jurnalistik.co.id – VfL Osnabruck memperkenalkan tifo bergaya rollercoaster menjelang laga Piala Jerman melawan Bayern Munich. Aksi visual itu dipersiapkan “beberapa bulan” dan dipajang sebelum pertandingan, meski akhirnya Osnabruck takluk 1-4 di babak pertama.
Tifo tersebut ditampilkan saat Osnabruck berhadapan dengan raksasa Jerman itu pada Rabu. Di Stadion Bremer Brucke, struktur rollercoaster berdiri sebagai rangkaian pertunjukan yang dibuat untuk menyatu dengan alur permainan—bukan sekadar spanduk statis di sisi lapangan.
Bagian yang paling menonjol adalah tulisan “VfL Osnabruck – a rollercoaster ride!” bersama sebuah kereta kayu yang bergerak di lintasan. Osnabruck menjelaskan bahwa gagasan itu menggambarkan sejarah klub mereka yang bergejolak, lewat perjalanan yang oleh para pendukung disebut sebagai “rollercoaster ride full of ups and downs”.
Dirancang bertahap, dari bahan sederhana
Struktur rollercoaster di depan East Stand dibangun dari bilah kayu, pipa plastik, dan kain. Desainnya dibuat agar bisa diroll dan dipasang dalam beberapa bagian, sehingga pemasangan sebelum pertandingan dapat dilakukan secara bertahap.
Kereta yang mengangkut elemen pertunjukan dibuat terutama dari kayu dan styrofoam. Di dalam kereta tersebut, ada sejumlah “dummies” (figur) yang ikut “melintas” pada lintasan.
Kereta itu juga tidak hanya dibuat sekali jalan. Sistem dorong-tarik digunakan agar kereta dapat dipindahkan kembali ke titik awal berulang kali, sehingga pengalaman “naik-turun” di lintasan bisa berlangsung secara berkesinambungan.
Sentuhan interaktif untuk penonton
Osnabruck menambahkan elemen interaktif yang membuat tifo terasa seperti wahana. Kereta melewati sebuah “photo station”, saat momen itu lampu kilat dinyalakan dan “photo” kereta muncul secara instan di sisi kanan tribun.
Selain visual utama, pendukung juga menyiapkan suasana menyatu dengan pertunjukan. Sebelum pertandingan, para penggemar bahkan merekam lagu khusus berjudul “Funpark Bremer Brucke” untuk mengiringi display tersebut.
Menjelang kick-off, tifo akhirnya diturunkan. Namun, atmosfer seperti pesta tetap berlanjut di lapangan ketika Osnabruck mampu memberikan kejutan.
Berita Terkait
Hanya lima menit setelah pertandingan dimulai, Osnabruck sudah unggul 1-0. Momentum awal itu membuat laga hidup sejak menit-menit pertama, sebelum Bayern mulai merespons dengan agresivitas khas tim favorit.
Kemenangan dan luka lama dirangkum di tifo
Dalam proses perencanaan dan pembangunan yang memakan waktu “beberapa bulan”, Osnabruck juga memasukkan jejak prestasi dan masa sulit ke dalam tampilan. Di antara pencapaian yang disebut adalah kemenangan 1978 atas Bayern Munich.
Selain itu, display juga menampilkan sejumlah “scandals and bitter defeats” (skandal dan kekalahan pahit) yang pernah dialami klub. Dengan demikian, rollercoaster bukan hanya simbol hiburan, tetapi juga rangkuman perjalanan yang memuat kebanggaan sekaligus memori yang tidak nyaman.
Bayern tetap melaju berkat kualitas lini depan
Bayern merupakan pemegang gelar Piala Jerman sekaligus juara Bundesliga. Untuk membalikkan keadaan setelah tertinggal, Bayern membutuhkan kontribusi besar dari Harry Kane.
Menjelang babak kedua, Bayern akhirnya mengunci kemenangan lewat dua gol dari kapten tim nasional Inggris, Harry Kane. Tambahan gol lain datang dari Tom Bischof dan Michael Olise.
Berbekal kombinasi gol tersebut, Bayern mampu menembus fase berikutnya. Sementara itu, upaya Osnabruck lewat tifo rollercoaster tetap menjadi sorotan karena tingkat detail, durasi persiapan, serta cara mereka mengubah tribun menjadi bagian dari cerita perjalanan klub.
Perencanaan yang matang juga terlihat dari cara elemen pertunjukan itu dibuat modular. Dengan memadukan bilah kayu, pipa plastik, dan kain, Osnabruck bisa menyiapkan display tanpa harus membangun ulang dari nol, lalu merapikan dan menurunkannya lagi sebelum kick-off agar fokus penonton tetap kembali ke jalannya pertandingan.
Di area tribun, display itu bekerja seperti alur cerita yang bergerak bersama waktu. Kereta yang membawa figur “dummies” membuat lintasan terasa hidup, sementara photo station memberi momen interaktif yang langsung terlihat oleh penonton. Ketika suasana sudah terbentuk—bahkan dengan lagu “Funpark Bremer Brucke” sebagai pengiring—gol cepat Osnabruck lima menit setelah laga dimulai terasa makin memperkuat momentum awal.
Lewat rollercoaster tersebut, Osnabruck juga menekankan bahwa sejarah klub mereka tidak hanya berisi puncak, tetapi juga rangkaian “ups and downs”. Dari kemenangan 1978 atas Bayern Munich hingga “scandals and bitter defeats” yang disebut dalam tampilan, cerita perjalanan itu disusun agar penonton memahami pertunjukan sebagai ringkasan memori, bukan sekadar dekorasi sesaat.












