jurnalistik.co.id – Keely Hodgkinson menyampaikan bahwa hasil MRI telah menemukan kelainan pada hamstringnya. Atlet nomor 800 meter Inggris itu menyebut tubuhnya “dibangun berbeda” setelah pemindaian tersebut.
Menurut pengakuannya, scan yang dilakukan setelah dugaan cedera tahun lalu menunjukkan hamstringnya mengalami kondisi “split”. Artinya, bukan satu tendon seperti pada kebanyakan orang, Hodgkinson memiliki dua tendon.
Hodgkinson mengatakan ia masih dalam proses memahami cara mengelola anomali itu. Ia menilai kondisi tersebut bisa membuatnya tetap berlari saat salah satu tendon mengalami sobekan, sekaligus berpotensi membuatnya lebih rentan terhadap gangguan di kemudian hari.
“My body is quite literally built differently,” ujar Hodgkinson. “Where most people have one tendon, mine is split – I have two – and we’re trying to figure out if it’s a strength or a weakness.”
Ia menambahkan penjelasan tentang dampak kondisi tersebut terhadap cedera yang dialami. “So when one of them tore, I still had another one because it’s split.”
Setelah pengumuman itu, Hodgkinson menjelaskan bahwa jelang pertandingan di Birmingham, perubahan pada hamstring sempat terasa. “In Birmingham, it didn’t affect me during the race, but I could feel something wasn’t quite right.”
Baginya, temuan tersebut terasa tidak biasa karena ia tetap dapat berlari menggunakan dua tendon itu. “It’s a weird one. You can still run on them.”
Hodgkinson menegaskan ia tidak melewatkan latihan dalam tiga minggu terakhir, namun ia mengubah pendekatan agar risiko cedera dapat ditekan. “I haven’t missed any training the last three weeks. But I’ve just had to alter my approach.”
Perubahan paling terasa pada intensitas latihan kecepatan. Ia menyatakan, “I’ve had to take my foot off the speed [training], because that’s when it’s most risky.”
Di panggung persaingan internasional, Hodgkinson belum lama ini finis sebagai runner-up pada final 800 meter putri di World Athletics Ultimate Championship di Budapest. Ia berada di belakang Audrey Werro dari Swiss.
Beberapa waktu sebelum itu, Hodgkinson juga mengabarkan mengalami cedera hamstring lain. Pengumuman tersebut ia sampaikan setelah kompetisi di European Championships di Birmingham beberapa minggu sebelumnya.
Perjalanan Hodgkinson juga diwarnai masa pemulihan panjang. Ia menjalani dua musim yang penuh masalah cedera setelah meraih emas Olimpiade di Paris pada 2024, sebelum akhirnya kembali merasakan kompetisi setelah lebih dari setahun.
Berita Terkait
Ia harus menunggu lebih dari setahun untuk kembali bertanding setelah mengalami cedera hamstring pada bulan Februari setelah Olimpiade tersebut. Kepulangannya pada Agustus 2025 ditandai dengan kemenangan beruntun di Diamond League.
Di sepanjang fase pemulihan hingga puncak performa dalam ruangan, ia mencatat rekor baru 800 meter dalam ruangan dunia pada Februari 2026. Satu bulan setelahnya, Hodgkinson meraih medali emas pada World Indoor Championships.
Namun, performa ketika berlaga di luar ruangan tidak dapat ia ulang dengan konsistensi yang sama. Ia mengalami tiga kekalahan dari Werro, termasuk saat kehilangan gelar Eropa kepada atlet berusia 22 tahun tersebut.
Selain persoalan hamstring, Hodgkinson juga menceritakan insiden yang ia sebut sebagai cedera “freak”. Ia mengaku mengalami gangguan saat jogging di sepanjang kanal dalam sesi pemulihan (warm-down).
Ia menyebut mengalami luka pada kedua lutut serta sensasi seperti benturan “whiplash” di bagian punggung. Menurutnya, kondisi itu membuat beberapa bulan terakhir terasa seperti “battle”.
Hodgkinson mengakui jatuh yang dialaminya mungkin turut berkontribusi terhadap cedera di European Championships. Cedera tersebut juga menjadi alasan ia absen dari pertemuan Diamond League di Zurich dan Brussels.
Meski demikian, Hodgkinson menekankan bahwa ia tidak ingin menjadikan insiden itu sebagai alasan. Ia berkata, “Part of me wants to talk about it and then part of me doesn’t, because I feel like my words get twisted or people are like ‘oh, she’s making excuses’.”
Ia melanjutkan dengan menilai bahwa sebelum European Championships ia merasa berada dalam kondisi terbaik. “Going into the Europeans, I thought I was in the best shape ever.”
Namun, ia menyebut dampak jatuh ternyata lebih besar daripada perkiraannya. “But when I fell over, that kind of messed me up way more than I thought it did.”
Dalam kaitannya dengan hamstring, ia menilai insiden tersebut membuat fungsi bagian paha depan (quad) tidak dapat digunakan dengan baik untuk sementara waktu. “I think that’s what contributed to my hamstring, because I couldn’t really use my quad for a while.”
Setelah kekalahannya dari Werro di Ultimate Championship, Hodgkinson menggambarkan musim 2026 sebagai hal yang “frustrating”, tetapi tetap memilih sikap optimistis. “Overall, I’m finishing second in the world and I can’t really be too hard on myself for that.”
Menutup musimnya di 2026, Hodgkinson dijadwalkan tampil di London pada acara Athlos. Acara all-female itu diluncurkan oleh Alexis Ohanian, pendiri Reddit, dan akan berlangsung pada hari Jumat.












