Olahraga

PSG Menang 2-1 atas Aston Villa, Pertahankan Trofi Piala Super Eropa 2026

×

PSG Menang 2-1 atas Aston Villa, Pertahankan Trofi Piala Super Eropa 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hasil PSG Vs Aston Villa 2-1: Les Parisiens Pertahankan Gelar Piala Super Eropa!

jurnalistik.co.id – Paris Saint-Germain (PSG) memastikan trofi Piala Super Eropa 2026 untuk kedua kalinya secara beruntun. Di Stadion Red Bull Arena, Salzburg, Austria, PSG mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1 pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.

Pertandingan ini ditentukan oleh dua gol PSG, masing-masing dari Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-20 dan Desire Doué pada menit ke-62. Aston Villa hanya mampu membalas melalui gol Brian Madjo pada menit ke-45.

Hasil tersebut kembali menegaskan dominasi PSG di level antarklub Eropa. Di musim sebelumnya, mereka juga merebut Piala Super Eropa sehingga kali ini trofi tersebut berhasil dipertahankan.

PSG datang ke laga ini setelah meraih gelar Liga Champions musim 2025/2026. Pada partai final di Budapest, PSG mengalahkan Arsenal 4-3 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal pada 30 Mei 2026.

Pelatih PSG, Luis Enrique, membawa timnya kembali ke panggung UEFA Super Cup 2026 sebagai kelanjutan dari kesuksesan tersebut. Sementara itu, Aston Villa berangkat dengan kondisi yang berbeda jelang pertandingan: Villa menjalani enam laga uji coba, sedangkan PSG baru memulai sesi latihan.

Di awal laga, Aston Villa sempat mengirim peringatan. Memasuki menit ke-13, Kamara menemukan celah di lini tengah dan melepaskan tendangan mendatar keras yang meluncur tipis ke sisi kiri gawang. Matvey Safonov, kiper PSG, berhasil mengantisipasi tanpa kesulitan, tetapi ancaman itu memberi sinyal intensitas sejak menit-menit awal.

PSG kemudian membuka keunggulan pada menit ke-20 lewat Kvaratskhelia. Gol tersebut berawal dari upaya penyelamatan Marco Bizot ketika menepis sepakan Doue yang sempat berbelok arah. Setelah itu, Madjo kehilangan bola di area pertahanan Villa, dan Doue langsung mengirim umpan cepat kepada Kvaratskhelia.

Kvaratskhelia menyelesaikan peluang dengan kontrol pertama yang baik, lalu menembak ke sudut kiri atas gawang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk PSG, sekaligus menjadi penanda bahwa momentum Villa yang sempat muncul di awal tidak cukup untuk mengunci pertahanan mereka.

Aston Villa menyamakan kedudukan menjelang jeda. Pada menit ke-45, Brian Madjo mencetak gol yang membuat PSG harus kembali menyesuaikan ritme permainan dan permainan berakhir dengan skor 1-1 di babak pertama.

Di babak kedua, PSG kembali menunjukkan ketajaman di momen penting. Pada menit ke-62, Desire Doué mencatatkan gol yang membawa PSG unggul 2-1. Setelah unggul, PSG menjaga kendali agar Aston Villa tidak mampu menyamakan kedudukan kembali hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini memastikan PSG meraih trofi Piala Super Eropa 2026 untuk kedua kalinya berturut-turut. Dengan capaian tersebut, mereka mengukuhkan diri sebagai klub yang konsisten di panggung Eropa, sekaligus menyempurnakan perjalanan musim yang berujung pada gelar Liga Champions dan gelar Super Cup.

Secara keseluruhan, laga di Salzburg memperlihatkan dua hal yang menonjol: kemampuan PSG memanfaatkan momen setelah kesalahan di lini pertahanan lawan, serta ketepatan mereka menambah gol ketika pertandingan memasuki fase krusial. Sementara bagi Aston Villa, kekalahan 2-1 menjadi penegasan bahwa meski sempat menyamakan lewat Madjo, mereka tidak cukup meredam daya tembak PSG di akhir pertandingan.

Keberhasilan PSG menyelesaikan laga ini tidak datang secara instan, melainkan dibangun dari rangkaian momen kecil sejak awal. Ketika Aston Villa sempat menguji lewat peluang Kamara pada menit ke-13, PSG merespons dengan tetap rapi di area pertahanan. Setelah itu, pertandingan beralih ke ritme yang lebih menguntungkan PSG saat mereka menemukan celah-kecil di momen transisi, lalu mengonversinya menjadi gol lewat Kvaratskhelia.

Jelang turun minum, keseimbangan kembali bergeser. PSG yang sempat unggul harus menerima kenyataan bahwa Villa mampu menyamakan kedudukan tepat sebelum jeda. Gol Brian Madjo pada menit ke-45 membuat tensi pertandingan tetap tinggi, sekaligus memaksa kedua tim masuk ke babak berikutnya dengan kebutuhan yang sama: siapa pun yang mencetak gol berikutnya akan lebih mendekati kemenangan.

Di fase krusial babak kedua, Desire Doué menjadi penentu arah laga. Umpan cepat yang berawal dari situasi setelah Madjo kehilangan bola di area Villa mempercepat alur serangan, hingga PSG bisa menambah keunggulan menjadi 2-1 pada menit ke-62. Setelah itu, PSG tampil lebih terukur untuk mempertahankan keunggulan, sementara Villa tidak menemukan cara untuk memulihkan skor sebelum pertandingan berakhir.