Pendidikan

Niacinamide dan Vitamin C: Bolehkah Dipakai Bersamaan?

×

Niacinamide dan Vitamin C: Bolehkah Dipakai Bersamaan?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bolehkah Skincare Niacinamide dan Vitamin C Dipakai Bersamaan?

jurnalistik.co.id – Gabungan niacinamide dan vitamin C sering dibicarakan karena sama-sama dianggap membantu kulit terlihat lebih cerah. Namun, pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah keduanya aman dipakai secara bersamaan dan apakah ada risiko saling mengganggu.

Perawatan kulit modern memang kerap mengandalkan lebih dari satu bahan aktif dalam satu rangkaian. Meski begitu, tidak semua kombinasi selalu bekerja selaras. Pada sebagian orang, perpaduan yang keliru bahkan bisa memicu iritasi dan peradangan, sehingga pemilihan kandungan tetap perlu dipahami dari dasar manfaatnya.

Dalam konteks ini, niacinamide dan vitamin C menjadi dua bahan yang paling banyak dipilih. Kombinasi keduanya lalu memunculkan pandangan berbeda, termasuk mitos larangan mencampur. Untuk meluruskan, berikut penjelasan dari sejumlah ahli yang dikutip dari Byrdie.

Mengenal niacinamide dan perannya bagi kulit

Niacinamide, yang juga dikenal sebagai turunan vitamin B3, memiliki rangkaian manfaat yang berkaitan dengan kondisi kulit sehari-hari. Menurut dokter spesialis kulit Emily Arch, MD, niacinamide membantu kulit bekerja lebih optimal dalam menjaga diri dari berbagai gangguan.

ā€œDi antara banyak keunggulannya, bahan ini membantu kulit memproduksi ceramide untuk meningkatkan fungsi pelindung kulit dan hidrasi,ā€ papar dokter spesialis kulit Emily Arch, MD. Ceramide yang dimaksud berhubungan dengan penguatan pelindung kulit sekaligus dukungan terhadap tingkat kelembapan.

Selain itu, niacinamide juga meningkatkan produksi kolagen untuk membantu menyamarkan garis halus dan pori-pori. Bahan aktif ini juga disebut dapat menghambat produksi sebum berlebih, sekaligus berpotensi membantu mencerahkan perubahan warna pada kulit.

Dokter spesialis kulit Charlotte Birnbaum, MD, menambahkan bahwa niacinamide memiliki sifat antiradang dan antioksidan. Karakter ini membuatnya dinilai cukup bersahabat bagi orang yang berjuang melawan jerawat maupun kemerahan akibat rosacea.

Keunggulan vitamin C yang sering dikejar

Vitamin C juga memiliki reputasi kuat di dunia skincare karena dampak yang ditujukan pada kerusakan kulit akibat paparan lingkungan. Bahan aktif ini disebut ampuh menetralkan efek buruk radikal bebas yang dapat merusak struktur kulit di lapisan terdalam.

Dokter Birnbaum menjelaskan bahwa vitamin ini penting untuk menunjang produksi kolagen secara alami. Dalam praktiknya, vitamin C dikaitkan dengan perbaikan tampilan kerutan halus, sekaligus penekanan jumlah produksi pigmen untuk membantu mencerahkan noda hitam di wajah.

Dari penjelasan tersebut, vitamin C lebih banyak dikaitkan dengan perlindungan dari efek radikal bebas dan dukungan pada kolagen. Sementara itu, niacinamide lebih dekat dengan dukungan barrier, hidrasi, serta pengaturan sebum—dua fungsi yang menjelaskan mengapa keduanya sering dijadikan pasangan dalam rutinitas.

Mitos larangan mencampur niacinamide dan vitamin C

Anggapan yang melarang perpaduan niacinamide dan vitamin C ternyata tidak sepenuhnya berdiri pada landasan yang relevan dengan formulasi masa kini. Ahli kimia kosmetik independen, Perry Romanowski, mengatakan bahwa pemakaian keduanya berbarengan sangat diperbolehkan.

ā€œBeberapa penelitian yang dilakukan pada tahun 1960-an menunjukkan interaksi negatif dan keduanya berpotensi bereaksi untuk menghasilkan asam nikotinat, yang dapat menyebabkan kemerahan dan gatal pada kulit,ā€ jelas Romanowski. Artinya, mitos tersebut merujuk pada kemungkinan reaksi yang memunculkan keluhan pada kondisi tertentu.

Romanowski melanjutkan bahwa iritasi yang dimaksud hanya bisa terjadi ketika asam askorbat murni dan niacinamide terpapar oleh suhu yang sangat tinggi. Ia juga menegaskan bahwa kondisi ekstrem semacam itu nyaris mustahil terjadi pada formulasi modern yang umumnya disimpan di suhu ruangan.

Dengan penjelasan tersebut, larangan mencampur lebih diposisikan sebagai cerita lama yang berasal dari situasi uji yang tidak lagi mencerminkan cara produk diproduksi dan disimpan sekarang. Karena itu, Romanowski menilai pasangan niacinamide dan vitamin C tidak perlu diperlakukan sebagai kombinasi yang otomatis berbahaya.

Jadi, apakah aman dipakai bersamaan?

Jika dilihat dari rangkaian manfaat yang disampaikan para ahli, niacinamide berperan dalam dukungan pelindung kulit, hidrasi, dan penguatan kolagen, sambil membawa sifat antiradang dan antioksidan. Di sisi lain, vitamin C disebut membantu menetralkan radikal bebas, mendukung produksi kolagen, serta menekan pigmen agar noda terlihat lebih mereda.

Pada akhirnya, Romanowski menegaskan bahwa mengoleskan produk yang mengandung kedua bahan tersebut secara bersamaan termasuk hal yang diperbolehkan. Mitos larangan berakar dari penelitian lama yang mempersyaratkan reaksi pada kondisi suhu ekstrem, sementara formulasi modern umumnya disimpan di suhu ruangan.

Dengan demikian, pembahasan keamanan kombinasi ini tidak lagi berhenti pada larangan umum, melainkan pada pemahaman konteks ilmiah yang relevan. Saat memilih rutinitas, fokusnya tetap pada bagaimana bahan aktif bekerja dan memastikan penggunaan tetap sesuai kebutuhan kulit masing-masing.