Bisnis & Ekonomi

Harga Cabai Rawit di Pasar Malang Tembus Rp 100.000 per Kg

6
×

Harga Cabai Rawit di Pasar Malang Tembus Rp 100.000 per Kg

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cabai Rawit di Pasar Malang Kian Pedas, Tembus Rp 100.000 Per Kilogram

jurnalistik.co.id – MALANG — Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang, Jawa Timur, terus merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Pada Jumat (29/5/2026), harganya bahkan menembus Rp 100.000 per kilogram dan membuat suasana pasar ikut terasa lesu. Kenaikan ini juga dikeluhkan pedagang maupun pembeli karena kebutuhan dapur yang biasanya bergerak cepat justru ikut tertahan oleh harga yang terus naik.

Di Pasar Klojen, cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang paling terasa lonjakannya. Pedagang sayur Isnaini mengatakan, kenaikan harga berlangsung hampir setiap hari sejak lebih dari sepekan lalu. Ia menyebut, pada Kamis (28/5/2026), cabai rawit masih berada di kisaran Rp 90.000 per kilogram, lalu naik lagi menjadi Rp 100.000 per kilogram sehari kemudian.

“Cabai rawit Rp 100.000 per kilogram hari ini, kemarin masih Rp 90.000. Tiap hari naik sejak seminggu lebih,” kata Isnaini, Jumat.

Menurut Isnaini, lonjakan harga cabai rawit bukan satu-satunya yang terjadi di pasar. Bawang merah juga ikut naik dan kini berada di kisaran Rp 60.000 per kilogram. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding harga normal yang biasanya berkisar Rp 35.000-Rp 40.000 per kilogram. Sementara itu, bawang putih masih relatif stabil di kisaran Rp 35.000-Rp 40.000 per kilogram, dan stoknya juga disebut masih aman.

“Kalau harga bawang putih masih stabil, stok juga masih cenderung aman,” ujar Isnaini.

Kondisi harga yang naik itu tidak berbanding lurus dengan penjualan di lapak-lapak pasar. Isnaini menuturkan, pasar justru cenderung sepi karena masyarakat mengurangi belanja akibat harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik. Dalam kondisi seperti itu, cabai rawit pun tidak mudah terjual seperti biasanya.

“Kalau pasar kondisinya sepi, sehari bisa habis 1 kg sudah bagus kalau cabai,” ungkapnya.

Keluhan serupa juga datang dari pedagang bumbu dapur, Nuriati. Ia menyebut, harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp 95.000-Rp 100.000 per kilogram. Menurut dia, kenaikan mulai terasa sejak sepekan sebelum Idul Adha, sehingga pedagang dan pembeli sama-sama menghadapi situasi yang serba mahal.

“Cabai rawit sudah naik, sekarang Rp 95.000-Rp 100.000 per kg. Sudah naik sejak satu minggu sebelum Idul Adha,” kata Nuriati.

Nuriati mengatakan, secara umum kebutuhan dapur seharusnya mengalami peningkatan menjelang Idul Adha. Namun, kondisi di pasar justru tidak seperti yang diharapkan karena hampir semua harga ikut naik. Akibatnya, daya beli masyarakat melemah dan suasana pasar menjadi lebih lengang dari biasanya.

“Kalau kebutuhan harusnya banyak karena musim Idul Adha. Tapi, karena harga semua naik, jadi kondisi pasar sepi,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menekan harga kebutuhan pokok agar pembelian masyarakat kembali normal. Menurut dia, bila kondisi pasar terus sepi, pedagang akan semakin kesulitan menjalankan usaha harian. “Kalau kondisi pasar sepi terus, kita pedagang yang kebingungan. Harapannya harga segera turun karena kalau serba mahal pembeli ngurangi pembelian,” pungkasnya.

Situasi tersebut membuat sebagian pembeli memilih mengurangi jumlah belanja atau menunda membeli cabai rawit dalam jumlah banyak. Di sisi lain, pedagang juga tak bisa banyak berbuat karena harga dari pasokan yang datang memang sudah tinggi sejak awal. Akibatnya, transaksi di lapak berjalan lebih pelan dan pedagang harus lebih berhitung agar stok yang ada tidak menumpuk terlalu lama.

Di tengah kondisi itu, pedagang berharap harga kebutuhan pokok bisa kembali bergerak lebih wajar dalam waktu dekat. Mereka menilai, jika tekanan harga terus berlanjut, pasar tradisional akan semakin kehilangan pembeli dan omset harian ikut tergerus. Harapan yang sama juga muncul pada komoditas lain yang ikut terkerek, supaya aktivitas jual beli di pasar bisa kembali normal seperti sebelumnya.