jurnalistik.co.id – Bangladesh semakin dekat dengan kemenangan bersejarah di Australia pada hari ketiga Test pertama di Darwin. Keputusan penting datang lewat wicket Steve Smith, yang membuat tim tamu unggul dan mengatur ritme menuju sisa pertandingan.
Di Marrara Oval, Australia harus menghadapi situasi sulit setelah menutup hari dengan skor 161-4, masih tertinggal 67 angka dari total putaran pertama Bangladesh. Peluang Australia untuk menyelamatkan laga berada pada duet Cameron Green yang belum tersentuh 43* dan Alex Carey dengan 19.
Kunci momen terjadi saat Bangladesh meraih wicket krusial Smith di paruh akhir sesi. Smith, yang dikenal sering menjadi tumpuan Australia, terpancing melakukan pukulan dan melepas leading edge; bola kembali langsung ke off-spinner. Akibatnya, Smith harus berjalan dengan skor 44, dan membuat Australia berada pada 122-4 di inning kedua mereka.
Setelah wicket itu, Australia masih bisa bertahan hingga akhir sesi. Namun, tekanan tetap menguat karena mereka masih harus menembus keunggulan Bangladesh dan memastikan tidak memberi ruang bagi tuan rumah kehilangan momentum lebih jauh.
Bangladesh menambah jarak setelah menuntaskan inning besar
Bangladesh menyelesaikan inning dengan 426. Pada hari itu, mereka menambah 75 angka dari skor semalam 351-6, dipimpin Mehidy Hasan Miraz yang mengemas 65. Selain Miraz, kontribusi lain datang dari Tanzid (101) dan Shanto (84), sementara Josh Hazlewood mencatat 6-89 dan meraih wicket ke-300 dalam Test.
Miraz mengawal bagian akhir inning dengan tenang. Ia mencapai 65 dari 154 bola, dan ketatnya kontrol di fase tail membantu Bangladesh membuat Australia kesulitan mengunci permainan lebih cepat. Dengan berhasil meredam laju boling tuan rumah, Bangladesh menegaskan keunggulan mereka sejak awal dan mengubah pertandingan menjadi lebih berpihak pada posisi mereka di hari ketiga.
Kaptan Najmul Hossain Shanto menilai karakter timnya menjadi pembeda. Ia mengatakan, “The way we showed character and played the last two, three days I think is outstanding. So, really happy to see them play like this,” setelah perkembangan yang membuat Bangladesh makin dekat pada target bersejarah.
Hasan Mahmud mengunci babak pembuka Australia
Berita Terkait
Sebelum memutar kendali menuju inning kedua Australia, Bangladesh lebih dulu menunjukkan ketajaman saat membobol barisan pembuka. Hasan Mahmud, yang menampilkan performa terbaik dalam kariernya dengan 6-55 di inning pertama, mencatat dua wicket cepat setelah Bangladesh meraih 426.
Seusai jeda setelah makan siang, Mahmud membuat dua pembuka Australia tersingkir dengan cepat. Jake Weatherald dipulangkan untuk 0, sedangkan Travis Head hanya mampu mencetak 17. Keduanya keluar karena chopped on menuju stumps, menegaskan disiplin dan ketepatan bola yang dilempar Mahmud.
Setelah dua wicket itu, Marnus Labuschagne dan Smith sempat menata kembali permainan. Namun, upaya mereka tidak cukup bertahan lama. Labuschagne akhirnya tersungkur setelah Taijul Islam berhasil membongkar stumpsnya dengan angka 31. Smith tetap menjaga ritme seraya menyusun inning yang berakhir pada 44, dari 88 bola.
Ketika wicket Smith akhirnya jatuh, Bangladesh langsung terlihat makin percaya diri. Wicket tersebut menambah keyakinan mereka untuk mengamankan kemenangan, seiring dengan situasi lapangan yang memberi kesempatan bagi tim tamu mendorong Australia berada dalam kondisi tertekan.
Green dan Carey memberi harapan tipis di hari keempat
Di sisi Australia, perdebatan mengenai tempat Cameron Green dalam skuad sempat muncul sebelum rangkaian seri. Meski demikian, pada hari ketiga ia menunjukkan ketahanan yang dibutuhkan, bertahan bersama Alex Carey hingga akhir sesi.
Pada penutupan hari, Australia berada di 161-4, masih tertinggal 67 dari Bangladesh, dengan enam wicket tersisa untuk berjuang. Jika Green dan Carey mampu menjaga konsistensi di hari keempat, tuan rumah memiliki ruang kecil untuk mengejar peluang menyelamatkan pertandingan.
Secara rekor, Australia juga memiliki catatan yang menjadi pertimbangan ketika pertandingan masuk fase akhir. Australia belum pernah kalah di Test kandang melawan Bangladesh; dari enam Test sebelumnya, mereka hanya sekali tersungkur oleh “Tigers”, yaitu di Mirpur pada 2017. Test ini sendiri merupakan bagian dari seri dua pertandingan, dengan rangkaian yang akan menentukan langkah berikutnya kedua tim.
Dengan posisi terkini, Bangladesh tetap memegang kendali. Satu wicket lagi dapat mengubah narasi menjadi lebih dramatis, sementara Australia perlu mengubah tekanan yang mereka rasakan menjadi ketahanan solid agar peluang menyelamatkan Test pertama tetap bertahan hingga penghujung hari keempat.












