jurnalistik.co.id – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu memusnahkan 19 kilogram organ hewan kurban yang dinyatakan tidak layak konsumsi setelah pemeriksaan kesehatan hewan kurban pada Idul Adha 2026. Pemusnahan dilakukan usai petugas menemukan sejumlah organ yang terindikasi mengandung cacing dan dinilai berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat apabila dikonsumsi.
Organ yang dimusnahkan terdiri dari 6 kilogram hati, 10 kilogram paru-paru, serta tiga kepala hewan kurban. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan produk hewan kurban yang beredar di tengah masyarakat tetap aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu Nurliati mengatakan pemeriksaan dilakukan di 10 lokasi pemotongan hewan kurban. Pemeriksaan itu digelar untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat yang menerima dan mengonsumsi daging kurban pada momen Idul Adha.
“Secara umum hasil pemeriksaan hewan kurban cukup baik, meskipun masih ditemukan cacing pada beberapa organ,” kata Nurliati, dikutip Kamis (28/5/2026).
Menurut dia, temuan tersebut tidak langsung mengubah hasil keseluruhan pemeriksaan menjadi buruk. Namun, organ yang dinyatakan tidak layak konsumsi tetap harus dimusnahkan agar tidak disalahgunakan atau beredar di masyarakat. Dengan begitu, organ yang telah terindikasi bermasalah tidak sampai dikonsumsi warga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, total hewan kurban yang diperiksa terdiri dari 83 ekor sapi, 43 kambing, dan 48 domba. Seluruh pemeriksaan itu menjadi dasar bagi petugas untuk menilai kondisi hewan maupun organ yang dihasilkan dari proses pemotongan kurban di wilayah Kepulauan Seribu.
Dalam proses pengawasan seperti ini, petugas tidak hanya melihat kondisi umum hewan kurban, tetapi juga memeriksa organ-organ tertentu yang berpotensi menunjukkan adanya gangguan kesehatan. Dari hasil pengecekan tersebut, organ yang terindikasi mengandung cacing langsung dipisahkan dari bagian lain yang masih layak konsumsi.
Pemusnahan dilakukan agar bagian organ yang tidak layak tersebut tidak tersisa di rantai distribusi pangan. Dengan tindakan itu, petugas memastikan hanya bagian yang aman yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sementara bagian yang berisiko tidak kembali masuk ke peredaran.
Langkah KPKP Kepulauan Seribu ini juga menunjukkan bahwa pemeriksaan kurban tidak berhenti pada jumlah hewan yang dipotong, tetapi mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan konsumsi bagian tubuh hewan. Hasil yang disebut cukup baik secara umum tetap disertai temuan spesifik pada beberapa organ yang memerlukan penanganan khusus.
Di sisi lain, temuan cacing pada organ hewan kurban menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah pemotongan tetap penting dilakukan. Pemeriksaan di lapangan membantu memastikan bahwa daging dan organ yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar aman, terutama pada hari-hari besar keagamaan ketika distribusi hewan kurban berlangsung dalam jumlah besar.
Dengan pemusnahan 19 kilogram organ yang terindikasi bermasalah, KPKP Kepulauan Seribu menegaskan bahwa pengawasan keamanan pangan kurban dijalankan secara ketat. Organ yang tidak layak konsumsi tidak dibiarkan beredar, sementara hasil pemeriksaan atas puluhan sapi, kambing, dan domba menjadi dasar tindakan pencegahan di lapangan.
Meski temuan cacing hanya muncul pada sebagian organ, petugas tetap mengambil langkah tegas agar tidak ada bagian yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat lolos dari pengawasan. Pemeriksaan di 10 lokasi pemotongan hewan kurban itu pun menjadi bagian dari upaya menjaga agar pelaksanaan kurban tetap aman, tertib, dan sesuai dengan tujuan utamanya untuk dibagikan kepada masyarakat.
Karena itu, pemisahan organ yang bermasalah menjadi bagian penting dalam pengawasan kurban, supaya hasil pemotongan yang masih aman tidak ikut tercampur dengan bagian yang harus dimusnahkan. Proses ini juga membantu menjaga kepercayaan masyarakat bahwa daging kurban yang diterima sudah melalui pemeriksaan yang memadai.
Dengan pengawasan yang dilakukan di sejumlah titik pemotongan, petugas berharap penanganan kurban di Kepulauan Seribu tetap berjalan sesuai standar keamanan pangan. Temuan pada organ tertentu menjadi catatan tersendiri, tetapi secara umum hasil pemeriksaan tetap menunjukkan kondisi hewan kurban berada dalam kategori cukup baik.












