Otomotif

Murni Modenas: Kenapa Brusky 125 Dijual di Diler Kawasaki?

0
×

Murni Modenas: Kenapa Brusky 125 Dijual di Diler Kawasaki?

Sebarkan artikel ini
Murni Merek Modenas, Mengapa Brusky 125 Dijual Kawasaki? Otomotif 12 Juni 2026
Ilustrasi: Murni Merek Modenas, Mengapa Brusky 125 Dijual Kawasaki?

jurnalistik.co.id – Kehadiran Modenas Brusky 125 di Jakarta Fair Kemayoran (PRJ) 2026 menjadi sorotan tersendiri. Skutik berkapasitas 125 cc ini tampil sebagai produk skuter matik (skutik) pertama yang dipasarkan secara resmi oleh PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Namun, ada detail yang membuat orang memperhatikan lebih lama: pada bodi motor matik tersebut tidak menempel emblem atau tulisan “Kawasaki”. Nama yang muncul adalah Modenas, dan produk itu dikenalkan sebagai Modenas Brusky 125. Lantas, bagaimana motor yang tidak menyandang nama Kawasaki bisa meluncur serta dipajang secara resmi di diler-diler “Geng Hijau”?

Menurut Michael C. Tanadhi, Dept. Head Sales & Promotion PT KMI, status hubungan kedua merek ini perlu diluruskan. Ia menjelaskan bahwa Brusky 125 merupakan produk Modenas yang didesain dan dikembangkan oleh pihak Modenas di Malaysia, bukan oleh Kawasaki.

“Bukan (Kawasaki Modenas), murni Modenas Brusky 125, Kawasaki tidak disebut. Kenapa? Karena bukan produk Kawasaki, murni Modenas yang desain, development semua Modenas,” ujar Michael saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Kamis (11/6/2026).

Penjelasan Michael menegaskan bahwa label “Modenas” memang menjadi identitas utama produk ini. Dengan kata lain, strategi pemasaran di Indonesia tidak berarti mengubah asal desain dan pengembangan teknisnya. Produk tetap diposisikan sebagai Modenas, sementara peran KMI hadir pada aspek distribusi di tanah air.

Lebih lanjut, hadirnya Brusky 125 di Indonesia ternyata dipicu oleh hubungan korporasi di tingkat prinsipal. Kawasaki Motors Corporation (KMC) Jepang diketahui bertindak sebagai salah satu pemegang saham (shareholder) di Modenas.

“Enggak ada gebrakan apa-apa, karena tadi, KMC menjadi shareholder Modenas. Itu yang membuat kita punya ide, ‘oh berarti kita bisa jual Modenas juga’,” ucap Michael.

Dari sudut pandang bisnis, kedekatan tersebut menjadi dasar munculnya gagasan untuk memasarkan produk Modenas melalui jaringan yang sudah dimiliki. Dengan hubungan shareholder yang disebutkan Michael, KMI melihat peluang untuk ikut menjual produk matik tersebut di Indonesia, tanpa mengaburkan identitas mereknya.

Strategi berbeda, merek tetap Modenas

Michael kemudian menekankan bahwa strategi ini berbeda dibanding kerja sama yang pernah dilakukan KMI. Ia mengingatkan contoh pada pemasaran motor sport asal India, Bajaj Pulsar 200NS, namun menjelaskan konteksnya tidak sama dengan Brusky 125.

“Kalau Bajaj dulu ada ‘Kawasaki’-nya, ini enggak. Ini standalone, mereknya Modenas bukan Kawasaki. Kita KMI yang mengimpor, jadi distributornya,” kata dia.

Kalimat Michael menunjukkan bahwa meski produk dipasarkan lewat kanal resmi KMI, format penjenamaan dan pendekatan mereknya tidak dihubungkan dengan “Kawasaki” pada bodi kendaraan. Karena itu, tidak ditemukannya emblem atau tulisan Kawasaki pada Brusky 125 dipahami sebagai konsekuensi dari posisi produk yang berdiri sendiri sebagai merek Modenas.

Aftersales tetap dijamin KMI lewat jaringan diler

Bagi konsumen, pertanyaan berikutnya biasanya berkaitan dengan layanan purnajual. Michael memastikan konsumen tidak perlu khawatir karena KMI menyiapkan infrastruktur diler untuk menangani pemilik Brusky 125.

“Di diler Kawasaki, semua under Kawasaki. Sparepart kita yang tanggung jawab, semua diler jaringan kita yang handle untuk aftersales -nya,” kata Michael.

Dengan pernyataan tersebut, KMI menempatkan tanggung jawab sparepart dan penanganan aftersales berada di bawah jaringan diler mereka. Ini menjadi bagian dari jaminan layanan yang ditawarkan, meski merek kendaraan yang dipajang dan dibeli tetap dikenali sebagai Modenas.

Jadi, detail tanpa emblem Kawasaki tidak mengubah inti hubungan yang dijelaskan Michael: Brusky 125 diposisikan sebagai Modenas dengan desain dan development dari pihak Modenas di Malaysia, sementara KMI mengambil peran sebagai importir dan distributor di Indonesia. Hubungan shareholder yang disebutkan di tingkat prinsipal membuka jalan kerja sama pemasaran, sementara layanan purnajual tetap ditangani melalui jaringan resmi diler KMI.