jurnalistik.co.id – Foto sepeda motor listrik Omoway Omo-X yang melintas di jalan raya beredar luas dan memicu perhatian pengguna media sosial. Perbincangan muncul bukan karena desainnya, melainkan karena adanya kotak berukuran cukup besar yang dipasang di bagian jok belakang.
Dalam unggahan tersebut, kotak itu membuat banyak orang menduga ada perangkat khusus di dalamnya. Sebagian spekulasi menyebut perangkat tersebut diduga berfungsi mengumpulkan data operasional kendaraan dengan teknologi LiDAR.
Namun, Kompas melaporkan bahwa unggahan foto yang sempat viral di Facebook tersebut sudah tidak dapat diakses lagi pada Jumat (24/7/2026). Meski begitu, diskusi dan berbagai interpretasi terlanjur berkembang di ruang publik.
Kepada Kompas.com, Omoway Indonesia melalui Brand Manager mereka, Pujangga, membenarkan bahwa motor pada foto tersebut merupakan unit Omo-X milik perusahaan. Ia juga menjelaskan tujuan penggunaan perangkat di belakang jok.
Klarifikasi Omoway soal kotak di jok belakang
“Betul unit ini milik kami. Kami mengumpulkan data operasional kendaraan untuk mendukung penyempurnaan berkelanjutan pada software, sistem, dan fitur pintar kami,” kata Pujangga kepada Kompas.com, Jumat (24/7/2026).
Pujangga menegaskan bahwa unit tersebut tidak dipakai untuk memetakan jalan. Ia mengulas bahwa asumsi pengumpulan data peta sempat muncul karena bentuk perangkat yang dibawa dinilai menyerupai alat survei kendaraan (survey vehicle) yang umum digunakan perusahaan teknologi untuk mengumpulkan data jalan.
“Tapi unit ini tidak digunakan untuk pengumpulan data peta,” kata Pujangga.
Menurut penjelasan yang disampaikan, perangkat itu digunakan untuk merekam data operasional kendaraan ketika motor dipakai di jalan raya. Meski tidak disebutkan rincian parameter yang dikumpulkan, data yang terekam disebut dapat dimanfaatkan untuk evaluasi berbagai aspek.
Berita Terkait
Di antaranya, data tersebut dapat digunakan untuk menilai kinerja sistem elektronik serta menggambarkan perilaku kendaraan saat beroperasi. Hasil pengolahan data juga disebut menjadi masukan untuk penyempurnaan perangkat lunak dan fitur pintar yang sedang dikembangkan Omoway.
Gambaran spesifikasi Omo-X
Omoway Omo-X merupakan motor listrik bergaya crossover yang dikembangkan dengan pendekatan kendaraan pintar (smart electric motorcycle). Model ini dibekali motor listrik berkekuatan 13 kW atau sekitar 17,4 dk, dengan torsi puncak 320 Nm.
Untuk performa, akselerasi dari 0–50 kilometer per jam diklaim dapat dicapai dalam 3,3 detik. Sementara itu, kecepatan maksimum yang diklaim mencapai 113 kph.
Sebagai sumber tenaga, Omo-X menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 5,38 kWh. Jarak tempuh yang diklaim dari standar pengujian WMTC mencapai hingga 160 kilometer.
Di sisi teknologi, motor ini disebut memiliki sejumlah fitur modern seperti layar TFT, konektivitas digital, serta pembaruan perangkat lunak melalui over-the-air (OTA). Selain itu, terdapat berbagai fitur pintar lain yang terintegrasi dalam sistem kendaraan.
Dari penjelasan pihak Omoway, kotak di jok belakang pada unit Omo-X yang viral itu pada intinya terkait proses pengumpulan data operasional saat kendaraan digunakan. Dengan penekanan bahwa perangkat tidak dipakai untuk memetakan jalan, Omoway menempatkan rekaman data sebagai bagian dari siklus penyempurnaan berkelanjutan pada software, sistem, dan fitur pintar.
Jika dikaitkan dengan respons Omoway, kotak di jok belakang tampak ditempatkan sebagai “perekam” saat motor beroperasi di kehidupan nyata. Data yang dikumpulkan lalu diproses untuk melihat bagaimana sistem elektronik bekerja dari waktu ke waktu, sekaligus menilai pola penggunaan kendaraan di jalan raya. Dengan pendekatan seperti ini, penyempurnaan yang dilakukan tidak hanya bersandar pada uji lab, tetapi juga masukan dari pemakaian aktual.
Penjelasan tersebut juga memberi konteks mengapa unggahan yang sempat viral kemudian menimbulkan dugaan beragam. Bentuk perangkat yang terlihat seperti perlengkapan survei kendaraan memang mudah memunculkan asosiasi pada teknologi pemetaan atau pengukuran eksternal, termasuk spekulasi yang menyebut LiDAR. Namun, menurut perusahaan, perangkat tidak diarahkan untuk memetakan rute, melainkan untuk merapikan perangkat lunak, sistem, dan fitur pintar agar pengalaman berkendara pada Omo-X terus meningkat.












