4/10
Sainz dinilai menghadapi akhir pekan yang sulit pada Williams yang bersifat tidak menentu. Pada akhirnya, ia berakhir dengan penalti akibat tabrakan dengan Piastri saat Sainz menjalani lintasan sambil dilap sebagai bagian dari situasi balapan yang rumit.
Keterbatasan mobil memang sudah terlihat sejak awal, tetapi insiden tersebut menambah komplikasi ekstra terhadap hasil yang sudah sulit.
Oliver Bearman — 3,5/10
Bearman memperoleh nilai 3,5 karena ia kalah baik dari sisi kecepatan maupun pengemasan balapan dibanding Ocon. Benjamin menambahkan bahwa ini terasa seperti akhir pekan yang menyakitkan bagi Haas.
Selain tertinggal sejak kualifikasi dan kalah jarak race, Bearman juga mendapat penalti lima detik karena mengabaikan blue flags. Hukuman itu semakin mempertebal kesulitan sepanjang sore.
Oscar Piastri — 8,5/10
Piastri mendapat rating 8,5 karena Benjamin menilai hasil akhir tidak sepenuhnya merepresentasikan kualitas balapan yang ia tampilkan. Ia melakukan manuver hebat untuk mengambil alih pimpinan di Turn Two, dan berada di depan pada paruh pertama balapan.
Pada sisi kecepatan murni, Piastri dinilai tidak terlihat mampu menyamai Norris. Namun, ketika Norris kemudian beralih posisi saat pit, Piastri tampak menerima situasi bahwa finis di belakang Norris menjadi kemungkinan utama.
Sayangnya, masalah gearbox yang diduga menjadi penyebab pensiun merampas poin yang semestinya layak ia kantongi.
Sergio Perez — 3,5/10
Perez dinilai bernilai 3,5 karena jalur akhir pekannya hampir tidak memberikan bahan positif untuk dievaluasi. Ia kualifikasi dari posisi terakhir, lalu memulai dari pit lane akibat perubahan set-up.
Setelah itu ia harus pensiun karena masalah di bagian front-left pada mobil Cadillac, sehingga tidak ada ruang bagi pemulihan yang berarti.
Valtteri Bottas — 4/10
Bottas mendapat nilai 4 karena balapannya juga berakhir cepat. Ia memulai lebih baik dari Perez, tetapi kesulitan Cadillac yang berulang membuat peluangnya tetap terbatas.
Masalah overheated brakes memaksanya berhenti sebelum sempat memberikan dorongan yang benar-benar berarti untuk mengejar posisi.












