jurnalistik.co.id – Harriet Dart akhirnya memutus penantian 19 bulan untuk meraih kemenangan di level turnamen Grand Slam. Di babak pertama US Open 2026, petenis peringkat 131 dunia itu bangkit dari situasi sulit untuk mengalahkan Peyton Stearns sekaligus memastikan tiket ke putaran kedua.
Pertandingan di New York memperlihatkan karakter yang sudah lama dicari Dart pada ajang mayor. Ia mampu menyusul setelah tertinggal set dan sekali break, lalu mengubah jalannya laga menjadi kemenangan yang pada akhirnya menutup 3-6, 6-3, 6-2.
Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Dart, yang pada level undian utama tunggal terakhir kali mengunci kemenangan di Grand Slam sejak mencapai putaran kedua pada Australian Open 2025. Sejak saat itu, performa Dart tidak selalu konsisten; ia gagal lolos kualifikasi pada empat dari enam Grand Slam berikutnya.
Di Wimbledon edisi sebelumnya, Dart juga harus berhenti di rintangan awal pada dua kesempatan terakhir, meski memperoleh wildcard pada masing-masing kesempatan itu. Dengan latar seperti itu, hasil di US Open 2026 memberi sinyal bahwa ia mulai menemukan ritme yang stabil lagi.
Comeback di New York
Dart mencapai putaran kedua US Open untuk ketiga kalinya. Sebelumnya, ia menembus tahap yang sama pada 2022 dan 2024, namun kali ini ia melakukannya melalui proses yang lebih menegangkan karena harus melewati perlawanan Stearns di babak pembuka.
Dalam kualifikasi US Open, Dart juga menjalani tiga pertandingan dengan format tiga set. Perjalanannya tidak selalu mulus, termasuk ketika ia kalah pada set pembuka menghadapi Kristina Penickova dan Heather Watson, sebelum akhirnya mampu berbalik.
Begitu masuk ke laga utama, Dart bertemu Stearns yang berada lebih tinggi dalam daftar peringkatāberjarak lebih dari 75 posisi. Namun, di lapangan, jarak peringkat tidak otomatis menentukan arah permainan, terutama ketika Stearns mulai memberi tekanan beruntun pada servis Dart.
Di set pertama, Dart tidak berhasil mengonversi satu pun dari empat peluang break point yang ia miliki pada game pembuka pertandingan. Stearns pun tidak memberikan peluang tambahan di fase awal set ini, sehingga momentum sempat cenderung mengalir ke pihak Amerika.
Tekanan tersebut akhirnya berbuah pada game kedelapan set pertama. Stearns berhasil menembus servis Dart dan membawa set pertama dengan 3-6. Setelah tertinggal, Dart menghadapi tantangan berikutnya karena pada game pembuka set kedua ia kembali dibuat terkejar setelah sekali lagi harus kehilangan servisnya.
Meski demikian, perubahan terjadi ketika Stearns terlihat makin tidak stabil. Ia mencatat 40 winner, tetapi tetap diimbangi dengan 47 kesalahan sendiri yang tidak dipaksa. Kondisi ini memberi ruang bagi Dart untuk mengambil alih pertarungan.
Dengan dua peluang break yang berhasil dimenangkan, Dart memaksa permainan memasuki set penentuan. Setelah decider dibuka, Dart tidak hanya menjaga ritme, tetapi juga mengambil momen krusial untuk mengunci jalannya laga.
Berita Terkait
Momen penentu di set ketiga
Di paruh tengah set ketiga, Dart tampil lebih efektif dalam mengendalikan poin-poin penting. Ia sempat melakukan hold penting pada game keenam yang sekaligus mengakhiri rangkaian tiga game saling mematahkan servis secara beruntun.
Setelah momen itu, Dart terus mendorong. Ia akhirnya mengonversi match point keempatnya untuk menutup kemenangan di waktu kurang dari dua setengah jam. Hasil ini menegaskan bahwa Dart bukan sekadar menang karena momentum sesaat, melainkan mampu bertahan saat pertandingan bergeser dan menegaskan posisi ketika peluang datang.
Usai pertandingan, Dart langsung merayakan kemenangan bersama timnya. Kini ia akan menghadapi Marie Bouzkova yang berstatus unggulan ke-25 pada putaran kedua, sebuah langkah berikutnya yang akan menguji apakah momentum kemenangan ini bisa berlanjut.
Keberhasilan tersebut juga dirangkai bersama perubahan di sisi tim. Dart menyebut bahwa Marion Bartoli, yang menjadi juara Wimbledon 2013, telah bergabung. Hubungan keduanya terjalin sejak Januari, dan kemenangan terbaru ini dipandang sebagai kelanjutan dari proses yang sedang dibangun.
Dart menilai Bartoli memahami kondisi yang ia jalani, mulai dari pengalaman menghadapi tekanan turnamen hingga cara kerja ritme pertandingan dari awal hingga akhir. Ia juga mengatakan bahwa ia dapat āmenyerapā segala pengalaman yang dimiliki Bartoli sekaligus mempelajari hal-hal baru setiap kali mereka berbincang.
Dukungan keluarga menjadi bahan bakar
Di balik performa di lapangan, Dart juga menyoroti dukungan yang ia terima dari lingkungan terdekat. Ia menyebut ada beberapa anggota keluarganya yang tersebar di New York, termasuk paman dan sejumlah sepupu yang tinggal di sana.
Dart juga menjelaskan bahwa seorang sepupunya dari Inggris sedang berada di kota itu saat turnamen berlangsung. Ibunya telah berada di New York sejak ia memulai perjalanan dari babak kualifikasi, sementara ayahnya baru terbang pada malam sebelumnya.
Baginya, New York selalu terasa seperti ārumah jauh dari rumahā. Ia merasakan adanya komunitas yang memberi dorongan, dan dukungan itu terasa menonjol selama pertandingan berlangsung.
Selain membawa Dart ke putaran kedua, kemenangan ini juga membuatnya bergabung dengan rekan senegaranya yang lebih dulu melangkah. Toby Samuel dan Katie Boulter juga tercatat menembus putaran kedua, sehingga persaingan dari kalangan petenis Inggris di fase lanjutan US Open 2026 mendapat tambahan tenaga baru lewat Dart.
Bagi Dart, kemenangan ini bukan hanya soal melaju lebih jauh, tetapi juga tentang memutus rentang yang panjang tanpa kemenangan di undian utama Grand Slam. Dengan skor 3-6, 6-3, 6-2 dan comeback yang sarat tekanan, ia kini membawa modal emosional sekaligus bukti bahwa ia mampu merespons ketika permainan berubah arahāsebelum menghadapi tantangan berikutnya di turnamen yang besar ini.












