Bisnis & Ekonomi

Investor Asing Lepas Rp 759,46 Miliar saat IHSG Sesi I Turun, BMRI-BUMI-CUAN Paling Banyak Dijual

×

Investor Asing Lepas Rp 759,46 Miliar saat IHSG Sesi I Turun, BMRI-BUMI-CUAN Paling Banyak Dijual

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Asing Net Sell Rp 759 Miliar saat IHSG Anjlok, BMRI, BUMI, Hinggga CUAN Paling Banyak Dilepas

jurnalistik.co.id – Pada perdagangan sesi pertama Jumat (24/7/2026), investor asing kembali mencatat net foreign sell. Pelepasan bersih tersebut tercermin dari selisih nilai pembelian dan penjualan di pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I ikut melemah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG turun 1,75 persen atau 110 poin ke level 6.204.

Aktivitas investor asing pada sesi pertama menunjukkan nilai foreign buy sebesar Rp 2,89 triliun. Sementara itu, foreign sell tercatat Rp 3,65 triliun sehingga investor asing keluar dari bursa dengan net sell Rp 759,46 miliar.

Perusahaan yang paling banyak dilepas asing

Aksi jual terbesar investor asing terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Nilai jual bersih yang tercatat mencapai Rp 386,06 miliar dengan volume 91,36 juta saham.

Setelah BMRI, penjualan bersih terbesar berikutnya berasal dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 142,89 miliar dengan volume 814,53 juta saham. Lalu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat net sell Rp 123,37 miliar dengan volume 172,58 juta saham, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 113,07 miliar dengan volume 54,60 juta saham.

Investor asing juga melakukan penjualan bersih pada beberapa emiten lain. PT Petrosea Tbk (PTRO) dilepas bersih Rp 55,68 miliar (volume 11,56 juta saham), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 43,90 miliar (volume 10,83 juta saham), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 43,49 miliar (volume 96,35 juta saham).

Daftar pelepasan bersih berlanjut pada PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp 30,17 miliar (volume 8,59 juta saham), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 26,34 miliar (volume 17,37 juta saham), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 25,73 miliar (volume 29,43 juta saham), serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 24,43 miliar (volume 7,04 juta saham).

Selain itu, asing juga tercatat menjual bersih PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 23,46 miliar (volume 16,96 juta saham), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 22,05 miliar (volume 37,34 juta saham), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp 17,04 miliar (volume 109,46 juta saham). Pelepasan berikutnya antara lain PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 14,40 miliar (volume 10,37 juta saham) serta PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp 11,05 miliar (volume 12,77 juta saham).

Masih pada sesi yang sama, net sell investor asing juga tercatat pada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 9,84 miliar (volume 3,07 juta saham), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 9,35 miliar (volume 10,81 juta saham), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 9,32 miliar (volume 18,19 juta saham), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rp 8,79 miliar (volume 12,59 juta saham).

Saham yang masih dibeli asing

Meskipun mencatat net sell, investor asing masih membukukan net buy pada sejumlah saham. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi pembelian bersih terbesar dengan nilai Rp 176,97 miliar dan volume 59,46 juta saham.

Setelah BBRI, asing juga membukukan net buy pada PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 36,34 miliar (volume 7,35 juta saham) serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 34,17 miliar (volume 5,51 juta saham). Pergerakan juga terlihat pada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 13,42 miliar (volume 4,48 juta saham) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 11,06 miliar (volume 4,37 juta saham).

Pembelian bersih lainnya datang dari PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 10,22 miliar (volume 1,14 juta saham) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 9,28 miliar (volume 380.000 saham). Investor asing juga mencatat net buy pada PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp 7,62 miliar (volume 19,08 juta saham) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Rp 6,93 miliar (volume 66,19 juta saham).

Masih dalam catatan yang sama, asing membeli bersih PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp 5,71 miliar (volume 3,99 juta saham), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp 4,04 miliar (volume 10,38 juta saham), serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Rp 3,61 miliar (volume 2,14 juta saham). Di bagian lain, net buy tercatat pada PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Rp 3,48 miliar (volume 4,48 juta saham), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) Rp 3,01 miliar (volume 10,51 juta saham), dan PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) Rp 2,75 miliar (volume 15,66 juta saham), termasuk PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp 2,54 miliar (volume 1,03 juta saham).

Kondisi pasar pada sesi pertama

Pergerakan IHSG pada sesi pertama juga dibingkai oleh dinamika harga intraday. IHSG dibuka di level 6.266,975, sempat menyentuh 6.268,534, namun kemudian menurun hingga ke level terendah 6.161,131 sebelum memangkas sebagian pelemahannya.

Volume perdagangan tercatat 24,608 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 10,516 triliun. Dari 1.459.047 kali transaksi, sebanyak 80 saham menguat, 594 saham melemah, dan 115 saham bergerak stagnan, sementara kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp 10.893,766 triliun.