Olahraga

Kejuaraan Atletik Eropa 2026: Amy Hunt rebut emas 200 m, Dina Asher-Smith finis perunggu di Birmingham

×

Kejuaraan Atletik Eropa 2026: Amy Hunt rebut emas 200 m, Dina Asher-Smith finis perunggu di Birmingham

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: European Athletics Championships 2026: Amy Hunt wins 200m gold as Dina Asher-Smith claims silver

jurnalistik.co.id – Amy Hunt tampil dominan di nomor 200 meter putri pada Kejuaraan Atletik Eropa 2026 di Birmingham. Pelari berusia 24 tahun itu meraih medali emas dengan catatan terbaik musim 22,19 detik, sementara Dina Asher-Smith harus puas dengan perunggu.

Hunt, yang sebelumnya juga merebut emas 100 meter pada Senin, kali ini menjaga ritme sejak fase awal hingga akhirnya menuntaskan lomba dengan peningkatan kuat di bagian akhir. Ia mendekatkan jarak terhadap pesaingnya di lintasan belakang sebelum memastikan kemenangan di garis finis.

Di momen krusial, Hunt “meledak” lewat dorongan pada 40 meter terakhir. Ia berhasil melewati lawan-lawannya dan mencatat waktu 22,19 detik untuk menutup lomba sebagai yang tercepat.

Perlombaan ini tetap menyisakan sorotan besar pada persaingan sesama atlet Inggris. Asher-Smith, yang menjadi rival satu tim, sempat terkejar dan tertinggal, namun tetap mengunci posisi podium setelah Hunt melaju menuju juara.

Namun, kilau kemenangan Hunt juga disertai kabar dari kubu lain. Rhasidat Adeleke dari Irlandia mencetak rekor nasional baru, dan dengan itu ia finis lebih depan dibanding Asher-Smith untuk merebut perak. Hasil tersebut membuat Asher-Smith harus turun dari target yang ia incar.

Kemenangan Hunt di 200 meter sekaligus menegaskan konsistensinya pada turnamen yang berlangsung di Birmingham. Dengan medali emas tambahan ini, ia berada di jalur untuk menambah koleksi titel dan menjadi atlet pertama yang meraih empat medali emas Kejuaraan Atletik Eropa dalam satu ajang yang sama.

Keberhasilan itu terjadi di tengah momen penting bagi Hunt. Ia sebelumnya mengalami kesulitan pada nomor 200 meter selama musim panas, tetapi menjelang Kejuaraan ia menyatakan siap menjalani “renewal of our vows”. Kini, pernyataan itu terasa benar-benar menjadi kenyataan setelah ia tampil kompak dan terukur sepanjang lomba.

Selepas balapan, Hunt mengungkapkan kebahagiaannya dalam wawancara. Ia mengatakan, “Two out of four baby,” sekaligus menyebut pekan ini sebagai sesuatu yang akan selalu ia ingat.

Lebih lanjut, Hunt menambahkan, “This is becoming a magical week and one I will remember for the rest of my life.” Ucapannya menggambarkan bagaimana ia memandang momentum turnamen tersebut, bukan sekadar hasil sesaat.

Tak hanya dari sisi catatan waktu, gaya eksekusi Hunt juga menjadi bagian yang menarik untuk dicermati. Ia menjaga kontrol saat lomba memasuki fase-fase ketat, lalu menekan dengan tenaga yang lebih agresif menjelang garis akhir. Pada saat finis, ia mengangkat kedua lengannya dan menunjuk ke langit sebagai gestur perayaan.

Ekspresi itu juga memiliki makna simbolis. Hunt mengulang momen selebrasi yang mengingatkan pada pencapaian Dina Asher-Smith saat meraih “double” 100 meter dan 200 meter di Eropa pada tahun 2018.

Dengan hasil emas di nomor 200 meter, Hunt semakin memperbesar peluang untuk menyelesaikan target besar pada sisa jadwal. Kejuaraan masih menyisakan nomor estafet 4×100 meter campuran serta 4×100 meter putri, sehingga kesempatan menambah medali juga tetap terbuka.

Hunt sendiri menyatakan bahwa ia ingin tetap “to be iconic” dalam turnamen ini. Pernyataan tersebut selaras dengan cara ia menjalani lomba: tenang, terarah, dan berani mengambil kendali saat persaingan mencapai puncaknya.

Di sisi lain, perjalanan Asher-Smith pada lomba ini menampilkan bahwa kompetisi di level elit bisa berubah cepat. Ia menghadapi situasi ketika lawan utamanya berhasil menjauh setelah fase tengah, namun ia tetap mempertahankan posisi untuk finis ketiga. Hasil perunggu menjadi catatan penting sekaligus penanda betapa ketatnya perebutan podium di Birmingham.

Adeleke menjadi penentu lain yang membuat persaingan semakin berlapis. Rekor nasional yang ia catat tidak hanya mengangkat nilai performanya, tetapi juga langsung berdampak pada susunan medali: Adeleke mengambil perak, sedangkan Asher-Smith harus puas dengan perunggu.

Secara keseluruhan, lomba 200 meter putri pada Kejuaraan Atletik Eropa 2026 menghadirkan tiga pesan utama sekaligus. Pertama, Hunt membuktikan lonjakan performanya mampu mengubah keadaan setelah sempat menghadapi kendala di awal musim. Kedua, persaingan berlangsung ketat hingga menit terakhir karena selisih antarpesaing menentukan warna medali. Ketiga, turnamen ini memberi ruang bagi rekor nasional dan pencapaian bersejarah yang memperkaya narasi kejuaraan.

Dengan medali emas keduanya di ajang ini, Amy Hunt kini berada pada posisi yang sangat kuat untuk merampungkan targetnya. Sementara itu, dinamika medali masih akan dipengaruhi oleh nomor-nomor yang tersisa, termasuk estafet 4×100 meter, yang tinggal menunggu giliran untuk menentukan siapa yang akhirnya melengkapi cerita di Birmingham.