Olahraga

Mario Gila Merasa Nyambung dengan Gaya Ruben Amorim yang Lebih Berisiko di AC Milan

×

Mario Gila Merasa Nyambung dengan Gaya Ruben Amorim yang Lebih Berisiko di AC Milan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mario Gila Cocok dengan Pendekatan Berisiko Amorim di AC Milan

jurnalistik.co.id – Mario Gila menyampaikan bahwa ia merasa “nyambung” dengan pendekatan Ruben Amorim di AC Milan. Baginya, proses adaptasi itu tak hanya soal taktik, tetapi juga cara pelatih mengatur ritme tim, termasuk dari cara bertahan dengan garis yang lebih tinggi.

Gila juga mengaitkan transisinya ke Milan dengan sosok-sosok yang berada di balik pergerakan klub. Ia menyebut Ruben Amorim dan mantan direktur olahraga Igli Tare sebagai figur penting dalam proses transfernya dari Lazio ke Milan pada musim panas 2026 ini.

Kepercayaan itu, menurutnya, mulai terasa ketika Milan memetik hasil dalam laga-laga pramusim. Kemenangan 4-2 atas Manchester United menjadi momen yang ia anggap pas untuk mengunci kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih serius.

Uji coba melawan Man United sebagai pemantik

Pertandingan tersebut berlangsung di Polandia, tepatnya Tarczynski Arena di Wroclaw, pada 15 Agustus 2026. Gila menilai laga persahabatan pramusim melawan Man United adalah cara yang sempurna untuk mempersiapkan diri menjelang musim Serie A yang akan dimulai pada akhir pekan ini.

“Saya akan jujur, kami sangat membutuhkannya,” kata Gila kepada La Gazzetta dello Sport usai duel melawan Man United.

Ia kemudian menambahkan penilaian yang fokus pada kebutuhan tim di tahap awal musim. “Saya sangat senang dengan kemenangan dan performa tim. Saya merasa ini adalah tantangan yang ideal sebelum memulai musim Serie A. Saya sangat senang kami bisa bermain melawan lawan yang tangguh seperti Manchester United.”

Bagi bek asal Spanyol itu, hasil tersebut juga menjadi bukti bahwa Milan sudah siap menjalani tuntutan kompetisi. “Saya merasa baik, meskipun masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, kami telah menunjukkan bahwa kami siap untuk memulai musim,” ujar Gila.

Pramusim sempat diwarnai cedera

Gila mengakui bahwa musim panasnya tidak berjalan lurus. Transfernya ke Milan baru dikonfirmasi pada pertengahan Juli, sebelum akhirnya ia mengalami cedera hamstring hanya 22 menit setelah penampilan pertamanya bersama Rossoneri dalam laga persahabatan melawan Celtic di Glasgow.

“Ini bulan yang aneh,” kata Gila.

Ia menuturkan bahwa situasi serupa pernah ia alami sebelumnya, sehingga ia merasakan keterulangan di tengah perjalanan yang baru. “Saya sudah mengalami cedera saat pramusim. Dua tahun yang lalu, saya harus absen selama dua bulan di Lazio dan kejadian ini juga pernah terjadi sebelumnya. Saya merasa lebih baik dan sangat senang bahwa tim memiliki energi positif ini.”

Dengan latar itu, Gila tampak ingin memastikan bahwa fase pemulihan dan adaptasi tidak menghambat fokusnya untuk merespons kebutuhan permainan Milan. Energi positif yang ia sebut menjadi bagian penting agar ia bisa segera kembali dalam performa terbaik.

Adaptasi di Milan terasa cepat

Walau sempat terkendala cedera, ia menyatakan tidak merasa kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya. “Saya disambut baik oleh semua orang. Saya merasa nyaman sejak sesi latihan pertama. Ada suasana positif dan saya tidak bisa meminta lebih dari itu.”

Poin lain yang ia tekankan adalah hubungan personalnya dengan pelatih. “Saya memiliki hubungan baik dengan pelatih. Dia adalah orang yang suka berbicara dengan semua orang, yang mencoba menjaga hubungan di luar lapangan juga. Saya pikir itu adalah detail yang sangat penting untuk memiliki di dalam tim.”

Gila menilai komunikasi yang terjaga di luar lapangan ikut membentuk kerja sama di dalam lapangan. Ia melihat pendekatan pelatih sebagai bagian dari kultur tim yang memudahkan para pemain untuk memahami arahan secara lebih utuh.

Garis pertahanan tinggi: berisiko, tapi jadi pilihan

Seiring keberadaan Amorim di kursi pelatih, AC Milan diperkirakan akan menjalankan skema bertahan dengan garis pertahanan yang lebih tinggi dibandingkan musim lalu ketika masih diasuh Massimiliano Allegri. Pergeseran itu secara langsung berkaitan dengan cara tim membaca ruang dan menekan lawan.

Gila menganggap dirinya akan memainkan peran kunci dalam skema tersebut. Pernyataan itu selaras dengan ekspektasi tentang gaya permainan Milan yang menuntut kesiapan di belakang.

Namun, ia juga menegaskan sisi konsekuensinya dengan nada yang realistis. “Bermain dengan garis pertahanan yang tinggi jelas lebih berisiko,” ujar Gila.

Dengan kata lain, bagi Gila, risiko itu bukan sekadar catatan teknis, melainkan bagian dari karakter strategi yang dipilih Milan bersama pelatihnya. Ia terlihat menerima tantangan tersebut sebagai langkah untuk membangun fondasi musim, terutama setelah rangkaian pramusim yang ia anggap memberi sinyal kesiapan.

Di tengah persiapan menuju Serie A, kemenangan 4-2 atas Manchester United, pengalaman cedera yang telah ia lalui, serta adaptasi cepat di lingkungan Milan menjadi rangkaian yang saling menguatkan. Gila tampak memposisikan dirinya untuk menjawab tuntutan pendekatan Amorim, termasuk dalam pertaruhan yang lebih besar dari pilihan bertahan dengan ruang yang lebih terbuka.