jurnalistik.co.id – JAKARTA — Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT/Regional Nusantara) mencatat adanya peningkatan volume lalu lintas di tiga Ruas Tol Regional Nusantara sampai H+4 Idul Adha 2026. Total kendaraan yang melintas sejak H-1 hingga H+4 Idul Adha, atau pada periode 26-31 Mei 2026, mencapai 552.045 kendaraan.
Angka itu menunjukkan pergerakan kendaraan yang lebih tinggi dibandingkan periode normal. Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Senin (01/05/2026), Senior General Manager JNT/Regional Nusantara Tyas Pramoda Wardhani menyebut jumlah tersebut naik 13,88% dibanding volume lalu lintas normal yang berada di angka 458.434 kendaraan.
Peningkatan itu, kata Tyas, tersebar di tiga ruas tol yang berada di bawah Regional Nusantara. Ketiga ruas tersebut adalah Ruas Tol Balikpapan-Samarinda, Ruas Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, dan Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan.
Untuk Ruas Tol Balikpapan-Samarinda, Jasa Marga mencatat volume lalu lintas sebesar 69.641 kendaraan. Jumlah tersebut naik 9,51% dibanding volume lalu lintas normal yang sebanyak 63.596 kendaraan.
Sementara itu, di Ruas Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa tercatat 349.284 kendaraan melintas. Angka ini menunjukkan kenaikan 5,55% dari volume lalu lintas normal yang berada di level 330.905 kendaraan.
Adapun satu ruas lain yang turut disebut dalam laporan tersebut adalah Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan. Ruas ini masuk dalam daftar ruas yang mengalami peningkatan volume lalu lintas pada periode H-1 hingga H+4 Idul Adha, bersama dua ruas lainnya di Regional Nusantara.
Dengan total 552.045 kendaraan selama periode 26-31 Mei 2026, Jasa Marga menilai arus kendaraan pada momen Idul Adha kali ini memang bergerak lebih padat dibandingkan kondisi normal. Data yang disampaikan perusahaan menunjukkan bahwa kenaikan tidak terjadi merata di satu titik saja, melainkan tersebar di beberapa ruas tol yang berbeda.
Dalam keterangan yang sama, Tyas menegaskan perbandingan antara periode libur dan periode normal menjadi dasar utama pembacaan data tersebut. “Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 13,88% jika dibandingkan dengan volume lalin pada periode normal sebanyak 458.434 kendaraan,” ujar Senior General Manager JNT/Regional Nusantara Tyas Pramoda Wardhani lewat keterangan tertulis, Senin (01/05/2026).
Meski begitu, rincian yang disampaikan Jasa Marga hanya menampilkan angka pada dua ruas tol, yakni Balikpapan-Samarinda dan Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. Keduanya sama-sama memperlihatkan kenaikan dibandingkan volume lalu lintas normal, sementara total keseluruhan tetap dihitung dari tiga ruas tol regional yang disebut perusahaan.
Informasi ini menegaskan bahwa periode libur Idul Adha 2026 ikut mendorong peningkatan mobilitas kendaraan di jaringan tol Regional Nusantara. Dari data yang dibuka Jasa Marga, lalu lintas tertinggi di antara ruas yang dirinci terlihat pada Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, sedangkan Balikpapan-Samarinda juga mencatat kenaikan yang cukup jelas terhadap angka normalnya.
Secara keseluruhan, catatan Jasa Marga tersebut menjadi gambaran bahwa lalu lintas di tiga Ruas Tol Regional Nusantara mengalami lonjakan selama periode H-1 hingga H+4 Idul Adha 2026. Kenaikan itu tercermin baik dari total akumulasi kendaraan maupun dari data rinci pada ruas-ruas yang telah disampaikan perusahaan.
Jika dilihat dari pola angkanya, kenaikan tersebut memperlihatkan adanya pergeseran aktivitas perjalanan masyarakat pada masa libur ke jalur tol regional yang menjadi andalan penghubung antarwilayah. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa momentum libur keagamaan masih berpengaruh kuat terhadap intensitas mobilitas kendaraan di sejumlah titik strategis.
Dengan demikian, data yang disampaikan Jasa Marga tidak hanya menggambarkan volume kendaraan semata, tetapi juga memberi sinyal bahwa arus perjalanan selama periode Idul Adha cenderung menguat dibanding hari biasa. Dari tiga ruas yang disebutkan, masing-masing berkontribusi terhadap akumulasi trafik yang lebih tinggi selama rentang waktu pengamatan tersebut.












