Peristiwa

Dishub Semarang Jelaskan Video Jukir Queen City yang Minta Bayar Parkir Dua Kali

×

Dishub Semarang Jelaskan Video Jukir Queen City yang Minta Bayar Parkir Dua Kali

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jukir Queen City Semarang Viral Minta Bayaran Dua Kali, Dishub Buka Suara

jurnalistik.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menanggapi video viral yang memperlihatkan juru parkir (jukir) di area Queen City Mall meminta pembayaran parkir dua kali kepada pengendara saat hendak meninggalkan lokasi.

Dalam rekaman yang beredar, jukir terlihat mengenakan rompi merah dan menunjukkan kartu identitas berlogo Pemerintah Kota Semarang. Pengendara kemudian memprotes karena diminta membayar kembali ketika perjalanan pulang dimulai.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa (14/7/2026). Setelah video muncul di media sosial, Dishub langsung menindaklanjutinya dan melakukan penelusuran terkait kronologi di lapangan.

Menurut penelusuran Dishub, persoalan dipicu miskomunikasi antarpetugas parkir yang bertugas bergantian. Lokasi parkir yang dimaksud dijaga oleh dua jukir dengan pembagian shift, sehingga pergantian petugas menjadi faktor yang memengaruhi informasi kepada pengemudi.

Pengunggah video menyampaikan bahwa pengemudi telah membayar retribusi sekitar pukul 15.00 WIB ketika tiba di lokasi. Namun, saat hendak pulang, pengemudi kembali diminta membayar parkir.

Dalam keterangan yang menyertai unggahan, pengendara menuliskan percakapannya dengan jukir saat dimintai pembayaran kedua. “Saya sudah bilang ‘saya sudah bayar tadi pak’ dan bapak tersebut menjawab ‘ah jaluk neh to aku’ (minta lagi),” tulis pengunggah dalam keterangan video.

Pengendara akhirnya memilih tidak memberikan uang karena merasa telah melakukan pembayaran sebelumnya. Di sisi lain, saat ditanya apakah parkir yang dikelola termasuk area resmi atau liar, jukir disebut hanya menunjukkan kartu identitas, tanpa memberikan karcis maupun menjelaskan besaran tarif.

Andreas Caturady, Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan Kota Semarang, mengatakan pihaknya menindaklanjuti video viral tersebut. Andreas juga menyebut bahwa penanganan awal telah dilakukan, sebagaimana dikutip dari TribunJateng pada Kamis (16/7).

“kemarin sudah ditindaklanjuti,” jelas Andreas. Ia menambahkan bahwa di lokasi itu terdapat dua jukir yang menjalankan tugas secara bergantian, yakni “Pagi sampae siang, dilanjut shift sore”.

Andreas menyampaikan bahwa jukir yang bertugas pada siang hari tidak menyampaikan informasi kepada petugas pengganti. Akibatnya, pengemudi yang datang ketika pergantian shift berlangsung kembali dimintai pembayaran.

Dishub juga menjelaskan bahwa kawasan parkir di lokasi tersebut telah menggunakan sistem pembayaran elektronik QRIS. Dengan demikian, proses pembayaran parkir di lapangan menggunakan mekanisme non-tunai melalui QRIS.

Dengan adanya tanggapan dari Dishub, kasus yang sempat menimbulkan protes dari pengemudi itu diarahkan pada perbaikan koordinasi antarpetugas parkir sesuai pembagian shift yang berlaku. Penelusuran yang dilakukan menyimpulkan persoalan berawal dari komunikasi yang tidak tersampaikan antar jukir saat pergantian jadwal kerja.

Dishub Kota Semarang menegaskan tindak lanjut terhadap kejadian yang viral di media sosial tersebut telah dilakukan, sejalan dengan pemeriksaan awal terkait mekanisme penjagaan dan penyampaian informasi pembayaran kepada pengendara di lokasi Queen City Mall, Jalan Pemuda, Kecamatan Semarang Tengah.

Dalam penjelasan yang berkembang dari pihak terkait, keterlambatan informasi saat pergantian jadwal kerja menjadi bagian penting dari persoalan yang dipersoalkan pengemudi. Ketika kedatangan awal berujung pada pembayaran sekitar pukul 15.00 WIB, pengendara kemudian menghadapi permintaan pembayaran ulang pada saat waktu perjalanan pulang dimulai. Pada momen itu, petugas yang ditemui disebut hanya menunjukkan kartu identitas berlogo Pemerintah Kota Semarang, tanpa menyerahkan karcis maupun menjelaskan detail tarif yang harus dibayar.

Dishub Kota Semarang mengarahkan perhatian pada perbaikan alur komunikasi antar jukir yang bertugas bergantian sesuai shift. Lokasi parkir yang melibatkan dua petugas dengan pola pagi hingga siang lalu dilanjut shift sore membuat proses serah-terima informasi saat pergantian menjadi krusial. Selain itu, mekanisme pembayaran di area tersebut telah menggunakan sistem elektronik QRIS, sehingga prosesnya berlangsung non-tunai. Dengan sistem tersebut, koordinasi penyampaian status pembayaran kepada pengendara saat pergantian petugas diharapkan berjalan lebih jelas agar tidak terjadi permintaan yang terkesan berulang ketika kendaraan akan meninggalkan area.