jurnalistik.co.id – Carlos Alcaraz menunjukkan karakter juara di US Open 2026. Ia bangkit setelah tertinggal set pertama untuk menumbangkan Jaime Faria pada pertandingan babak kedua yang berlangsung di sesi malam New York.
Alcaraz, yang berstatus juara bertahan, tampil dengan bayang-bayang pemulihan cedera pergelangan tangan. Dalam laga melawan petenis asal Portugal itu, ia akhirnya menang dengan skor 4-6 6-0 6-3 6-2.
Setelah sempat kesulitan menemukan ritme, petenis peringkat unggulan kedua asal Spanyol itu mampu mengubah jalannya pertandingan di paruh kedua. Ia terlihat lebih stabil saat reli panjang dan service game-nya mulai lebih efektif.
Di set pertama, Faria berhasil memberi tekanan sejak awal dan menutup set dengan kemenangan 6-4. Namun ketika pertandingan memasuki set kedua, Alcaraz memperlihatkan respons yang berbeda, termasuk saat bertahan dari situasi kritis di game pertama set berikutnya.
Kunci datang ketika Alcaraz mampu menahan dua poin break pada game pembuka set kedua. Momentum itu kemudian berkembang menjadi dominasi penuh, karena ia menyudahi set kedua dengan kemenangan 6-0.
Usai mematahkan ritme lawan, Alcaraz terus mengontrol tempo pada set ketiga. Ia menang 6-3 sebelum menutup pertandingan lewat set keempat 6-2, sekaligus memastikan tiket menuju babak ketiga.
Dalam penjelasannya, Alcaraz menggambarkan jalannya pertandingan dengan sangat jujur. Ia menyatakan, “It was a tough match for me. I felt great in the first set, but I didn’t take time and that cost me.”
Ia menambahkan bahwa setelah evaluasi, fokus dan ketenangan menjadi pegangan utamanya. Alcaraz berkata, “After that I tried to be focused, stay calm and think the good things will happen.”
Menjelang turnamen mayor terakhir musim ini, banyak sorotan tertuju pada performa Alcaraz setelah cedera pergelangan tangan kanan yang membuatnya absen sejak pertengahan April. Dengan kondisi itu, kemenangan di laga ini menjadi bukti bahwa ia mulai menemukan kembali kecepatan dan keberanian bertanding.
Di babak pertama, Alcaraz juga sudah menunjukkan respons positif. Ia menang dengan dua set langsung atas Roman Safiullin, dan menyebut permainannya terasa “normal” ketika melangkah ke lapangan.
Berita Terkait
Setelah kemenangan atas Faria, ia kembali menegaskan bahwa ia tidak menahan diri pada ayunan forehand. Alcaraz mengatakan, “I know once I step on the court, I’ve just got to go for it every time. I’ve got to feel normal,” lalu menambahkan, “I have to hit like I was hitting before the injury. I’m feeling great. There is no reason to be afraid and not hitting normal.”
Bagi Alcaraz, perjalanan menuju babak ketiga bukan sekadar tentang menang, tetapi juga tentang menguji tubuhnya dalam situasi pertandingan yang nyata. Ia menilai bahwa bertanding empat set justru membantu mengecek kondisi fisik.
Ketika ditanya apakah ia berharap bisa tampil lebih cepat sejak awal menghadapi Faria, ia menjawab dengan sudut pandang yang menekankan evaluasi kondisi. “At the end, I realised that playing four sets was really good for me to test everything physically, to test my body, how I feel, and how I’m going to feel tomorrow after this match.”
Perihal persaingan di undian US Open, situasi tampak lebih terbuka dari biasanya. Dengan Jannik Sinner tidak tampil di New York akibat cedera, dan Novak Djokovic yang sudah lebih dulu tersingkir, peluang bagi Alcaraz untuk melaju lebih jauh ikut terbuka.
Namun, tantangan berikutnya tetap harus dijalani dengan kepala dingin. Di babak 32 besar, Alcaraz akan menghadapi Wu Yibing dari Tiongkok yang berada di peringkat 113 dunia.
Di sisi lain turnamen, beberapa hasil menarik juga mewarnai hari-hari awal US Open 2026. Tommy Paul, unggulan ke-20 asal Amerika Serikat, melanjutkan laju dengan kemenangan 6-2 6-3 5-7 6-4 atas Dino Prizmic yang berasal dari Kroasia.
Paul kemudian akan bertemu Alexander Bublik. Bublik, yang berstatus unggulan ke-15, menang meyakinkan atas petenis senior Prancis Adrian Mannarino dengan skor 6-3 6-1 6-1.
Di kategori papan atas putra, Ben Shelton terus menjaga ambisi menjadi juara AS pertama sejak Andy Roddick pada 2003. Shelton mengalahkan Hubert Hurkacz dengan skor 6-3 5-7 7-6 (7-3) 7-5.
Pemain tuan rumah lain yang tampil konsisten adalah Frances Tiafoe. Ia menundukkan Rei Sakamoto dari Jepang 6-3 7-6 (7-2) 7-5, memperlihatkan kualitas permainan di momen-momen penentuan.
Sementara itu, Rafael Jodar menjadi salah satu kejutan besar di draw putra pada hari keempat. Ia kalah 6-2 6-1 6-1 dari Bu Yunchaokete, yang berada di peringkat 124 dunia.
Dari semua hasil tersebut, benang merah yang terlihat adalah pertarungan yang makin intens memasuki fase-fase berikutnya. Bagi Alcaraz, kemenangan atas Faria sekaligus menutup satu ujian fisik dan mental—dan membuka bab berikutnya dengan modal momentum di tengah proses pemulihan cederanya.












