jurnalistik.co.id – Aktor Inggris Tim Curry, yang dikenal luas lewat peran-peran ikonik di layar lebar dan televisi, telah meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Kabar duka itu datang dari berbagai karya yang sejak lama melekat di ingatan penonton. Curry selama bertahun-tahun membangun reputasi sebagai aktor yang mampu menghadirkan karakter dengan daya tarik unik, termasuk peran yang sama sekali tak lazim.
Salah satu tonggak paling terkenal dalam kariernya adalah Frank-N-Furter dalam film musikal The Rocky Horror Picture Show. Karakter tersebut membuat namanya kian dikenal, terutama karena gaya penampilannya yang berani dan atmosfer pertunjukannya yang khas.
Menariknya, Curry tidak langsung memainkan peran itu saat versi film dibuat. Ia pertama kali membawakan Frank-N-Furter di atas panggung sebelum peran itu hadir dalam adaptasi layar, yang kemudian dirilis pada tahun 1975.
Sejak saat itu, The Rocky Horror Picture Show bertahan sebagai tontonan yang terus dicari dan menjadi favorit kalangan tertentu. Film musikal tersebut dikenal sebagai rilisan yang mempertahankan status kultus, dengan salah satu fondasi kuatnya adalah interpretasi Curry atas tokoh yang ia mainkan.
Beragam peran, dari musikal hingga horor populer
Selain Frank-N-Furter, Curry juga dikenal memerankan Pennywise, badut yang menakutkan, dalam versi televisi tahun 1990 dari Stephen King’s It. Peran tersebut memperlihatkan kemampuannya bergeser ke genre berbeda, namun tetap mampu menjaga intensitas karakter di layar.
Dalam karya lain, ia tampil sebagai Long John Silver pada Muppet Treasure Island yang rilis pada tahun 1996. Kehadirannya di film bertema petualangan tersebut menambah daftar panjang karakter yang pernah ia hidupkan, dari yang gelap hingga yang lebih menyentuh sisi hiburan keluarga.
Karier Curry juga mencakup sejumlah film besar yang beragam jenis ceritanya. Ia pernah membintangi Annie, The Hunt for Red October, dan Home Alone 2.
Lewat pilihan proyek-proyek tersebut, Curry membuktikan bahwa ia bukan aktor dari satu jenis peran saja. Ia mampu beradaptasi dengan tuntutan genre yang berbeda, sekaligus menjaga kualitas penampilan yang membuat penonton tetap memperhatikan setiap kemunculannya.
Di panggung Broadway, ia meraih pengakuan
Berita Terkait
Prestasi Curry tidak hanya tumbuh dari produksi film dan televisi. Ia juga mendapat pengakuan melalui jalur teater, termasuk nominasi Tony Awards di Broadway.
Ia disebut pernah dinominasikan untuk tiga Tony Awards, sebuah pencapaian yang menunjukkan pengaruhnya di dunia pertunjukan panggung. Pengalaman tampil di teater bahkan berperan penting sebelum ia mencapai pengakuan besar lewat adaptasi layar dari karya-karya tertentu.
Keterkaitannya dengan pertunjukan juga tampak dari jejak peran Frank-N-Furter yang ia mulai dari panggung. Dari sana, peran tersebut kemudian berlanjut pada versi film yang dirilis pada 1975, sekaligus memperluas jangkauan namanya kepada penonton yang lebih luas.
Bagian hidup yang dihadapi dengan ketangguhan
Pada tahun 2012, Curry mengalami stroke besar yang membuat kondisinya berubah. Setelah peristiwa itu, ia harus menggunakan kursi roda, menandai babak baru dalam kehidupan pribadinya.
Walau menghadapi kondisi kesehatan yang tidak ringan, jejak kariernya tetap dikenang lewat karya-karya yang telah ia tinggalkan. Banyak penggemar menilai bahwa karakter-karakter yang pernah ia mainkan akan terus hidup dalam budaya populer, karena tampilannya selama ini melekat pada sejumlah produksi yang terus diputar kembali.
Memoar terakhirnya: Vagabond
Selain aktif di dunia akting, Tim Curry juga menulis. Ia menerbitkan sebuah memoir berjudul Vagabond pada tahun lalu, memberikan ruang bagi penuturannya sendiri untuk menjelaskan perjalanan yang telah ia lalui.
Penerbitan memoir tersebut menjadi penanda bahwa peran Curry tidak berhenti di panggung dan layar. Ia memperluas cara berkomunikasi dengan publik melalui tulisan, sekaligus melengkapi gambaran tentang dirinya dari sudut pandang yang lebih personal.
Kehilangan Curry tentu meninggalkan jejak yang besar. Sebab, dari Frank-N-Furter di The Rocky Horror Picture Show hingga Pennywise dalam versi televisi 1990 dari It, serta Long John Silver pada Muppet Treasure Island 1996, ia membentuk rangkaian karakter yang berbeda tetapi sama-sama berkesan.
Di usia 80 tahun, warisan artistiknya tetap kuat: karya-karya yang ia mainkan, nominasi Tony Awards di Broadway, serta kisah hidup yang kemudian ia rangkum dalam memoar Vagabond. Pengaruhnya tidak hanya terasa pada generasi penonton saat peran-peran itu pertama kali muncul, melainkan juga terus dirasakan ketika karya-karyanya ditonton ulang hingga hari ini.












