Hukum & Kriminal

Karo SDM Polda Gorontalo Dampingi Peserta Tes Kesamaptaan Jasmani Bintara di Lapangan

0
×

Karo SDM Polda Gorontalo Dampingi Peserta Tes Kesamaptaan Jasmani Bintara di Lapangan

Sebarkan artikel ini
Support Langsung di Lapangan, Karo SDM Polda Gorontalo Dampingi Peserta Tes Kesamaptaan Jasmani Bintara
Ilustrasi: Support Langsung di Lapangan, Karo SDM Polda Gorontalo Dampingi Peserta Tes Kesamaptaan Jasmani Bintara

jurnalistik.co.id – Karo SDM Polda Gorontalo, Kombes Pol. Doni Wahyudi, S.I.K., turun langsung ke lapangan untuk memantau pelaksanaan tes Kesamaptaan Jasmani. Kehadiran pejabat tersebut menjadi bagian dari dukungan kepada para peserta yang mengikuti seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan itu berlangsung pada Kamis (11/6/2026). Doni Wahyudi berada di tengah para peserta guna memastikan proses seleksi berjalan sesuai prinsip yang diharapkan penyelenggara, yaitu objektif, transparan, dan humanis. Di lokasi tes, fokus pemantauan diarahkan pada jalannya tahapan Kesamaptaan Jasmani. Selain mengawasi pelaksanaan, Kombes Pol. Doni Wahyudi juga menyempatkan diri memberikan motivasi kepada peserta agar tetap percaya diri dan mengerahkan kemampuan terbaik. Tes Kesamaptaan Jasmani ditempatkan sebagai salah satu tahapan yang krusial dalam proses seleksi penerimaan Bintara Polri. Pada tahap ini, para peserta diuji kemampuan fisik, ketahanan tubuh, serta tingkat kebugarannya untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh organisasi Polri. Doni Wahyudi menegaskan bahwa kesempatan untuk melanjutkan seleksi terbuka bagi setiap peserta. Menurutnya, penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan yang ditunjukkan selama mengikuti tahapan, bukan dengan cara lain yang tidak sesuai ketentuan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan peserta agar tetap menjalani seluruh proses dengan sungguh-sungguh. Pesan itu disampaikan sebagai dorongan agar peserta mampu menjaga konsistensi usaha hingga hasil akhir seleksi diperoleh. Karo SDM Polda Gorontalo menyampaikan bahwa proses yang dipantau di lapangan merupakan bagian dari komitmen institusi. Ia menyebut, kehadiran pejabat pengawas di tengah peserta menjadi wujud perhatian terhadap jalannya proses rekrutmen. “Kami hadir langsung di lapangan untuk memberikan support kepada seluruh peserta sekaligus memastikan proses seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Saya mengajak seluruh peserta untuk tetap semangat, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh karena hasil yang dicapai nantinya merupakan buah dari usaha dan kerja keras masing-masing,” ujar Kombes Pol. Doni. Penegasan prinsip BETAH juga menjadi bagian dari penguatan suasana seleksi. Dengan prinsip tersebut, penyelenggaraan diharapkan berlangsung dengan tata kelola yang bersih, transparan, akuntabel, serta tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dalam berinteraksi dengan para peserta. Selain itu, Doni Wahyudi berharap pelaksanaan tes dapat berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya kelancaran proses sebagai prasyarat agar penilaian terhadap kemampuan peserta dapat berjalan secara tertib. Ia juga berharap tes Kesamaptaan Jasmani menghasilkan calon-calon anggota Polri yang sehat, tangguh, dan berintegritas. Harapan tersebut sekaligus diarahkan agar para peserta yang lolos mampu menyiapkan diri untuk menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dalam pandangannya, seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 menuntut kesiapan menyeluruh dari para peserta. Karena itu, penilaian yang dilakukan pada tes Kesamaptaan Jasmani menjadi tolok ukur awal yang berkaitan langsung dengan kondisi fisik dan kebugaran. Doni Wahyudi menilai bahwa kemampuan fisik, ketahanan tubuh, dan tingkat kebugaran perlu dibuktikan melalui pelaksanaan tes. Dengan demikian, peserta diharapkan tidak hanya berlatih secara umum, tetapi juga menyesuaikan diri dengan kebutuhan standar yang diberlakukan dalam seleksi. Kehadiran Karo SDM di lapangan turut menunjukkan keterlibatan unsur pengawas terhadap tahapan rekrutmen. Hal itu sekaligus menjadi sinyal bahwa proses seleksi tidak berjalan secara formalitas, melainkan didampingi untuk memastikan keteraturan pelaksanaan. Di sisi lain, motivasi yang diberikan kepada peserta dimaksudkan agar mereka tetap tenang dan fokus saat menjalani ujian. Doni Wahyudi mengajak peserta untuk mempertahankan kepercayaan pada kemampuan diri agar setiap tahapan dapat diikuti secara optimal. Karo SDM Polda Gorontalo juga menekankan pentingnya mengikuti tahapan sesuai mekanisme yang berlaku. Pesan tersebut selaras dengan penegasan bahwa peluang lulus bersifat terbuka bagi peserta yang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa mengandalkan cara-cara yang tidak sesuai dengan ketentuan. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa proses rekrutmen yang diawasi secara langsung bertujuan menjaga kualitas dan kredibilitas. Dengan adanya pengawasan di lapangan, diharapkan seluruh rangkaian seleksi berlangsung dengan akurasi penilaian dan konsistensi pelaksanaan. Pada akhirnya, rangkaian kegiatan pemantauan dan dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Gorontalo memastikan seleksi penerimaan Bintara Polri berjalan secara tertib. Melalui pemantauan langsung dan motivasi kepada peserta, Polda Gorontalo berupaya memastikan bahwa tahapan Kesamaptaan Jasmani dapat diikuti dengan semangat dan menghasilkan calon yang siap menjalankan amanah sebagai anggota Polri.